Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 92


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Snow white" jawab Hujan antusias sambil melirik ke arah putranya yang sangat menggemaskan.


"Kaya pernah denger, apa ya" gumam Air sambil mengingat ingat apa yang di ucapkan istrinya itu.


"Putri salju, sayang."


"Oh, dongeng adek pas kecil tuh, dia jadi snow white tapi kakak, Bumi sama Abang di suruh jadi kurcaci nya, bener gak sih yang itu?" sahut Air sambil terkekeh, otaknya sedang mengingat kejadian berpuluh puluh tahun lalu antara dia dan adik adiknya.


"Nah iya itu, yang snow white di jaga sama tujuh kurcaci" tambah Hujan lagi.


"Pasti dede ganteng banget, 'kan pake baju pangeran? nanti tolong fotoin ya" pinta Air sedikit memohon.


"Hah? dede gak pake kostum pangeran, Kak" kata Hujan yang mulai bingung.


"Apa dong? masa jadi kurcaci sih!" rutuk nya kesal jika memang dugaannya benar.


"Dede gak jadi kurcaci juga, Kak" timpal Hujan lagi


"Lalu? anakku jadi apa kalau bukan jadi pangeran dan kurcaci?" tanya Air semakin penasaran.


"Jadi SNOW WHITE, si putri salju"


Hah?. . Huaaaaaaaaaaaaa...


*******


Hujan yang langsung menutup teleponnya saat mendengar suaminya menjerit tentu langsung panik, ia menaruh benda pipih itu kedalam tasnya lalu menggendong anaknya ke dekat panggung.


"Sttt.. gak boleh nangis, nanti di gigit badut" bisik Hujan saat Sam mulai rewel.


Nda ih


Moy.. buta

__ADS_1


Appaaaaaaaa.


Jajah dede..


Tangisnya pun akhirnya pecah juga, apalagi saat memanggil sangat Gajah yang cukup lumayan Kencang sampai menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitaran panggung.


"Kenapa?" tanya teman Hujan yang anaknya pun memakai kostum yang sama dengan Samudera.


"Mungkin gak biasa sama bajunya, agak ribet, 'kan" jawabnya yang juga bingung.


Atel Moy


Buta yuk.


"Buta apa? dia ngataain buta?" tanya temannya lagi sambil tertawa kecil mendengar celoteh Sam.


"Buka, dia gak nyaman kayanya"


"Ya udah, cuma sebentar. Nanti kalo udah selesai langsung buka aja"


Moy..


"Iya sayang iya" Hujan langsung memberi Sam sebotol susu agar anak itu diam, yang awalnya tak mau dan terus meronta tapi akhirnya habis juga tak bersisa.


Satu jam lamanya, Akhirnya acara selesai. Hujan hanya menuntun putranya itu berjalan sebentat di atas panggung bak seorang foto model.


***Buta.. ih...


Atel***..


Hujan membawa kembali putranya lagi ke ruang ganti, ia buka baju berwarna biru dan kuning itu di tubuh anaknya yang semakin rewel.


Dering ponselnya membuat Hujan langsung meraih benda pipih itu di dalam tas yang ia selempang kan di bahunya.


"Iya, kak?" jawab Hujan setelah menggeser icon warna hijau di layar ponselnya.

__ADS_1


"Udah pulang belum, kakak diparkiran" kata Air yang sudah sampai di area parkir Mall.


"Iya, cepet sini. Dede Rewel, aku di lantai satu"


"Oh, ok"


Air turun dari mobil dan segera ke masuk ke dalam Mall yang nampak sangat padat oleh para pengunjung.


Air mengedarkan pandangannya ke semua sudut sampai akhirnya menemukan Sosok istrinya yang melambaikan tangan.


"Tuh dia!"


Air berjalan mendekat, ia langsung meraih tubuh Samudera yang sudah merentangkan kedua tangannya pada Air.


"Kenapa sayang" tanya Air saat sang putra kini sudah berada dalam dekapannya.


.


.


.


.


.


.


.


Moy.. akal



Gigit de' 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2