Air Hujan

Air Hujan
bab 225


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pulang ke rumah setelah mengisi perut hingga kenyang adalah pilihan yang tepat saat ini untuk pasangan suami istri yang selepas sarapan pagi sudah keluar untuk berjalan-jalan menghabiskan waktu di hari minggu.


Gelak tawa selalu menghiasi jejak langkah keduanya menuju parkiran tempat dimana mobil mewah milik Hujan berada.


"Mau mampir mampir lagi gak?" tawar Air sebelum ia menyalakan kendaraannya.


"Nanti aja dijalan, aku akan bilang kalo aku mau sesuatu"


"Jalan mana?" tanya Air.


"Jalan pulang ke apartemen, atau kita mau pulang kerumah utama?" Hujan balik bertanya namun sang suami malah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Terus kita mau pulang kemana?" Hujan yang penasaran sampai menautkan kedua alisnya bingung karna memang sampai detik ini mereka belum memilih tinggal di rumah pribadi milik sendiri.


Hotel...


Hujan menelan salivanya kuat kuat sambil memegangi ujung dreesnya, ia sedang membayangkan apa yang akan di perbuat suami tampannya itu nanti mengingat semalam memang mereka tak melakukan hal yang menyenangkan.


"Biasa aja kali, Jan Hujan Deres!" kekeh Air saat melirik kearah istrinya yang salah tingkah.


"Aku udah biasa banget ini" cetus Hujan yang sebisa mungkin bersikap wajar.


"Ya elah, kaya anak ABEGEH yang mau di bawa om om aja, pake panik begitu" godanya lagi, namun kini ia malah mendapat sorot mata tajam.


"Kok kakak paham banget?, emang kamu pernah bawa anak ABG keluyuran ke hotel?" tuding Hujan dengan menekan telunjuknya di dada sang suami.


"Eh, enak aja asal tuduh" elak Air dengan cepat.


"Aku cuma iseng ngomong begitu!" tambahnya lagi membela diri.


"Yakin?!" tanya Hujan sambil meremat ekor buaya milik suaminya.


"Yakin dong, Ah... enak, Jan!" goda Air malah tersenyum menggoda.

__ADS_1


Hujan langsung menarik tangannya dari bagian inti sang suami, ia tahu jika Air hanya menjahilinya tadi untuk menutupi rasa sakit karna Hujan memang meremat nya cukup keras.


Nyebelin..


********


Sampai di kamar hotel miliknya, keduanya pun segera membersihkan diri dengan berendam air hangat di dalam bathtup.


Perut besar Hujan memang membuat ruang geraknya kini sedikit sulit tapi Air dengan begitu sabar dan telaten membantu jika ia sedang bersama sang istri.


Begitupun dengan kali ini saat Air menyambung tubuh polos Hujan yang duduk di depannya.


"Belakangnya ya, Ay. Jangan balik lagi balik lagi kesitu" ketus Hujan saat tangan suaminya kembali menyabuni dua bukit kembarnya.


"Nanti mah kalo mau begini aja susah, Jan Hujan deres!"


Hujan hanya membuang nafas kasar, ia pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya, karna mengelak pun tak ada artinya.


"Yuk bilas" ajaknya saat bangun lebih dulu.


Air hanya tertawa mendengar ucapan istrinya.


"Nih, cobain" kekehnya lagi.


Cup..


Hujan hanya mencium sekilas lalu bangun dengan berpegangan tangan pada suaminya.


Dua tubuh polos itu pun membilas busa sabun yang menempel hingga bersih, wangi harumnya bagai mengobrak-abrik indera penciuman mereka dan membuat Jiwa kelelakian Air semakin bergejolak.


"Udah yuk"


Air mengeringkan tubuh Hujan dan memakai bathrobe begitu pula dengan dirinya yang kemudian berjalan keluar.


Si tampan yang memiliki banyak pesona itu menuntun sang istri sampai ke sisi ranjang, tangan jahilnya membuka handuk baju yang menutupi tubuh buncit Hujan.

__ADS_1


"Mau apa?".


"Apa aja boleh" kekeh Air sambil menjawab pertanyaan tak penting istrinya.


Hujan yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang sudah bersiap melayani sang suami yang sudah tak lagi bisa menahan diri.


Air membuka lebar kedua paha yang di tekuk hingga jelas terlihat kebun kecil yang selalu menjadi candu baginya.


Air akan bermain lebih dulu di sana dengan menenggelamkan kepala nya sampai sang istri menjerit meminta ampun.


.


.


.


.


.


.


.


Aku akan bales isengnya kamu tadi, Jan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Positif thinking.. Air lagi motongin kuku Hujan woy 🀣🀣


Ditarik lagi sama si kakak 😘😘😘


kelamaan disana cenah 🀣🀣


Like komennya yuk ramaikan

__ADS_1


__ADS_2