
πππππππππ
"Kakak Ay...... "
"Mmuaaach!!"
Air yang sedang duduk langsung tersentak kaget saat ia di peluk dari belakang dan di cium bagian pipi kanannya oleh seseorang.
"Buset! di cium anak perawan" kekeh si tampan sambil mengusap pipinya.
"Lagi dong" sambungnya lagi menggoda.
"Aw.. sakit, Jan!" keluh Air sambil meringis kesakitan saat sang istri mencubit perutnya.
Mitha Langsung tertawa setelah ia mengurai pelukannya dari Hujan.
Tuan Putri Pradipta itu kemudian menarik tangan istri dari sepupunya untuk masuk ke dalam Mall meniggalkan Air yang menggerutu kesal.
"Ay jangan di tinggal, Ta" ucap Hujan saat ia menoleh ke belakang.
"Kenapa?, udah tua gak akan ilang lagi" ejek Mitha sambil mencibir.
"Bukan gitu, tar dia nyangkut di cewek lain, bahaya!" balas Hujan sembari menarik tangan suaminya.
"Haha, Ya ampun sayang, Aku tuh udah mabok di hati kamu udah gak bisa kemana-mana" Air berujar sambil tertawa memeluk Hujan.
"Tuhkan jadi malah pelukan!"
Mitha yang merengut kesal di tinggalkan begitu saja oleh pasangan suami istri yang masih berusaha keluar dari zona nyaman mereka.
.
.
"Perasaan aku yang minta anter main, kenapa aku yang ikutin kaliah sih?" gerutu Mitha saat ketiganya kini berasa di area swalayan.
__ADS_1
"Ini kita lagi ngasuh kamu, Dek" goda Air yang tahu jika adik sepupunya itu mulai marah-marah.
Mitha terus saja berjalan melewati Air dan Hujan yang menahah tawa gemas.
"Udah ah, kita ikutin Mitha aja yuk" ajak Hujan, ia benar-benar tak enak hati pada gadis itu.
Air hanya mengangguk menyetujui, kini ia dan istrinya hanya berjalan mengekor di belakang Mitha tanpa protes apapun.
******
"Minum obatnya dulu ya sebelum kamu tidur"
Air memberikan satu butir obat berwarna putih pada Hujan yang sedang duduk di tepi tempat tidur, jalan-jalan hari ini nampaknya sangat menguras tenaga gadis itu sampai terlihat sangat kelelahan.
"Cuma satu? biasanya tiga" tanya Hujan aneh belum mengambil obatnya di tangan Air.
"Ini vitamin, obat kamu udah mulai sedikit demi sedikit di kurangin. Sayangnya kakak kan udah mau sembuh jadi gak perlu banyak obat" jelas Air yang memang akhir-akhir ini mengurangi dosis obat yang dikonsumsi sang istri.
"Aku gak minum banyak obat lagi?"
Tapi berkat rasa sabar dan cintanya kini Sang istri sudah sedikit bisa menerima dunia luar meski harus bersembunyi di balik punggungnya karna masih ada rasa takut.
Trauma yang berkepanjangan pada orang baru, benda tajam dan rasa pedas terutama cabai sempat membuat Air frustasi karna tak bisa mengembalikan lagi senyum dan keras kepalanya Hujan yang kadang masih ia rindukan.
Usai menegak satu butir vitamin, kini saatnya Air dan Hujan bersiap mengarungi mimpi. Di balik tebalnya selimut dia insan yang tak terasa sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama empat tahun itu saling memeluk dan menciumi wajah pasangan masing-masing secara bergantian.
"Sebegitu sabarnya kamu sama aku, mungkin kamu udah bosen saat aku bilang Terima kasih banyak, tapi cuma itu yang bisa aku ucapin buat suami yang masih mencintai ku yang jelas jelas pernah sakit mental" lirih Hujan sambil mengusap pipi Air yang kini sedang saling berhadapan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Melalui kamu, aku belajar jika Cinta yang sebenarnya itu adalah tentang RASA SABAR...
πππππππππππ
kak.. adu lidah yuk π€£π€£π€£
Makin ngeselin ya omongannya!!
Rungkad yeh hate π€§π€§
like komennya yuk ramaikan, kan kemaren libur ππ
__ADS_1