Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 128


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Gi ain cih? bicik benel oey"


Air dan Hujan langsung menoleh kearah suara yang mereka yakini itulah adalah Samudera. Hujan langsung menutup bagian atasnya tubunya dengan jaket kecil milik Sam sedangkan Air buru-buru memasukkan lagi miliknya kedalam celana.


"Gak ngapa ngapain, de" jawab Hujan yang duduk membelakangi Sam sambil mengancingi kemejanya lagi sedangkan Air langsung tidur menelungkup karna jangan sampai si Tutut melihat ekor buayanya yang besar untuk menghindari drama tiup tiup.


"Udah puwang? kok cepet banet" ucapnya lagi yang nampak kebingungan, sebab Sam tertidur saat masih di dalam wahana bermain.


"Kan dede bobo, jadinya pulang deh" Kata Hujan setelah merapihkan dirinya, kemudian ia mendekat kearah Sam setelah mencubit pinggang suaminya yang merengut kesal.


"Moy, bikinin susu dulu ya"


"Nda, dede mahu ke Appa, dede tanen Jajah banak banak" ujarnya sambil meringsek turun dari ranjang.


"Dadah Moy" Sam melambaikan tangan sebelum ia menutup pintu.


"Dadah Baby Bear, jangan nakal ya sama Appa" pesan Hujan seraya membalas lambaian tangan putranya.


Braaak..


Samudera lagi dan lagi membanting pintu dengah sangat keras sampai membuat kedua orang tuanya mengusap dadanya mereka karna kaget.


"Terusin yuk, Jan. Mumpung tutut abul" goda Air sambil menaik turunkan alisnya. Hujan tertawa terbahak-bahak setiap kali suaminya itu menitu gaya Samudera.


********


"Nda oey!" protes Sam saat Bumi menggodanya di ruang tengah, kedatangan uncle dan auntynya membuat bocah menggemaskan itu lupa lagi dengan susu.


"Bohong, pasti nangis pas pipi gemoynya di cubit"

__ADS_1


"Udah, Bu. Nanti nangis" selak Kahyangan pada suaminya yang senang sekali menjahili sang keponakan.


"Sengaja, biar nangis kenceng" sahut Bumi.


"Kenapa?"


"Biar tuh buaya keluar kamar" kekeh Bumi yang sepertinya paham jika sudara kembarnya itu sedang bergulat di atas ranjang.


"PapAy agih bobo ama Moy, dede iyat iyat" ujarnya polos yang duduk di atas pangkuan Kahyangan.


"Liat apa?" tanya Reza dan Bumi berbarengan, keduanya nampak serius dengan telinga yang sudah terbuka lebar siap mendengar cerita Samudera.


"Iyat apa ya, upa!"


Huuuuuuuuuuuuuuuu..


Kahyangan dan Melisa tertawa bersama tapi tidak dengan Reza juga Bumi yang terlihat kecewa karena tak jadi tahu apa yang sedang di lakukan si sulung di dalam kamar.


"Sudah-sudah, bersiaplah untuk makan malam nanti"


Melisa bangun dari duduk sembari mengajak Sam ke kamar untuk mandi karna hari semakin sore.


"Ayo, Appa" ajak si Tutut saat Gajahnya tak kunjung ikut dengannya.


"Appa udah mandi, dede mandi sama Amma aja" sahut Reza yang malah membuat sang cucu naik ke atas pangkuannya.


"Nda mahu, mahu mandi na ama Appa aja. Yuk.. yuk.. yuk" rengek nya manja yang membuat Bumi gemas dan malah menggigit tangan Samudera.


"Atit oey!" teriak Sam mengusap area yang sakit karna ulah unclenya.


"Enggak, Oey!"

__ADS_1


Sam yang merengut kesal tak tarima sedari tadi di ganggu dan di jahili oleh Bumi akhirnya pindah ke pangkuan Kahyangan.


"Uncle nakal ya de' nanti onty cium, ok" rayu Yayang yang tahu jika keponakannya itu sedang menahan kesal.


"Anan tium tium, ih " cegahnya Sam pada Kahyangan.


"Terus dede maunya apa dong?"


.


.


.


.


.


.


Onty bobo ama dede ya ntal malem, Keh?



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Mang enak lu Bu 🀣🀣🀣


Akan ku siksa dirimu di lapak baby bear πŸ˜‚πŸ˜‚


Like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2