
ππππππ
"Sebentar aja kok, sayang" rayu Air saat ia meminta izin pada Hujan untuk pulang ke apartemen setelah dari kantor.
"Tapi aku mau ikut, kakak jemput aku atau aku nyusul kesana sekarang, kita ketemu di apartemen, Ok" rengek Hujan yang tak menerima penolakan saat ini.
"Kamu gak boleh capak, Jan. Nanti lusa sehabis cek kandungan kita nginep disana ya" ujarnya lagi memberi pengertian. Usia kehamilan yang masih sangat muda kadang membuat calon ayah itu sangat khawatir jika Hujan mengeluh keram meski hanya dalam hitungan detik.
"Aku maunya sekarang bukan lusa, aku kangen Mama"
"Mama sibuk ngurusin Papa, gak ada waktu buat nemenin kamu"
"Kakak bohong, mama gak sejahat itu sama aku"
Tuuuuuuttt....
Hujan yang memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak membuat Air serba salah, Tapi ia tetap memilih pulang ke apartemen meski tanpa istrinya nanti.
Jam lima ia keluar dari kantor langsung menuju parkiran tempat mobil mewahnya berada. Kereta besi itu ia lajukan dengan kecepatan lumayan sedang hingga tak sampai satu jam ia sudah sampai disana.
Langkahnya terhenti tepat didepan pintu yang ternyata sedang di buka Bumi.
"Mau kemana?' tanya si sulung pada kembarannya.
"Mau cari angin" jawab si tengah asal sambil melengos pergi.
"Cari bini woy!!!!" teriak Air yang langsung membuat adiknya itu memicingkan matanya secara tajam.
Dasar anak bawang...
Ia yang baru masuk langsung melanjutkan lagi langkahnya menuju kamar kedua orang tuanya di lantai dua yang bersebelahan dengan kamar Bumi.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
Air mengentuk pintu berwarna coklat itu dengan sedikit keras
"Masuk, kak" Air yang mendengar suara mamanya menyahut dari dalam tentu langsung membukanya.
CEKLEK...
"Mah.. Pah.." sapa si sulung sambil memeluk kedua orangtuanya secara bergantian.
"Sayangnya mama baru kesini, Hujan mana?" tanya Melisa yang menoleh ke arah pintu yang tak di tutup putranya mengira jika sang menantu akan menyusul masuk.
"Aku langsung dari kantor, gak pulang dulu buat jemput" jawab Air yang sudah meringsek naik ke atar ranjang ingin dipeluk oleh Reza, pria yang ia rindukan saat ini.
"Kenapa gak minta supir buat anter kesini, Kak"
Air menggelengkan kepalanya.
Reza dan Melisa mengangguk paham jika mungkin kali ini putra kesayangannya itu sedang ingin bersama mereka. Sebesar apapun Air, ia tetap menjadi anak yang menggemaskan bagi kedua orang tuanya, anak manja yang masih butuh belaian hangat Reza dan Melisa yang tak kan terganti oleh apapun dan siapapun.
.
.
Sampai disana Pria tampan itu langsung masuk kedalam kamar, senyumnya melebar saat melihat sang istri belum terlelap malah justru sedang bersandar di punggung ranjang.
"Kakak mandi dulu ya sayang" ucapnya setelah mencium kening Hujan yang merengut tanpa senyum sejak ia datang.
Air mengguyur tubuhnya dengan air dingin di bawah shower sampai bersih, harum tubuhnya sempat menggoda penciuman Hujan saat suaminya itu keluar dari kamar mandi.
"Kamu udah minum obat belum?" tanya Air saat ia naik keatas ranjang setelah ia berpakaian lengkap.
__ADS_1
"Ada salam dari mama sama papa, mereka nunggu kamu lusa. Nanti kita nginep ya sayang" ujarnya lagi tanpa di respon sama sekali oleh Hujan.
"Tidur yuk, Kakak capek" ajak Air sambil menarik tubuh sang istri dalam dekapannya.
"Marah ya, maaf ya cantik" Air menciumi seluruh wajah Hujan berkali-kali.
"Jangan diem aja dong, kakak kan udah minta maaf"
"Jan.. "
"Sayang... "
"Jan Hujan dereeeees"
.
.
.
.
.
.
.
Setan aja sibuk godain aku.. masa kamu justru diemin aku sih??? !!!
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
__ADS_1
Kelakuan orang ganteng sampe terkenal di dunia ghaib π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.