Air Hujan

Air Hujan
bab 112


__ADS_3

🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Kalian mau apa?


Ricko yang datang bersama istrinya masih berdiri di ambang pintu dengan tangan memegang kenop.


Dan sedetik kemudian ia tersenyum mengejek ke arah pasangan muda itu yang kini berada di atas ranjang pasien.


"Uncle keluar sana! kakak belum di cium" umpat Air yang kesal karna bibir Hujan belum mendarat di wajahnya.


"Dih, Uncle baru dateng udah di usir" decak Ricko ikut kesal.


Ameera langsung masuk menghampiri keponakan sekaligus musuh kecilnya itu.


"Kirain udah nikah gak bakal di cium aspal lagi, kak! " ejek mantan duda impian anak bungsu Rahardian itu.


"Aspalnya gatel, Mana anget banget" balas Air yang membuat para istri mereka menggeleng kan kepalanya.


"Sepi banget, pada kemana? " tanya Meera saat dirasa tak ada siapapun di kamar rawat inap yang nampak sangat mewah bagai hotel bintang lima.


"Pada di kantin, Baru keluar tadi" Jawab Hujan yang sudah turun dari ranjang namun tangannya masih di genggam oleh Air.


Ameera menarik kursi agar lebih dekat dengan keponakannya, meski sedari Air masih bayi mereka jarang sekali akur tapi tetap saja Ameera akan selalu khawatir jika terjadi sesuatu pada keponakan cengengnya itu.


Anak sulung sang kakak itu selalu memberi warna di hari-hari remajanya dulu.


"Adek gede kenapa? " tanya Air yang masih iseng memanggilnya Adek gede


"Huft! Masih aja lemes kalo liat kakak begini. Bisa hati-hati gak sih kalo bawa motor? " Akhirnya wanita itu mengomel juga disisi Air yang terbaring.


"Padahal kakak gak ngebut loh" elaknya mencoba membela diri.


Ameera terus mengomel dan Air hanya menanggapinya dengan santai, masuk kuping kanan keluar kuping kiri mungkin itu kalimat yang pantas di tunjukan pada si sulung karna ia tak hentinya melirik ke arah sang istri.


Ceklek.

__ADS_1


Suara pintu yang terbuka membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka kepada empat orang dewasa yang masuk secara bergilir.


Reza, Bumi, Langit dan yang terakhir tentu Melisa.


"Baru dateng, Dek" tanya Reza pada adik kesayangannya itu.


"Udah dari tadi, kaliannya aja pada gak ada" keluh Meera sambil Bergelayut manja pada kakaknya.


Melisa langsung masuk dan kini duduk di tepi ranjang putranya, ia tatap wajah tampan si sulung.


"Mau makan?," tanya Melisa yang di jawab gelengan kepala.


Reza yang ikut mendekati kearah Air langsung juga mencium anak manjanya itu.


"Enak, kak? " goda papanya yang di balas cibiran oleh Air.


Semuanya tergelak melihat Cucu pertama Rahardian itu tak hentinya diejek sampai ia menitikan air mata.


"Kakak sakit lahir bathin kalo kaya gini"


.


.


"Sirik ya! " ejek Reza yang tiba tiba duduk di sisi pria berlesung pipi itu.


"Enak aja, pala lo bilang gue sirik" dengus Ricko kesal.


"Emang dari dulu hobby lo sirik sama gue" Reza tersenyum menyeringai memancing emosi adik iparnya.


"Dari pada lo! hobbynya ngarungin bini kalo ada gue!" balas Ricko dan kini malah Reza yang tersulut amarahnya.


"Bewh.. berani amat lo ngomong! " decak Reza bangun dari duduknya.


"Kenyataan woy! " seru Ricko sambil terkekeh.

__ADS_1


Jika Reza senang menyindir tentu lain dengan Ricko yang akan membalasnya dengan ejekan.


Reza yang kesal langsung melempar card unlimitednya ke arah AMEERA.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dek.. shoping sana di negara x..


jangan pulang kalo belom abis uangnya!


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Kelemahan cewe emang di duit πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘


Bobo dewek dah lo mantan duda impian!

__ADS_1


like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2