Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 130


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Air dan Hujan yang baru keluar dari salah satu Apartemen mewah di pusat kota melangkah dengan santai menuju parkiran tempat dimana mobil mereka berada.


Keduanya bersiap untuk pulang setelah bertemu dengan teman sekaligus dokter yang bekerja di rumah sakit milik Hujan.


"Itu dia tinggal sendiri disana?" tanya Air sambil menyalakan mesin mobil.


"Kayanya sih, baru kali ini juga dateng" sahut Hujan. Sikapnya yang cuek memang tak pernah tahu apapun tentang orang-orang di sekelilingnya.


"Kaya pernah ketemu, tapi lupa dimana. Nanti kamu coba tanya ya dia pacar siapa"


Hujan langsung menoleh kearah suaminya dengan tatapan bingung tak paham apa yang di perintahkan padanya.


"Aku jadi miss kepo, gitu?" Jawab Hujan yang membuat Air tertawa gemas.


Hujan tak meneruskan lagi perbincangannya karna ia sibuk bertukar pesan dengan mama mertuanya untuk menanyakan Samudera yang ia tinggal barusan.


"Dede udah tidur?" tanya Air dengan tatapan tetap kearah jalan didepannya.


"Gak tahu, soalnya gak lagi di kamar mama" jawab Hujan dengan mata tetap fokus pada layar benda pipih yang ia pegang saat ini.


"Kok gak sama mama? terus sama siapa dong" tanya Air lagi mulai sedikit panik.


Dede kabur ke kamarnya Bumi juga Kahyangan!


.

__ADS_1


.


.


"Dede mahu bobo sama Onty nyang nyang ih" sahutnya yang ternyata sudah duduk di tengah ranjang Bumi dan Kahyangan.


"Kok bobo disini? kenapa gak sama papAy aja atau sama Appa sana" kata Bumi sambil jalan mendekat lalu duduk di sisi ranjang.


"Nda mahu! dede mahu sama Onty" tegasnya dengan tangan melipat di dada.


"Cini.. cini.. Onty bobo sama dede" ucap Sam seraya melambaikan tangan Agar Kahyangan lebih dekat dengannya.


"Eh... enak aja!" timpal Bumi menarik istrinya, lalu mendekap Yayang dengan erat sampai bidadari hatinya itu meronta ingin di lepaskan.


"Tan, tadi dede dah biyang mahu bobo ama onty!" protes si bocah menggemaskan, ia tak terima saat keinginannya itu tak di turuti padahal Kahyangan tadi sudah mengangguk setuju.


Kahyangan meringsek ke tengah ranjang mulai berbaring bersama Samudera yang juga melakukan hal yang sama.


Bumi membulatkan matanya saat melihat Kahyangan meledek dengan cara menjulurkan sedikit lidahnya sambil terkekeh.


"Aku gimana? terus aku tidur dimana?" tanyanya kesal.


"Angkel melem di syofa sana gih" samudera tergelak sambil berhambur memeluk Kahyangan.


"Onty ama dede ya, Onty anan bobo ama angkel ntal didit didit. Auh benel oey!" adunya sembari memprovokasi tak lupa ia juga memperlihatkan bekas gigitan Bumi di tangannya yang sebenarnya tak ada.


"Ini yang di gigit? sakit dong" timpal Yayang makin senang meladeni ocehan Sam..

__ADS_1


"Iya, Taya kula didit didit olang" sahutnya dengan wajah serius namun polos.


"Sejak kapan kura-kura gigit orang? boong banget" cebik Bumi masih duduk di tepi ranjang.


"Butan kula, api Kulaaa"


"Iya, kura kura, kan?" tanya Bumi lagi memastikan.


"Ya awoh, butan ih. Itu kula Appa" decak Sam kesal karna unclenya tak mengerti apa yang di maksud.


"Apa sih, Yang?" kini pertanyaan, Bumi layangkan pada istrinya yang menggeleng kan kepala sebab sama tak pahamnya.


"Aku juga gak tau, aku kira sama artinya kura kura"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Butan , kula taya papAy yang cuka didit didit lehel Moy!


__ADS_2