Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 39


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚



"Aduh.. yang abis Aun baru bangun, itu matahari udah ada di ujung langit, tuan muda" goda Air pada putranya yang masih berguling malas di box.


"Appa, na?" tanya nya langsung menanyakan Reza.


"Lagi ngopi, dede mau?"


Samudera menggeleng sambil tersenyum menggemaskan, meski baru kembali dari alam mimpi tapi wajah tampannya tak bisa di ragukan lagi.


Air langsung menggendong Samudera menuju sofa depan TV, ia duduk kan anak kesayangannya itu diatas paha sembari mengajaknya mengobrol meski kadang ia tak mengerti dengan apa yang di katakan Samudera.


"Mau minum susu gak? "


"N'da, Moy na?" tanyanya menanyakan Hujan yang belum ia lihat sejak bangun tidur karna biasanya wanita cantik itu selalu memberikannya ciuman selamat pagi saat Samudera membuka mata.


"MiMoy anter Amma, dede bangunnya siang sih, jadi gak di ajak. Kita mandi yuk" ajak Air sambil menaik turunkan alisnya, ada saja tingkah aneh. dan ide jahilnya saat memandikan Samudera meski berkali-kali harus mendapatkan cubitan panas dari sang istri yang tak terima anaknya jadi korban Keisengan.


"N'da, Appa" ucapnya sembari menggeleng dan meronta ingin turun, bocah satu tahun itu merangkak menuju pintu yang tertutup.


"Awas tuh, gajah gigit dede nih"


Samudera berhenti lalu duduk, ia menoleh ke arah Air yang tadi menakutinya.


"Appa"


"Bukan gajah Appa, tapi gajah beneran" sahut Air yang menebak maksud perkataan Sam.

__ADS_1


"Na?" tanyanya polos.


"Ya ampun.. malah nanya mana, noh di kebon binatang!" cetus Air sambil mendekat kearah Samudera, ia gendong bocah tampan itu keluar dari kamarnya


Huleeeeeeee...


Sorak senang seraya bertepuk tangan menandakan jika Baby Bear begitu bahagia akan bertemu Gajah kesayangannya, Reza yang berada di ruang tengah sedang menonton TV pun langsung menoleh saat mendengar suara buntut gajahnya.


"Sayangnya Appa baru bangun?" tanya Reza saat menerima uluran tangan Samudera.


"Iyyaah" Sahutnya sambil tertawa karna Reza menciumi kedua pipi bulatnya.


"Hujan sama mama kok lama banget, Sih" adunya pada Reza yang langsung menoleh ke arahnya.


"Ngapai? mau nyu su?" ucap Reza sambil tertawa.


"Cih, papah itu sih!"


"Dede kok gak ngerti gak boleh ya"


"Simpen lagi di tempatnya!" titah Air yang di jawab anggukan kepala namun tujuh detik kemudian Sam justru menggelengkan kepalanya.


"Amma, Moy".Teriaknya saat mendengar suara pintu terbuka, secepat kilat ia kembali merangkak mendekat ke arah dua wanita yang sangat menyayanginya itu.


Hujan langsung menggendongnya dan membawa keruang tengah dimana ada dua pria sedang duduk bersantai.


"Ini bapak bapak pada ngapain?" tanya Melisa.


"Nunggu ibu ibu pulang lah, laper nih kita" Sahut Reza dengan sedikit memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Bukannya tadi udah ada sarapan di meja makan" ucap Hujan dengan raut wajah bingung.


"Kalo bukan bikinan mama, rasanya gak bisa ketelen" goda Reza sambil usel usel dilengan Khumairahnya.


"Jangan suka gitu, kamu gak boleh terlalu bergantung padaku, aku gak selalu ada dan sehat" jawab Melisa yang tahu jika suaminya ini sedikit rewel jika menyangkut perut.


"Aku gak mau tahu, aku maunya kamu!" timpal Reza.


"Aku tahu, Tapi.. " Melisa tak menerus kan ucapannya karna langsung di selak oleh Reza.


.


.


.


.


.


.


"Tapi aku mencintaimu, bahkan cintaku ke kamu itu bagai kamera, kalau udah fokus ke kamu yang lain ngeblur."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Inget umur bang... itu Cucu udah bisa jalan sama Uang Aun. tapi gue belom cium juga 😭


Sungguh Terlalu!!!

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2