Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 94


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Dede dari mana?" tanya Reza saat buntut gajahnya datang ke ruang makan.


Appa na?


"Appa tanya dede, kok dede malah balik tanya?" kekeh Reza sambil meraih si bayi gemoy itu ke atas pangkuannya.


Hihihihi...


Bocah menggemaskan itu malah tertawa sembari memperlihatkan enam giginya yang lucu.


Yayan.. yayan..


Emam wek wek


"Jalan jalan kasih makan bebek?" tanya Reza


Iyyaaaaah.


"Bebeknya kenyang gak?"


Apeur.


Obrolan keduanya terhenti saat Melisa sudah menyiapkan semua hidangan untuk makan malam mereka.


"Hujan mana, Kak" tanya Melisa.


"Lagi mandi, Mah"


"papAy sama miMoy abis bikin bayi buat dede ya?" bisik Reza di telinga Samudera.


Ayi, apa?


"Bayi, dede mau punya bayi gak?"


Nda


"Bikin doang, woy. Gak jadi-jadi, tapi" timpal Air sambil terkekeh.

__ADS_1


"Kalian ada rencana buat punya anak lagi?" pertanyaan Melisa membuat Hujan yang baru masuk langsung tertegun.


"Gak tau, tiga bulan lagi Hujan mau daftar kuliah" jawab Air yang tanpa sadar istrinya sedang tersenyum senang.


"Jadi lanjut kuliah?" Sambung Reza.


"Iya, Pah. Itu cita-citanya Hujan jauh sebelum kenal kakak"


Hujan yang bagai di atas awan langsung menyapa suami dan mertuanya di ruang makan.


"Malem, mah, pah, Kak" ketiganya hanya tersenyum simpul.


Hujan duduk di samping Air juga Samudera yang sedang menyuapkan makanannya sendiri, Sam memang selalu di ajarkan untuk makan sendiri meski berantakan.


"Kamu daftar kuliah dimana, Jan?" Melisa kembali bertanya.


"Niatnya di Universitas kedokteran internasional, Mah" jawabnya sedikit ragu, ia takut kedua mertuanya itu tak menyetujui keinginannya untuk melanjutkan sekolah.


"Kapan, mau daftar? punya niat baik jangan terus di tunda, Jan" kata Melisa mengingatkan, dan itu sontak membuat Hujan menoleh ke arah suaminya yang tersenyum simpul.


"Besok pagi, Aku ke rumah temen ku buat tanyain deh


"Boleh dong, Sayang. Lebih cepat lebih baik."


Makan malam usai, Hujan langsung masuk kedalam kamar untuk menghubungi tenannya, sedangkan yang lain memilih berkumpul di ruang tengah seperti biasa mengajak bermain Samudera.


********


"Kapan kamu kesana?" tanya Air saat keluar dari kamar mandi.


"Siang nanti, aku ketemuan di apartemennya, gak apa-apa aku main ya" izin Hujan malu malu.


"Iya, asal udah pulang saat aku pulang ya. Aku gak mau anak istri ku gak ada saat aku pulang kerja" pinta Air sambil memperingatkan istrinya untuk masih ingat perannya di rumah.


"Tentu, Sayang"


Setelah Air berangkat ke kantor, Hujanpun bersiap untuk pergi, ia yang sudah mendapat izin dari Reza dan Melisa pun melenggang tenang ke tempat yang akan ia tuju saat ini.


Na, Moy?

__ADS_1


"Main kerumah temen MiMoy, dede gak boleh rewel ya, nanti main sama temen dede, Ok"


Keh..


Sampai di apartemen temannya yang bernama Kinan, ia di sambut ramah dan di persilahkan masuk, tentu semua itu mereka lakukan mengingat Hujan adalah istri dari putra Rahardian.


"Kamu kasih taunya dadakan, adikku udah pergi" kata Kinan.


"Gak apa-apa, aku sekalian main kok"


"Ajak Sam main dengan anakku sini" ajak Kinan, ia yang mempunyai anak seusai Samudera langsung menggelar beberapa mainan di ruang tengah.


"Main sini ya, Sayang" kata Hujan pada putranya.


Samudera yang duduk di area bermain dengan anak Kinan langsung menjerit.


.


.


.


.


.


.


.


.


Emen akal, moooooooy...



Tabok de 🀣🀣🀣🀣🀣


wah gk tau dia onty on-line buntut gajah banyak

__ADS_1


like komennya yuk ramaikan


__ADS_2