Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 03


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚



"Holla, Ganteng. Pulang yuk, udahan ya nginep di rumah sakitnya sekarang kita otewe apartemen, Ok" ucapnya sambil mengajak Baby Bear mengobrol sembari menunggu Hujan dan mamanya juga Bunda bebenah dan membantu Hujan merapihkan diri.


"MiMoy lama ya" cetusnya lagi yang akhirnya memilih berbaring dihadapan Baby Bear.


"Siapa MiMoy?" tanya si Anak bawang yang baru datang tapi langsung ikut meringsek mendekati sang keponakan.


"Noh Hujan, si MamigeMoy" jawab Air.


Bumi menautkan kedua alisnya kemudian kembali bertanya lagi. " Terus kakak mau di panggil apa?".


"PapAy, PapaAy" sahut Air sambil tergelak.


Lebay..


*****



Sampai di apartemen, Baby Bear langsung di bawa ke kamar orangtuanya yang masih di lantai dua. Kamar yang Air tempati sejak masih remaja itu kini berubah drastis saat ia memiliki anak.


Boneka beruang bertebaran dimana-mana dengan macam-macam ukuran dan warna.


Si tampan generasi baru Rahardian itu dibaringkan di boxnya karna tengah terlelap tidur setelah kenyang menyusu sepanjang perjalanan pulang.


"Kamu ikut istirahat ya, Biar aku yang jagain" titah Air pada Hujan.

__ADS_1


"Kakak gak ikutan tidur?, Babynya mumpung lagi nyenyak banget tuh"


"Enggak, kakak ada kerjaan sedikit, lusa udah masuk kantor lagi, gak apa-apa, 'kan?" tanya Air yang sebenarnya masih tak tega.


"Gak apa-apa, kan ada Mama, Omma sama Adek" jawab Hujan yang tak ingin sang suami berubah pikiran.


"Bunda?"


"Nanti akan kesini sesekali" sahutnya sambil berganti pakaian.


Hujan yang merasa pegal langsung merebahkan tubuhnya di tengah kasur yang kemudian menguap beberapa kali sampai Air harus terkekeh karna melihat mata Hujan sampai berkaca-kaca sebab menahan kantuk.


"Tidur sana, nanti Kalo bangun aku susui pake botol"


"Oh, kirain mau kamu yang nyusuin" ejek Hujan yang kini sudah meringkuk.


"Gak usah mancing, yang ada aku yang kepengen nyusu nih" timpal Air yang langsung membuat Hujan membalikkan tabuhnya.


.


.


"Gembul amat sih, nangis mulu" kata Air sebelum ia menyiapkan susu yang sudah lebih dulu dipompa oleh Hujan.


Air yang begitu sabar memegangi botol susu sambil tak hentinya tersenyum saat memandangi makhluk kecil hasil garap tanam dan siramnya itu.


Tubuh mungil berhidung mancung dengan bibir yang merah ranum membuat siapapun yang melihatnya akan langsung jatuh cinta serta ingin membawanya pulang


Tok.. tok.. tok...

__ADS_1


Melisa membuka pintu kamar sang putra dengan pelan saat Air mengizinkannya untuk masuk.


"Hujan belum bangun?" tanyanya saat sudah ada di sisi anak dan cucunya.


"Belum, Mah. Biar punya tenaga buat bergadang nanti malem" jawabnya yang kembali fokus pada Baby Bear.


"Tapi Hujan harus makan, ini sudah lebih dua jam dia tidur"


"Iya, nanti Kakak bangunkan" sahut si sulung sembari meletakan botol susu yang sudah kosong keatas nakas.


Anak dan Ibu itu begitu gemas saat Baby bear tak kembali tertidur, dan malah justru bermain, wajah tampannya begitu menggemaskan seakan menantang ingin selalu di cium dan di cium terus terutama wangi badan dan napasnya yang begitu khas.


Baby Bear tersenyum seakan mengerti jika ia sedang di ajak berbicara oleh Papa dan neneknya.


.


.


.


.


.


Kak, Ini buat mama ya. Kamu bikin lagi deh!


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Jangan, Mel.

__ADS_1


Nanti gajah cemburu 🀣🀣🀣🀣


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2