
☘☘☘☘☘☘☘☘
Nomer yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Hujan menekan kembali nomer kontak suaminya, dan hasilnya ternyata sama jika hanya suara operator yang ia dengar berkali-kali.
"Kenapa sekarang jadi gak aktif?" gumamnya pelan kebingungan.
Ia menyandarkan tubuhnya disandaran kursi dengan mata menatap keluar jendela mobil, begitu banyak pertanyaan yang kini ada dalam hatinya tentang di mana dan dengan siapa suaminya kini berada.
"Pak, anter saya pulang ke rumah bunda aja ya" pinta Hujan pada supir keluarga suaminya.
"Tapi, Nona" ada keraguan yang Hujan lihat saat sang supir mentapnya lewat kaca spion.
"Gak apa-apa, nanti saya yang akan bicara dengan suami saya" ucap Hujan meyakinkan.
Hujan memilih tak pulang ke apartemen karna perjanjian menginap di rumah bunda memang dua hari dua malam sebagaimana Air sudah setuju sebelumnya.
Otaknya tak bisa berfikir jernih kali ini, semua buntu dalam sekejap.
Ia terus melamun sampai tak sadar jika mobil sudah menepi di depan rumah sang bunda.
"Non, sudah sampai" ucap si supir membuat Hujan sedikit kaget dengan suaranya.
"Iya, Pak. Terimakasih"
"Sama-sama Nona" balasnya lagi dengan sangat sopan dan ramah.
Hujan Langsung turun dari mobil, ia melangkah dengan begitu gontai bagai tak menapak jalan.
Tangannya mulai mencari-cari kunci dalam tasnya karna ini memang belum waktunya bunda pulang dari rumah sakit umum tempat ia bekerja.
Gadis yang sedang merasakan kagundahan hati itu kini sudah berada di tengah ranjang, ia pejamkan matanya sampai tak terasa buliran cairan bening turun begitu saja dari ujung matanya, Hujan mencoba terus menghubungi sang suami yang hilang bagai di telan bumi. pikirannya pun melayang pada kejadian beberapa waktu lalu saat ada sosok wanita lain yang masuk dalam rumah tangga mereka.
Semoga kamu baik-baik aja ya, Kak.
__ADS_1
Ternyata rasanya begini nunggu kabar dari orang yang begitu berarti dalam hidup kita.
Maaf aku sering mengabaikan dan melewatkan semua pesan darimu!
Maaf....
Hujan yang begitu lelah hati, fikiran dan tubuh akhirnya terlelap begitu saja, ia langsung mengarungi mimpi meski masih ada sisa kebasahan di wajah oi catnya kini.
.
.
.
"Jan, bangun! sudah malam, bersihkan dulu tubuhmu"
Bunda mengguncang bahu Hujan sampai gadis itu tersentak kaget
"Kakak!"
"Kamu kenapa?, mimpi buruk?" tanya Bunda.
Buliran keringat membanjiri kening dan leher Hujan.
"Enggak, Bun. Cuma lagi inget sama Ay aja" jawab Hujan dengan dada naik turun karna jantungnya berdegup sangat kencang.
"Kalian gak pulang bareng?, kemana suamimu?"
Hujan menggelengkan kepalanya lalu tertunduk lesu sedang bunda yang sepertinya peka langsung meraih tubuh Hujan untuk di peluk dalam dekapannya.
"Kalian bertengkar?, Ada apa?" Bunda semakin di buat penasaran, ia mulai mencurigai tentang pertengkaran Air dan juga Fajar kemarin malam.
"Enggak, Bun. Ay lagi ada urusan di luar. Cuma dia gak bilang mau kemana terus aku hubungi gak bisa dan sekarang malah gak aktif ponselnya, aku cuma lagi bingung aja" jelas Hujan mengungkapkan semua isi hatinya pada orang yang mengurusnya selama ini.
"Kamu udah tanya keluarganya?" tanya Bunda ikut khawatir.
__ADS_1
"Aku cuma tanya Bumi, dia bilang gak tau" jawab Hujan lagi.
Bunda menghela nafas kasar, ia usap kepala gadis cantiknya itu penuh kasih sayang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pulanglah...
Tunggu suamimu dirumahnya!
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Si bunda mabok sambel goreng tumben bener😂😂
Kak.. woy di mana lo? 🧐🧐🧐
Masa iya gue kudu keluarin baskom ajaib 😂
Like komennya yuk yuk yuk yuk yuk yuk
__ADS_1