Air Hujan

Air Hujan
Bab 163


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Dua tahun kemudian..



"Gak usah senyum senyum, dengerin Abang tuh" bisik Reza saat ia dan ketiga putranya ada di panggung ballroom Hotel setelah di adakan nya pengumuman Air dan Bumi yang kini tengah resmi menjadi Direktur Utama di masing-masing perusahaan yang memang sudah disiapkan untuk kedua pewaris Rahardian itu.


"Kakak denger, Pah. Bumi tuh yang ngelamun aja" jawab Air sambil terkekeh meledek kearah adik kembarnya.



Bumi yang namanya di sebut langsung menoleh sambil merengut kesal, tak ada yang berubah dari si tengah sikap cuek dingin dan angkuhnya masih mendarah daging sampai detik ini.


"Gak usah macem-macem" cetus Bumi kearah sang kakak


Air yang merdengar ocehan adiknya pun hanya bisa menahan tawa.


"Hey.. kalian itu udah dewasa. Ribut terus" seru Reza menengahi perdebatan di antara anak kembar tampannya yang memiliki wajah sama tanpa perbedaan sama sekali.


Akan sulit bagi orang yang baru pertama kali melihat Air dan Bumi jika tak membedakan dari sifat keduanya yang jauh berbeda.


.


.


.


Semuanya kini kembali ke meja masing-masing setelah Langit selesai memberi kata sambutan, ia yang kini menjabat sebagai presiden direktur terlihat semakin tampan dan berwibawa.


"Pah, kapan udahannya?" tanya Air.


"Sabar, Kak. Suruh siapa istrinya gak di bawa jadi uring-uringan kan?" cetus Reza kesal pada si sulung yang masih merengek ingin pulang.


"Kan mau nemenin Bumi yang sendiri, Pah" ledek nya lagi pada kembarannya.


"Cih, nimpuk boleh gak sih!" sentak Bumi geram karna selalu menjadi bahan ledekan kakaknya.


"Boleh.. boleh dengan senang hati" kekeh Reza yang langsung membuat si sulung merengut.


" Papah.... " rengek nya seperti biasa.

__ADS_1


Bukan Air namanya jika ia tak bergelayut manja pada papanya tak perduli kini usianya sudah memasuki umur dua puluh empat tahun, sudah lulus kuliah dan siap bekerja memenuhi tanggung jawabnya sebagai salah satu petinggi di perusahaan keluarga.


"Selamat malam" sapa seseorang pria seumuran Reza yang datang ke meja mereka


"Selamat malam juga, lama tak bertemu. Apa kabar?" tanya Reza pada orang tersebut yang ternyata salah satu rekan bisnisnya beberapa tahun lalu.


"Kabar baik, ini pasti si kembar ya" ujarnya menatap Air dan Bumi bergantian.


Kedua pemuda tampan itu pun langsung mengulurkan tangan, termasuk pada seorang gadis yang berada di sisi pria tersebut.


"Sampai lupa memperkenalkan anak saya, kenalkan ini Putri, dia baru pulang dari luar negeri seminggu lalu dan akan meneruskan kuliah nya disini"


"Air"


"Bumi"


"Aku Putri" balas si gadis cantik berambut coklat itu.


"Udah tahu, kan tadi udah di bilangin" kekeh Air yang langsung membuat Putri malu dan menunduk.


"Kak.. " lirih Reza yang kadang ingin mencubit si sulung saking kesalnya.


"Haha, Iya iya.. saya tadi sudah menyebutkan namanya. saya harap kalian bisa menjadi teman untuk Putri karna selama tujuh tahun baru kali ini ia kembali ke kesini" ucap Ayah Putri penuh harap.


Air berjalan meninggalkan Ballroom Hotel sambil terkekeh, Ia sungguh tak sabar menuju salah satu kamar yang ada di sana.


Ia mendapat kabar dari si bungsu jika kakak iparnya itu menyusul ke Hotel tempat dimana di adakannya acara peresmian.


Cek lek..


Air tersenyum lebar saat melihat punggung wanita belahan hatinya itu sedang berdiri di depan kaca besar yang langsung bisa melihat indahnya langit malam.


"Kenapa tadi gak sekalian ikut?" tanya Air saat tubuh langsing itu ada di dalam dekapannya, Air memeluk Hujan dengan sangat erat namun lembut dari belakang.


"Aku takut" jawabnya pelan.


"Jangan di ingat terus, Kita masih punya masa depan yang panjang. Jangan lagi menoleh kebelakang ya" bisiknya pelan.


"Kenapa?" tanya Hujan sambil menoleh, dengan cepat Air langsung mencium bibir ranum sang istri.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tuh kan, dibilang jangan nengok ke belakang.


Jadinya ciuman deh!!!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Huaaaaaaaaaaaaaa...


Kangen modusnya kakak 😘😘😘😘😘😘😘😘


Selamat datang di hidup baru.


selamat tinggal masa lalu..


Makasih buat readers yang masih stay di bab bab paling nyakitin dan gemesin.. tanpa skip ya..

__ADS_1


Sayang kalian semua yang setia like jg komennya di semua bab.. sehat trs ya buat sayang sayangnya kakak Ay..


__ADS_2