Air Hujan

Air Hujan
Bab 175


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Alena" gadis itu mengulurkan tangannya pada Hujan karna ia merasa bersalah melihat Reaksi aneh yang di tunjukkan Hujan.


"Aku Alena, namamu siapa?" tanyanya lagi.


"Hujan.. aku Hujan" balasnya sambil menerima uluran tangan Alena.


"Baiklah, aku atau kamu yang masuk duluan?" tawar Alena dengan sangat ramah.


"Aku duluan" jawab Hujan cepat.


Alena terkekeh sembari mempersilahkan Hujan masuk kedalam salah satu bilik kamar mandi.


Sepuluh menit berselang ternyata keduanya keluar secara berbarengan dari dalam toilet masing-masing, dan itu membuat Alena justru tertawa.


"Kamu yang sakit atau hanya mengantar yang sakit?" tanya Alena yang akhirnya berbasa basi


"Aku sakit, Hem..aku yang sakit" sahut Hujan pelan, entah sakit seperti apa yang harus ia jelas kan pada gadis di hadapannya itu.


"Lekas sembuh ya, semoga orang-orang di sekelilingmu selalu ada bersamamu untuk memberimu semangat dan doa"


Hujan menitikan air mata, bayangan suaminya mendadak melintas begitu saja di pelupuk matanya.


"Ya, Aku harus sembuh. Apa kamu mau berteman denganku?"


Alena mengernyitkan dahinya, matanya melirik kearah tangan yang terulur di hadapannya kini.


"Tentu, aku suka mendapat teman baru, Mari kita bersahabat" ucapnya menerima lagi uluran tangan Hujan.


Kedua gadis itu malah justru saling memeluk satu sama lain, baru pertama bertemu namun Hujan sudah merasa nyaman dengan Alena.


Mereka yang keluar dari dalam toilet berjalan beriringan sambil tertawa kecil tentu membuat Air tersentak kaget.


"Sayang... Kamu gak apa-apa, Kan?" tanya Air sedari tadi resah menunggu Hujan kembali.


"Aku gak apa-apa, aku justru mendapat teman baru di dalam toilet" seru nya sambil terkekeh dalam pelukan sang suami.

__ADS_1


"Kok bisa?, kirain cuma bisa ketemu sama kuman aja gitu dalam toilet" jawab Air yang merasa lucu.


Alena tersenyum simpul, ia melihat pasangan di hadapannya ini begitu hangat dan manis.


"Aku Alena, tadi tanpa sengaja menyenggol Hujan di dalam toilet dan akhirnya kami berkenalan" jelas Alena.


"Oh, Aku Air. Suami Hujan" jawabnya dengan ramah.


"Aku boleh temenan, Kan?" tanya Hujan meminta izin.


"Boleh sayang, apapun itu asal membuatmu nyaman dan bahagia" Air mencium kening Hujan tepat di hadapan Alena yang langsung membuang pandangannya karna merasa malu.


"Maaf.. aku tak bisa mengusai diriku jika sedang bersamanya" Air yang sadar merasa tak enak hati pada Alena.


"Tak apa, aku hanya iri melihatnya"


Hujan yang masih berada dalam pelukan suaminya tak henti tersenyum, ia suka dengan Alena dan berharap mereka benar-benar bisa bersahabat.


"Kamu menjenguk siapa disini?" tanya Air, setidaknya ia harus tau asal usul dan latar belakang orang yang ingin berteman dengan istrinya.


"Sakit apa?" tanya Hujan mulai penasaran.


"Kecelakaan mobil, tapi sudah sadar dan tinggal menunggu pemulihannya saja, doakan agar dia cepat sembuh ya" Pinta Alena sambil meraih tangan Hujan seakan ia pun meminta kekuatan.


"Pasti, kami akan berdoa untuk kesembuhannya dan juga kesabaranmu yang sedang menemaninya" balas Air yang masih merangkulkan tangan di bahu Hujan.


"Terima kasih, kamu juga lekas sembuh ya, yakin harus kuat" timpal Alena yang akhirnya juga berpamitan pada Hujan dan Air..


"Kemana jika aku bertemu denganmu lagi?" tanya Hujan setelah mengurai pelukannya


"Cari saja di lantai sembilan"


"Atas nama siapa?" tanya Air.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


REYNAND....


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Silahkan tebak sendiri siapa mereka 🀣🀣🀣🀣


like komenn'y yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2