
ππππππππ
Air dan Hujan yang baru saja pulang dari kantor langsung masuk kerumah utama dengan menuntun Sam di tangan kanan dan kiri mereka, keduanya tersenyum saat melihat Reza juga Melisa sedang duduk bersantai di ruang tengah, pasangan suami istri yang selalu nampak romantis itu langsung menoleh saat Sam berteriak kesenangan.
"Holleeeeee"
"Appa puwang, Amma puwang"
"Dede main ama Jajah agih"
Reza yang bangun dari duduknya tentu menyambut hangat sang cucu yang langsung minta ia gendong.
"Appa mana sih?" tanya Sam sambil memanyunkan bibirnya yang mungil.
"Appa ada urusan sebentar, sayang" jawab Reza yang semakin gemas pada Sam yang bawelnya kadang membuat semua orang pusing.
"Appa nda ajak Dede?"
Reza tak menjawab, ia hanya mencium kedua pipi Sam dengan gemas namun penuh kasih sayang.
Sam yang dibawa ke kamar orangtuanya membuat Air langsung menarik tangan sang istri ke kamar pribadi mereka. Air yang mengunci pintu sampai dua kali tentu saja membuat Hujan kebingungan akan sikapnya.
"Kenapa?"
"Kenapa kamu bilang?!" Air balik bertanya. Kini ia mengunci tubuh langsing Hujan yang nampak lelah.
"Bisa gak sih gak usah nunggu kakak duluan yang kabarin kamu?" protes Air lagi lagi lagi dan lagi.
Hujan yang paham hanya bisa menunduk karna cukup tahu diri.
"Aku sibuk banget, Kak. Maaf"
__ADS_1
"Selalu dengan alasan yang sama!" cetus Air kesal, ia menarik dasinya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Pertengkaran yang sama, aku yang selalu mengulang kesalahanku dan kamu yang masih belum mengerti kesibukanku" gumam Hujan yang menatap sendu pintu berwarna putih yang dibanting cukup keras oleh suaminya barusan.
*****
Sedang di kamar lain Samudera yang baru dimandikan oleh Melisa tak mau diam saat ingin di pakaikan baju, balita aktif itu terus saja berlari mengitari kamar sampai Reza harus menangkapnya agar diam.
"Encok aku, Ra, kalo begini terus setiap hari, bisa puasa gak nengok hutang ini sih!" ocehnya kesal.
"Appa iket ya kakinya kalo lari lagi" ancam Reza pada cucunya.
"Nda mahu pakai baju, gelah ih..." tolaknya seperti biasa, Samudera mau mandi tapi tak mau memakai baju. Entah dulu menantunya itu mengidam apa sampai memiliki anak dengan sifat aneh seperti Sam.
"Mana ada gerah sih, de"
Sam hanya tertawa geli saat mendengar Appanya protes dan tak percaya.
"Benel, gelah ih.. "
"Nanti kamu masuk angin de', ayo cepetan"
"Nda ih.. gelah Amma"
"Biarin, ntar juga di gigit nyamuk badannya kalo gak pake baju"
"Umak tatut ama dede, ooooooey" kekehnya yang sampai terlihat semua gigi putih yang berjejer rapih
"Gak usah ngelawak! ayo cepet nanti Appa kasih dede hadiah" kata Reza masih merayu.
"Appa mahu acih dede apa?" tanya Sam yang akhirnya lupa kalau ia sedang di pakaikan baju.
__ADS_1
"Nanti, Appa ambil dulu"
Reza berjalan menuju rak dekat TV, ia mengambil Papperbag kecil lalu menyerahkannya pada Sam.
"Wah... mahu.. mahu..." jerit nya kesenangan.
"Sini Amma pakein" tawar Melisa sambil meraih benda yang di pegang Sam untuk di pakaikan dikepala cucunya.
"Dede anteng Nda?"
"Ganteng dong" jawab Reza dan Melisa berbarengan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tuping dede banak banak ya.. ada empat Ooooey!
__ADS_1
Tutut jajah asli ini sih π€£π€£π€£π€£
Like komenya yuk ramaikan