Air Hujan

Air Hujan
bab 143


__ADS_3

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Hai... liat nih, gue bawa siapa?


Hujan yang dibawa ke lantai dua merasa bingung dengan dua orang gadis seusianya yang ada disana, mereka menatap Hujan dengan senyum menyeringai.


"Lebih cepet dari yang gue kira" ucap salah satu.


"Kalian mau apa?" tanya Hujan mencoba melepas tangannya yang dicekal oleh Melan.


"Mau kasih lo pelajaran, wahai nona muda RAHARDIAN"


Ketiga gadis itu tertawa terbahak-bahak, bahkan salah satu dari mereka mencengkram bagian bawah wajah Hujan dengan sangat keras sampai ia harus meringis kesakitan.


"Apa yang udah lo lakuin ke Ay sampe dia bertekuk lutut di hadapan lo, padahal lo itu bukan siapa-siapa. Cantik aja standart banget" ucap Melan.


"Lo itu cuma anak yatim piatu yang di urus sama wanita korban perkosaan, kan?" timpal Sarah, gadis yang tadi mencengkram wajah Hujan.


"Jaga mulut kalian!" sentak Hujan yang tak pernah terima jika masalalu dan aib bundanya mulai menjadi bahan pergunjingan.


"Ups, kayanya kita terlalu jujur deh"


Melan mulai menarik tangan Hujan menuju satu kursi kayu, sedang Sarah yang sedari tadi tertawa karna menikmati raut wajah ketakutan Hujan sibuk memanjangkan tali yang di berikan oleh temannya yang bernama Vika, ketiga gadis itu benar-benar melayangkan aksi balas dendam mereka di dalam sebuah ruko yang letaknya sangat sepi dan jauh dari pemukiman yang lainnya.


"Lo yakin, gada yang ngikutin lo tadi pas bawa nih cewe?" tanya Vika yang berusaha menahan tangan Hujan saat gadis itu meronta ingin di lepaskan.


" Yakinlah, gue lewat belakang kampus, pas keluar lorong kebetulan CCTV lagi rusak dari kemarin sore, kayanya belum sempet di ganti." jawab Melan.


" Lo mau apa?" tanya Sarah menanyakan benda yang sedang di pegang Melan.


"Ini?, lakban" sahut Melan sambil menyodorkan alat perekat berwarna hitam pada Sarah.


"Gak usah di tutup mulutnya, justru gue mau denger jerit tangis sama rasa sakitnya nanti" jawab Vika dengan senyum menyeringai.


"Kalian mau apa?, gue ada salah apa sama kalian tolong lepasin gue" pinta Hujan yang di paksa duduk di kursi kayu.


"Mel, lo panggil si gondrong, suruh dia iket ni cewek" tittah Vika yang di balas acungan dua jempol oleh Melan


Melan langsung turun lagi ke bawah memanggil pria yag tadi membuka rolling door untuknya saat ia dan Hujan datang, pria dewasa yang di panggil gondrong karna berambut panjang tak beraturan itu langsung menyetujui perintah Melan.


"Jangan sampe mati, gue gak mau ada setan di markas gue, paham!" pesan si gondrong pada Melan saat keduanya menaiki tangga menuju lantai dua.

__ADS_1


" Gaklah, kita cuma mau main main bentar" kekeh Melan yang sepertinya sudah tak sabar dengan rencana yang ia dan dua temannya susun dengan sangat matang dari sebuan lalu.


Vika dan Sarah yang sedari tadi memegangi Hujan langsung mendorong tubuh Hujan ke hadapan si gondrong sampai menantu RAHARDIAN itu tersungkur ke lantai dan hampir mengenai kaki si gondrong dan juga Melan.


"Belom apa apa kayanya udah asik banget ya" cerus Sarah.


"Kalian bisa minta apa aja, tapi gue mohon jangan sentuh gue" pinta Hujan memohon, ia tak takut di lukai tapi yang ia khawatirkan jika mungkin saja pria tinggi itu menyentuh tubuhnya, tak bisa ia bayangkan jika sampai suami dan keluarganya tahu hal itu.


"Gue cuma minta lo diem, karna kita mau seneng seneng sama lo" ucap Melan yang langsung di balas gelak tawa oleh Vika dan Sarah.


Si gondrong langsung meraih tubuh Hujan saat mendapat perintah dari Sarah lewat sorot matanya.


Gadis itu di dudukkan di kursi dengan tangan yang di ikat ke belakang.


"Kalian gak bisa giniin gue, gue gak kenal dan gada urusan sama kalian!" sentak Hujan saat di rasa suasana semakin tak aman untuknya.


"Kita emang gak kenal, gue juga gada niatan kenal sama cewek kaya lo. tapi karna lo istri dari Ay jadi sekarang kita mendadak punya urusan."jawab Sarah.


"Kenapa baru sekarang?, kalo emang karna gue istrinya" jerit Hujan yang tak tahu harus bagaimana lagi.


Ketiga gadis itu tertawa terbahak-bahak, , mereka saling merangkul di hadapan Hujan yang memandang mereka dengan sorot tajam penuh kemarahan.


"Karna mereka nunggu gue pulang" sahut Vika, gadis bertubuh tinggi semampai yang di apit Melan dan Sarah di sisi kanan dan kirinya.


" Dan lo akan rasain apa yang gue rasain dulu, gue bakal bikin hidup lo ancur dan berakhir dia ninggalin lo! "


"Ini gak adil gue gak pernah tahu hubungan kalian, kita bicarain baik-baik, Ok" pinta Hujan dengan suara lembut berharap ketiga gadis di hadapannya ini akan luluh.


" Gue gak main main, kalian harus mennderita!" tegas Vika.


Vika meminta Sarah dan Melan mengambil apa yang sudah mereka siapkan, dan betapa terkejutnya Hujan saat melihat semua itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan..


Gue mohon jangan lakuin ini..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Perkumpulan mantan laknat 🀣🀣🀣🀣🀣


Harus di ajak ngopi sianida nih kayanya πŸ˜‚πŸ˜‚


Sekalinya konflik bikin istighfar ya 😏😏


Bangunin macan yang lagi tidur anteng sih πŸ€ͺπŸ€ͺ

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2