Air Hujan

Air Hujan
Bab 188


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Dua hari berselang dan nyatanya tak ada yang berubah sama sekali, Reza yang masih merasakan mual dan pusing tak selangkah pun keluar dari kamarnya sepulang dari bandara, bahkan untuk ke toilet pun anak atau istrinya harus memapah dengan sangat pelan.


Oooeekkk..


Melisa yang berdiri di sisi suaminya dengan sangat sabar memijit tengkuk Reza yang terus memuntahkan isi perutnya walau hanya cairan.


"Aduh, Ra.. enek banget" keluhnya dengan keringat yang membanjiri seluruh wajah hingga leher dan merambat ke punggung.


"Aku udah minta Bumi buat hubungi dokter, mas Reza yang kuat ya"


Mantan Presdir itu hanya menangguk pasrah, pensiun dini nya dari perusahaan karna rencana honeymoon dengan sang istri harus gagal karna kondisi tubuhnya yang mendadak drop.


Reza memang sudah menyerahkan semua perusahaan pada ketiga anak-anaknya, si kembar dan juga Langit. Kini mereka sudah memiliki hak haknya sendiri, oleh karena itu fokusnya sekarang tentu hanya pada KHUMAIRAHnya.


Pendamping suka dan dukanya selama dua puluh lima tahun.


"Aku sakit apa ya, Ra?"


"Ya makanya nanti di periksa lagi sama dokter" jawab Melisa sambil merapat tubuh tinggi sangal suami ke kasur.


"Aku takut" lirih pria tampan itu saat sang istri menyelimuti nya.


"Gak ada yang harus kamu takuti, semua baik baik saja. Kamu hanya butuh istrirahat yang cukup, Mas"


"Tapi aku mau jalan-jalan, Ra" timpal Reza lagi.


"Masih banyak waktu, Mas Reza kok kaya balita aja ribut jalan-jalan terus" cetus Melisa.


"Aku mau bahagiain kamu, aku mau kita cuma berdua karna selama ini kamu terlalu sibuk mengurusku dan anak-anak"


Tok.. tok.. tok..


Keduanya menoleh kearah suara pintu yang terketuk secara bersamaan.

__ADS_1


"Mah, dokternya udah ada nih"


"Iya, Kak masuk aja" sahut Melisa saat Bumi mengabarkan jika dokter keluarga Rahardian sudah datang.


"Selamat siang, Tuan dan Nyonya" sapanya saat masuk dengan si tengah.


"Selamat siang juga dokter."


Melisa yang bangkit dari sisi suaminya membiarkan belahan jiwanya itu di periksa, bahkan semua anak dan menantunya kini sudah berkumpul di kamar saat Reza menceritakan apa yang ia rasakan beberapa hari ini pada sang dokter.


"Semua normal dan tak ada yang harus di khawatir kan tapi.... Apa Tuan masih memakai alat kontrasepsi?" tanya pria berjas putih itu.


"Masih dok" jawab Reza, semenjak tekanan darah tinggi sang istri mulai tak normal dan sering kambuh, memang Reza lah yang akhirnya memakai alat kontrasepsi yaitu suntik KB pria (di indo sebenarnya belum ada haha)


"Ini seperti gejala morning sickness" sambung dokter lagi yang langsung membuat semua orang yang berada di dalam kamar saling melempar padangan.


"Gak mungkin adek hamil" timpal Langit mengeratkan rangkulannya pada Cahaya.


"Apalagi aku, si anak bawang!" cetus Bumi.


"Kamu periksa, mau?" tawar Melisa pada menantunya itu.


"Tapi.. gimana, Mah?" tanya Hujan yang kebingungan.


"Ada tespek di laci dekat kamar mandi, kamu bisa tes disana" titah Melisa lagi yang di jawab anggukan keci oleh Hujan.


Air menatap punggung isterinya yang perlahan jauh dan akhirnya hilang dibalik pintu, rasa penasaran pun mulai menggelitik hatinya yang tak pernah terbersit sedikitpun jika. mungkin saja hasil kerja kerasnya membuahkan hasil.


Lima menit berselang akhirnya Hujan kembali dengan membawa benda kecil di tangannya, suasana mendadak berubah mencekam dan hening, tak ada yang bersuara kecuali jam dinding yang berdetak.


"Bagaimana?" tanya dokter sambil menadahkan tangan di hadapan Hujan.


"Hasilnya.... " Hujan menelan salivanya sembari memberikan benda kecil yang di pegangnya itu


"POSITIF"

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayu, Jan.. kabuuuuurrrr!!!!


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Kampret nih cebong 🀣🀣🀣


Abis bikin mabok gajah dia bawa lari pawang buaya 😜😜😜


Takut di slepet ya kak...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Betewe congratulations HujannyaAir.


Tolong jagain si calon aer kobokan ya πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2