Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 127


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Air yang menggendong Samudera usai pulang dari wahana bermain langsung membawanya masuk ke rumah utama tapi langkah mereka berhenti saat melihat kedua orang tuanya sedang mengobrol di ruang tengah lantai dua.


"Dede bobo?" tanya Reza, ia bangun lalu mengusap punggung Tutut Jajahnya yang terlelap dalam dekapan si sulung.


"Iya, Pah. Cape banget kayanya" sahut Air.


"Gak nangis, kan? tadi mama lihat botol susunya tertinggal di meja teras depan. Mungkin kalian lupa" ucap Melisa yang sempat khawatir karna itu adalah salah satu botol kesayangan Sam yang wajib ada.


"Hari ini Sam gak minum susu, dia kenyang jajan"


"Ya sudah, bawa ke kamar sana, kasihan" titah Reza yang kemudian hanya di balas anggukan oleh Air dan Hujan.


.


.


"Makin berat aja nih tutut" ujar Air saat membaringkan putranya di ranjang. Samudera yang sudah punya kamar sendiri malah sangat jarang ia gunakan karna hampir setiap malam ia selalu tidur dalam pelukan Appanya.


"Makin bawel, lucu banget" sahut Hujan sambil melepas sepatu Sam.


"Kaya kamu, gak jauh beda"

__ADS_1


Hujan langsung menoleh lalu mencibir ke arah suaminya yang terkekeh usai meledek nya. Selama lima hari jarang berjumpa selain saat sarapan dan makan malam tentu membuat Hujan merindukan kebersamaan dengan anak pertamanya itu, sesibuk apapun ia akan tetap menyempatkan diri menelpon Samudera meski hanya lima menit karna jauh didasar hatinya rasa keibuan tetap kental meski ambisi juga begitu meronta dalam jiwanya.


"Sayangnya MiMoy, harus jadi anak baik ya. Jangan nakalin Appa sama Amma" lirih Hujan sambil memandangi wajah tampan menggemaskan putra semata wayangnya.


"Siap, Moy!" balas Air yang entah kapan sudah berasa belakangannya sembari memeluk, menenggelamkan wajah tampannya di ceruk leher Hujan.


"Ish, kenapa kamu yang jawab sih"


"Kan dede lagi bobo, mumpung dia bobo kita bikin dede dede yang lain yuk" ajak Air tangannya sudah meremas salah satu bukit Hujan yang begitu pas dalam genggamannya.


"Otak mesum! mandi dulu sana"


"Gak! aku mau main basah-basahan dulu"


"Jangan berisik ya, gigit aku aja kalo mau men DesaH" goda Air sambil berbisik yang langsung mendapat cubitan panas di bagian perutnya.


Air membuka kancing baju atasan yang Hujan kenakan, begitu pun dengannya kali ini mereka tak akan sepolos biasanya karna masih cukup tahu diri jika ini bukan saat yang tepat untuk ber CInta.


"Jangan lama-lama, nanti dede liat" pinta Hujan yang sebenarnya tak nyaman, tapi ia juga sudah terbiasa tak pernah menolak ajakan suaminya kapanpun itu.


"Emang aku tahu kapan udahannya" sahut Air sambil membuka celana dan mengeluarkan miliknya yang menegang sempurna.


"Langsung masukin aja, cepetan!"

__ADS_1


"Bawel banget sih, Jan! dede lagi pules banget gak bakal bangun" Air malah mengoceh seraya memposisikan dirinya senyaman mungkin saat ingin menerobos kebun kecil tempat bermainnya sampai basah, tumpah dan luber.


.


.


.


.


.


Gi ain cih? bicik benel oey...



Makan tuh basah 🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Sam jangan ngintip ya sayang ntar bintiitan 🀭🀭🀭


Yuk main yuk jangan ganggu Moy yang mau mende SaH


like komennya ramaikan ya πŸ˜„πŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2