
π»π»π»π»π»
Jan.. nanti pulang sama supir ya,, kakak ada urusan!
Satu pesan yang kirim sang suami di bacanya berulang kali dengan perasaan resah tak karuan, dadanya semakin Bergemuruh hebat dengan pikiran mulai bercabang kemana-mana.
"Tadi gak boleh aku pulang sendiri, tapi ini malah suruh pulang sama supir" gumam Hujan masih memegang ponselnya meski tubuhnya kini begitu lemas bagai tak bertulang.
Hujan melihat jam di pergelangan tangannya ternyata ia tak punya banyak waktu lagi untuk menghubungi Air, terlebih sepertinya sang suami pun belum keluar dari kelas, mungkin Air sedikit mencuri celah hanya untuk mengirim satu pesan padanya.
Gadis cantik itupun langsung bergegas keluar dari perpustakaan menuju kelasnya di Fakultas Kedokteran.
Ia melangkah gontai dengan sedikit melamun sampai harus berkali-kali menabrak atau tertabrak teman dan mahasiswa lainnya.
"Huft..." Hujan menghembuskan nafas kasar saat ia duduk di kursinya sampai teman di sebelahnya menatap ia dengan aneh.
"Kenapa lo?"
Hujan menoleh lalu menggelengkan kepalanya.
"Gak apa-apa"
"Lo pucet baget. apa lagi sakit?" tanya temannya lagi.
Hujan kembali mengeleng dengan senyuman kecil di sudut bibirnya yang menandakan ia baik-baik saja.
.
.
.
Sepuluh menit kemudian dosen datang dan mata kuliah pun di mulai tapi kali ini tak satupun materi yang di sampaikan masuk kedalam otaknya.
Pikiran gadis itu benar-benar hanya tertuju pada sang suami yang akan pergi entah kemana.
Urusan apa? sampe gak bilang mau kemana!
Mau cari pelampiasan kah?
Aku mau kok kalo kamu minta detik ini juga, Ay..
Hujan terus saja bergumam dalam hatinya yang tak tenang, sampai tak terasa jam kuliah keduanyapun berakhir.
Ia langsung membereskan barangnya lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tas.
Jari lentiknya dengan cepat menekan kontak.
__ADS_1
Craying Baby
Hanya nada tunggu yang di dengarnya padahal ia sudah menghubungi Air sebanyak tujuh kali.
"kak.. dimana sih!" cetusnya yang kali ini benar-benar kesal.
Hujan mengusap wajahnya kasar, ia marah semarah marahnya kali ini, tapi ia juga bingung harus marah pada siapa.
Haruskah ia memaki suaminya saat ini?
Atau Hujan harus menyalahkan dirinya sendiri?
"Bumi! Bumi pasti tau Ay ada dimana!" ucap gadis itu bagai mendapatkan pencerahan.
Hujan langsung menelpon saudara kembar suaminya itu dengan cepat berharap ia tahu tentang keberadaan Air saat ini yang sulit ia hubungi
"Hallo" sapa Hujan saat pemuda tampan di sebrang sana mengangkat teleponnya.
"Ada apa?" tanya Bumi tanpa basa basi karna ia tahu jika kakak iparnya itu hanya akan menghubunginya jika ada hal penting dan mendesak
"Ay kemana?, apa lagi sama kamu?" tanya Hujan.
"Kakak?"
Hujan mengangguk bagai Bumi ada dihadapannya kini.
"Gak ada, aku lagi di Jalan mau ke kantor, kakak juga gak bilang mau kemana. Tadi langsung pergi juga kaya yang buru buru" jelas Bumi santai tapi justru membuat Hujan semakin frustasi.
"Aneh itu kalo nyuruh kamu pulang sendiri"
TUUUUUUUT...
Hujan kaget dan langsung melihat layar ponselnya dan ternyata Bumi sudah mematikan telepon secara sepihak.
"Sopan banget si Jomblo!" rutuknya semakin kesal.
Hujan bangun dari duduknya kemudian ia bergegas ke parkiran saat mendapat pesan dari supir mertuanya yang kini di tugaskan Air menjemput dirinya.
Langkahnya begitu tergesa karna ingin secepatnya menanyakan beberapa hal pada sang supir yang kini sedang menunggunya.
Bugh..
Menantu pertama Rahardian itu menutup pintu mobil dengan cukup kencang.
"Pak, kok tumben di suruh kesini?" tanya Hujan pada sang supir yang mungkin tahu alasannya.
"Maaf, Nona. Saya hanya di perintah untuk menjemput oleh tuan muda" jawabnya pria dengan kumis tebalnya itu.
__ADS_1
"Oh, gitu" balas Hujan sedikit kecewa.
Ia lalu meraih lagi ponselnya dari dalam tas, mencari kontak no suaminya di layar benda pipih miliknya dan mencoba menghubungi kembali.
Namun betapa terkejutnya ia saat mendengar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nomor yang Anda tujuan sedang tidak aktif..
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Si kakak kamana nyah?
Duh lier jadina π©π©π©π©
__ADS_1
Di tukang petis kitu nyah apa mungkin dia lagi gelantungan di pohon jambu punya mak mimin kandang ππππ..
Like komennya yuk ramaikan.