
ππππππππ
"Kapan pulang?" tanya Air saat ia berbicara dengan Hujan lewat sambung telepon.
Air merengut kesal karna di akhir pekannya ia harus sendirian saja di rumah tanpa anak istrinya.
"Sore, kenapa?" Hujan balik bertanya, ia masih berusaha dalam mode sabar meski jauh dalam hatinya ia begitu kesal pada Air yang sudah meneleponnya sebanyak delapan kali untuk menanyakan hal yang sama.
Rasa sabar Hujan selalu di uji saat mereka sedang berjauhan, Air yang terus menempel jika sedang berdua akan selalu uring-uringan jika Hujan pergi ada urusan mendadak, contohnya hari ini.
Hujan pergi ke rumah sakit saat mereka sudah berencana akan pergi ke sebuah danau yang tak jauh dari ibu kota.
Sam yang merajuk kesal mau tak mau di bawa oleh Hujan dengan Syarat harus diam dan tak boleh mengamuk, tinggalah Air sendiri di rumah utama karna kedua orangtuanya pun kebetulan sedang tak ada.
"Gak bisa pulang sekarang?" rengeknya sambil mengeratkan pelukan pada si pisang.
"Aku masih ada kerjaan sedikit lagi, aku udah jarang banget urus sendiri. Jadi gak apa-apa ya" rayu Hujan lagi sambil melirik kearah Sam yang masih asik bermain dengan para dinosaurusnya.
"Oklah, tapi kakak jemput ya, nanti pulangnya kita makan malam di luar, gimana?" tawar Air penuh harap.
"Iya, terserah kakak"
.
__ADS_1
.
.
Hari yang beranjak sore membuat Sam lama kelamaan merasa bosan juga, ia menghampiri miMoya dan duduk diatas pangkuan wanita hebatnya.
"Masih lama?" satu pertanyaan akhirnya lolos juga dari mulut mungil Samudera ErRainly Rahardian Wijaya yang terlihat mengantuk.
"Sebentar lagi, nanti papAy jemput kesini. Dede minum susu dulu ya"
"Iya, tapi botolnya yang besal. Dede haus" pinta cucu kesayangan Tuan besar Rahardian.
Hujan memindahkan Sam untuk duduk di atas meja lebih dulu, karna ia akan bangun dan mrmbuat kan susu. Hamil keduanya kemarin membuat Sam tak lagi menyu su padanya dan terpaksa harus di berikan susu formula yang nyatanya belum bisa di berhentikan sampai saat ini.
"Boboan di sofa ya"
Hujan tak akan mengeluh dengan kesibukannya, ini adalah konsekuensi yang harus di terima saat ia merengek ingin kembali kuliah. Ia harus kuat menyandang empat status sekaligus dalam satu waktu. Mahasiswi, istri, ibu dan CEO rumah sakit.
Sesapan Sam pada susu dalam botolnya membuat anak laki-laki tampan itu perlahan memejamkan matanya. Ia tertidur pulas setelah susunya habis tak tersisa lagi. Hujan mengambil si botol kosong untuk di letakkan di atas meja, sedangkan Sam ia gendong menuju sofa badbad agar lebih nyaman.
.
.
__ADS_1
Satu jam kemudian Air datang ke rumah sakit bertepatan dengan selesainya semua yang di kerjakan Hujan. Wanita yang terlihat begitu cantik dengan pakaian kantornya langsung mengulurkan tangan, keduanya berpelukan dengan sangat mesra dan hangat sembari menampahkan kerinduan.
"Kangen banget, Jan Hujan Deres" goda Air sambil meraba salah satu bagian dada istrinya.
"Iya tau, kak. dede masih tidur" ucap Hujan sedikit melirik kearah putranya.
"Biarin aja, aku lagi pengen..."
"Moy....."
Belum juga Air berhasil mendaratkan ciumannnya, Suara serak khas bangun tidur Sam terdengar oleh pasangan suami istri yang sudah merapat kan pelukannya .
"Kenapa de?" tanya Hujan sambil mendorong tubuh suaminya.
.
.
Dede lemes banget oey abis mimpi..
πππππππππ
__ADS_1
Curiga gue π€£π€£π€£
Mandi gih mandi πππ