Air Hujan

Air Hujan
bab 5


__ADS_3

πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Pasangan pengantin baru itu terus saja bertengkar jika ada waktu senggang, Air yang tak henti-hentinya menggoda membuat Hujan akhirnya memukulinya tanpa ampun tentu itu membuat kedua orang tua mereka berkali kali menoleh.


"Jan..."


"Diem, gue gak mau ngomong" jawabnya ketus.


"Belagu amat Lo"


"Jan.. gue cape" Keluh Air, ia yang nampak sudah bosan akhirnya malah memainkan ujung rambut istrinya yang tergerai panjang.


Tamu yang begitu banyak memang membuat kedua pasangan ini lelah, padahal acara masih sangat lama mengingat tamu dari kalangan para pengusaha akan di jadwalkan datang pada malam hari, mereka hanya di beri waktu dua jam untuk beristirahat sebelum kembali ke pelaminan nantinya.


"Nanti gue mau tidur ya" ucap Air , kini ia menyadarkan kepalanya di bahu polos sang istri.


"Hem.." sahut gadis itu, matanya terus menatap ke arah para tamu yang begitu banyak di hadapannya.


"Ay, ini orang-orang siapa aja sih?" tanya Hujan.


"Orangnya satu, tapi pasukannya banyak" jawab Air malas dan asal.


"Lo Kira nyamuk!" ucap Hujan.


Air tertawa, ia ingat saat ijab Qabul kemarin yang mengharuskannya bisa menyebut kata Nyamuk sesuai keinginan istrinya.


"Kalo gue seandainya gak bisa ngomong tiga kata itu, gimana?" tanya Air serius.


"Gak jadilah nikahnya" jawab Hujan santai tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali pada Air.


"Jahat amat Lo!, gue yang udah ganteng begitu gak jadi nikah gara-gara si nyumak!" dengusnya kesal.


"Nyamuk, Ay" ucap Hujan.


"Iya, itulah pokonya" kata Air

__ADS_1


"Apa coba?" goda Hujan, ia senang melihat wajah suaminya yang sudah mulai kesal.


"Nyumak!!!" sentak Air


"Nyamuk" ujar Hujan lagi dengan lembut.


"Gak bisa Jan Hujan deres, ini mulut taunya Nyumak" elak Air, ia memang sulit sekali membenarkan kata nyamuk sedari kecil.


"Nanti belajar lagi ya"


"Dih, ogah! Gak penting banget, mending gue belajar jadi imam yang baik dari pada belajar ngomong nyamuk" protesnya langsung.


"Eh, apa tadi?, tuh Lo bisa barusan ngomong nyamuk" seru Hujan antusias.


"Iya, ya.. tadi gue bisa bilang nyumak" kekeh Air yang ikut senang.


"Kok salah lagi sih" keluh sang istri.


Nyamuk pun akhirnya menjadi bahan perdebatan tak penting bagi mereka, ada raut kesal, umpatan kasar bahkan gelak tawa. Akan begitu banyak warna dalam rumah tangga mereka nantinya.


****


"Jadi lusa kita keluar kota?" tanya Hujan tiba-tiba yang mengangetkan Air.


"Iya" jawabnya singkat.


"Kenapa gak disini?" tanya gadis itu lagi.


"Gak apa-apa, sekalian kita honeymoon" kekeh Air.


Wajah Hujan langsung merah merona mendengar kata honeymoon, karna ia tak pernah memikirkan hal intim apapun bersama suaminya kelak.


"Jauh aja gitu, Ay" kata Hujan sambil membayangkan sebuah kota di luar pulau yang belum pernah ia datangi selama hidupnya.


"Itu hadiah dari Oppa, kita tinggal dateng doang. lagian itu kan pulau milik keluarga gue!" ucapnya bangga.

__ADS_1


"Serius Lo?"


"Hahaha, biasa aja tuh muka, jelek banget sih!"


Hujan langsung membuang wajahnya, ia benar-benar terkejut dengan pengakuan suaminya itu.


Keduanya kembali berbincang tak penting yang berakhir saling ejek, namun keseruan itu terhenti saat Reza datang menghampiri dan berbisik di telinga anak sulungnya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Siap siap kak..


Emak emak dari dunia nyata bentar lagi dateng.


Kamu jangan lengah karna Bisa-bisa kita di masukin kedalam kantong kresek..


β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️

__ADS_1


Anak ayam sama anak soang lagi di ghibahin πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


Like komen nya yuk ramai kan πŸ™


__ADS_2