Air Hujan

Air Hujan
bab 147


__ADS_3

Hujan di tinggalkan begitu saja dengan hanya di tutupi sehelai kain dalam keadaan pingsan, ia tak lagi kuat dengan apa yang di terimanya kini. Badannya mungkin masih bisa bertahan tapi tidak dengan psikisnya.


Dia shock berat saat cairan bubuk cabai di semprot kan di bagian area Sensitifnya.


Dan hampir satu jam kemudian akhirnya ia di temukan oleh orang-orang suruhan Reza yang memang melakukan pencarian dengan sangat maksimal, cara kerjanya bahkan melebihi polisi.


"Kakak gak akan kuat liat Hujan kaya gini" ucap Langit di depan ruang kamar rawat inap rumah sakit milik Rahardian.


Hanya Langit dan Bumi yang baru Reza hubungi, karna dua orang ini sudah pasti akan lebih kuat saat melihat keadaan Hujan yang memprihatinkan.


Bahkan Air yang dibawa pulang ke apartemen pun masih menangis di pelukan mamanya.


"Kakak tuh yang ada bisa pingsan empat puluh hari empat puluh malem" cetus Bumi sambil melengos pergi.


Reza memijit pelipisnya, ia tak bisa membayangkan reaksi si sulung saat mengetahui keadaan Hujan saat ini, mendengar sang istri meminta tolong lewat pesan suara saja ia sudah tak sadarkan diri lalu bagaiamana jika melihat Hujan dalam keadaan berantakan seperti sekarang.


Entah kemurkaaan apa yang akan dilakukan Air pada orang-orang yang melukai pemilik hatinya itu.


"Pah, itu yang empat orang mau di apain?" tanya Langit saat ia mendapat laporan jika para pelaku sudah di tangkap di salah satu rumah di pinggiran kota.


"Amankan saja dulu, kita fokus pada Hujan" titah Reza yang di jawab anggukan oleh Langit.


Dokter keluar beserta dua suster dari dalam kamar perawatan, Reza dan Langit langsung menghampiri dengan segera.


"Bagaimana, Dok?" tanya dua pria tampan itu berbarengan.


"Hanya luka di bagian sensitifnya yang harus segera ditangani lebih lanjut, luka sayatan di bagian dada tidak terlalu parah, hanya saja.... " dokter menghela nafas sebelum ia melanjutkan perkataannya.


"Hanya saja apa?" tanya Reza dengan sangat penasaran.


"Sepertinya Nona muda akan mengalami trauma psikologis yang cukup berat saat sadar nanti, jadi pengobatan harus dilakukan dengan semaksimal mungkin, bukan hanya pada tubuhnya saja" jelas dokter.


"Kalian harus melakukan yang terbaik untuk menantu saya" tegas Reza.


.


.


.


Air yang masih ada di dalam kamar terus menanyakan Hujan pada mamanya, ia yang begitu cemas dan khawatir tak hentinya menangis mengutuk dirinya sendiri yang tak bisa menjaga sang istri.

__ADS_1


"Mah.. Hujan udah ketemu belum?"


Entah sudah berapa kali Air menanyakan hal ini pada Melisa, Wanita yang sama sedihnya itu hanya tahu jika Hujan kini sudah ada di rumah sakit tapi ia belum tahu pasti keadaannya.


"Kamu yang tenang, Papa akan lakuin yang terbaik untuk Hujan, kita berdoa ya"


Air menggelengkan kepalanya, Ia meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas sisi tempat tidur.


"Kak, kamu mau telepon siapa?"


"Kakak mau tau Hujan dimana, mah!" jawab Air karna ia merasa ada yang di tutupi oleh papanya.


Hanya nada tunggu yang ia dengar begitupun saat ia mencoba menghubungi Langit juga Bumi.


"Mereka pada ngapain sih!" sentak Air kesal, Ia bangkit dari dari tempat tidur kemudian bergegas keluar kamar.


"Kak, kamu mau kemana?" jerit Melisa saat anak kesayangan itu berlari.


.


.


.


Pasangan suami istri itu diminta Reza untuk datang menemani Melisa di apartemen setelah Reza menceritakan semua kejadian yang menimpa menantunya kini.


"Kakak, mau cari Hujan" rengek Air dalam dekapan Ricko, sedari Air kecil Mantan Duda impian itu memang selalu bisa merayu para keponakannya.


"Kita tunggu kabar dari Papa ya, Kak"


Air menggelengkan Kepalanya.


"Hujan kenapa, pasti ada sesuatu sama dia, kan?"


Ricko menghapus derai air mata di wajah tampan Air.


"Yang sabar ya, kamu doakan Hujan kuat"


Tubuh tingginya kembali lunglai, pandangannya mulai kabur lagi terlebih karna kedua mata yang memang sudah sangat sembab.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku gak akan maafin diriku sendiri kalau terjadi sesuatu sama kamu!!


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Kak, cubitan mak othor kayanya kekencengan ya πŸ₯ΊπŸ₯Ί


Maaf deh... πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”


Kamunya gemeshin sih 🀣🀣🀣🀣


Like komennya yuk ramaikan


mau ngebut biar cepet kelar πŸ˜†πŸ˜†


Kangen senyum-senyum kan?

__ADS_1


dikasih enak ma teteh pada ribut Bosen aja sih! 🀨🀨


__ADS_2