
ππππππ
Jam makan siang, Air dan Hujan menjemput kembali ke sekolah Sam. Bocah laki laki cengeng itu tak suka menunggu maka siapapun yang menjemputnya wajib datang lebih dulu sebelum jam pelajaran selesai.
"Dikit, Moy" rayu Air saat di parkiran mobil, ia terus berusaha menarik tengkuk Hujan berharap wanita cantik di sisinya itu mau melakukan silaturahmi bibir.
"Bentar lagi dede keluar, aku mau kesana, kak" tolak Hujan sambil terus menghindar.
"Sebentar aja yuk, pengen ih"
Hujan menggeleng kan kepalanya, ia singkirkan tangan Air yang sudah me raba paha kanannya, jika waktunya sedikit masih senggang mungkin ia mau melakukannya tapi ini hanya tersisa delapan menit lagi dari waktu putranya keluar kelas.
"Nanti malam ya, aku janji"
Hujan mencium sekilas bibir Air, lalu keluar dari mobil menuju bangunan sekolah Samudera. Dan benar saja, anaknya keluar saat ia sampai depan pintu kelas.
"Moooy" pangggilnya sambil berlari kecil, Hujan yang sudah berjongkok langsung menerima pelukan Sam.
"Sayangnya, Moy. Seneng sekolahnya?"
"Seneng banak banak, Oey" sahutnya dengan senyum menggemaskan.
Wali murid dan jejeran Staf di sekolah Sam hanya berani melempar senyum hormat dan sopan saat berpapasan dengan Hujan, mereka yang tahu siapa wanita itu tentu sangat berhati-hati dan tak banyak tingkah di hadapan menantu keluarga Rahardian, terkadang hal itu membuat Hujan tak enak hati tapi disisi lain justru itu menguntungkan nya sebagai orang yang memang termasuk golongan yang sulit dekat dengan orang baru.
__ADS_1
"Kita ceritakan dirumah ya, papAy udah nunggu dede di mobil"
"Keh, tapi dede mahu es krim setobeli ya" pintanya saat berjalan dengan tangan di gandeng oleh Hujan. Padahal jika saja tadi Air ikut masuk kedalam bocah laki-laki itu pasti sudah meminta di gendong dengan alasan cape.
"Ok, sayang. Nanti bilang papAy ya buat mampir ke minimarket"
Keduanya berjalan santai menuju mobil yang terparkir, Hujan langsung menutup pintu bagian belakang saat Samudera sudah masuk kedalam sedangkan ia menyusul masuk ke kursi depan di samping sang suami.
Banyak yang di ceritakan Sam selama ia belajar tadi, nada kesal, jengkel dan senang mewarnai perjalanan keluarga kecil AirHujan menuju rumah utama meski harus mampir sebentar ke salah satu minimarket pinggir jalan demi sebuah eskrim strawberry.
*******
Air yang baru pulang dari kantor usai makan malam karna ia berangkat usai menjemput Sam, langsung membersihkan diri dan mendatangi sang putra di kamarnya. Sam yang duduk di depan Hujan begitu fokus dengan satu kertas diatas meja sampai ia tak sadar jika papAynya sudah duduk di dekatnya.
"Gambar gunung, lumah, po'on eh ada sawah juga loh, Pay" sahutnya dengan senyum lebar sampai terlihat deretan gigi putihnya yang dirawat baik oleh Hujan.
"Wih, bagus ya, tapi.... " Air yang bingung dengan gambar yang sedang di warnai Sam sampai tak meneruskan ucapannya, ia malah melirik ke arah istrinya yang malah mengangkat bahu tanda tak paham juga.
"Tapi apa?" tanya Sam.
"Kok gunungnya warna biru? biasanya warna hijau, kan, karna itu dari pohon" ujar Air bermaksud memberi penjelasan dan pembenaran tapi semua itu malah di jawab gelengan kepala oleh putranya tanda tak setuju.
"Kenapa?" tanya Air dan Hujan berbarengan.
__ADS_1
.
.
.
.
Dede suka BIRU... apa aja sekalang mahunya BIRU. Cuma BIRU BIRU dan BIRU
πππππππππ
Iya de' iya...
Buktinya ada Bul-Bul sama Bum-Bum kan π€£π€£
Tawamu mengalihkan duniaku, Tut.
ganteng amat incu si Gajah, jadi hayang iyup belalalainya π€π€π€π€
#Kabooooor πββοΈπββοΈ
__ADS_1