
πππππππ
Lima bulan berlalu.
Hari ini tepat satu tahun usia Baby bear, bayi montok kesayangan semua orang itu kini sudah bisa berjalan selangkah dua langkah meski harus berkali-kali jatuh dan menabrak barang atau orang di dekatnya.
Tak ada yang berubah darinya, justru ia semakin menggemaskan terutama saat berbicara, bahasa planetnya itu tentu hanya Reza yang paham dan mengerti karna hampir dua puluh empat jam Samudera selalu menempel padanya, si sulung yang gagal mempunyai adik itu hanya mencari Hujan saat ia haus ingin susu.
"Udah semua di tiup balonnya?" tanya Air pada Hujan yang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Kayanya udah, tadi Uncle sama Abang yang nyusun semua" jawab Hujan seraya berhambur memeluk suaminya yang baru pulang dari salah satu resto miliknya.
Hujan memang mulai sedikit bangkit dari rasa bersalahnya, ia tak lagi sering melamun atau berbicara sambil mengusap perutnya sendiri karna sibuk mengurus Samudera yang semakin aktif bergerak.
"Terus Baby Bearnya kemana?" tanyanya lagi sembari mengedarkan pandangan.
"Ikut papa ambil kue ulang tahunnya di toko tante Megan"
"Sama mama juga?" Air bertanya seraya menautkan kedua alisnya namun, hanya di balas anggukan kepala oleh Hujan.
Wanita cantik itu mengurai pelukannya, ia menarik wajah suaminya agar lebih dekat dengannya.
"Apa?"
"Mandi yuk, gerah" ajak Hujan dengan senyum menggoda di tambah ia mengigit bibir bawahnya sendiri membuat Air langsung mengangguk tanpa berpikir dua kali.
yuk... udah langsung geleng-geleng nih.
.
.
.
Di dalam bathtub yang berisikan air penuh, pasangan suami istri itu terus melakukan hal hal yang menyenangkan tanpa gangguan bocah kecil yang selalu rusuh mengigit tangannya atau menjerit sesuka hatinya.
"Dikit lagi, bareng ya" bisik Air saat Hujan di atasnya.
Pemandangan dua bukit kembar yang sedang berayun di depan matanya pun tak luput dari luma tan ganasnya.
__ADS_1
"Terus sayang, cepetin lagi" suara parau Air bagai penyemangat Hujan untuk sampai di puncak kenikmatan mereka.
********
Ruang tengah yang sudah nampak ramai membuat pasangan yang baru turun itu pun jadi pusat perhatian, semua mata menatap keduanya bagai seorang tersangka.
"Udah?" tanya Reza.
"Udah, Pah. Alhamdulillah enak" jawabannya terlalu jujur sebelum papahnya bertanya lagi.
Reza hanya mendengus kesal karena sedari pagi menjaga Samudera tapi orang-tua nya justru sedang membuat adonan untuk adik si buntut gajahnya.
Samudera ErRainly Rahardian Wijaya, putra sulung Air dan Hujan itu sudah berpakaian rapih dan wangi. Bocah yang kini berusia satu tahun itu tampil menggemaskan dengan topi kerucut di kepalanya. Ia berdiri di depan meja yang terdapat macam macam aneka cake warna warni. Puluhan balon berwarna biru dan putih semakin mempercantik dekorasi perayaan ulang tahun sang putra mahkota Rahardian. Belum lagi beberapa boneka beruang sebagai ciri khasnya sebagai Baby Bearnya Air dan Hujan.
"Dede Aun" ucapnya sambil bertepuk tangan kecil.
"Oh, dede ulang tahun" timpal Reza gemas.
"Tenang, ada tukang terjemah bahasa Planetnya Sam" kekeh Air yang sering dibuat pusing saat anaknya berbicara.
Ucapannya itu langsung mendapat cibiran dari keluarganya yang lain.
"Dede udah gede ya" sambung Melisa sambil mengusap pipi bulat cucu pertamanya itu.
"Ncit kejepit" Air langsung tertawa terbahak-bahak, ucapan anaknya setiap berbicara bagai penawar rasa lelah dan pusingnya saat sepulang dari kantor.
"Dede, umurnya berapa sih?" tanya Cahaya mendekat bersiap mencium keponakan kesayangannya itu.
"Appa?" Samudera menoleh kearah Reza yang mengacungkan jari telunjuk nya, dan Samudera pun meniru apa yang di lakukan Appanya itu di hadapan Aunty Cahaya.
"Satu?"
Samudera tak menjawab, ia menoleh lagi kearah Reza yang menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Iyyaah" sahut samudera.
Sedekat itu jalinan kasih sayang antara beruang dan Gajah, Samudera akan meminta atau menoleh kearah Reza lebih dulu sebelum ia menjawab atau melakukan hal lain.
"Sesi tanya jawab selesai, kita tiup lilin abis itu potong kue ya" ujar Hujan yang tak sabar di momen bahagia anaknya itu.
"kuenya mana, Mah?" tanya Hujan pada Melisa.
__ADS_1
"Ada di kulkas" jawabnya langsung.
Air menahan Hujan saat gadis halalnya itu ingin bangkit.
"Aku aja yang ambil, Jan" ucapnya Seraya bangun dari duduk dan langsung melangkah menuju dapur, tangannya dengan sigap dan hati-hati mengambil kue yang masih berada dalam dus berukuran besar itu.
"Gile, ini kue ulang tahun apa kue kawinan? berat amat atau jangan jangan si papa ini isinya justru kue cucur sama kue lapis" gumamnya sambil terkekeh geli.
Air meletakan dus kue tersebut di atas meja, Samudera yang tak sabar mulai merengek ingin melihat namun di tahan oleh Hujan.
"Nanti dulu, Biar papAy yang buka ya, Sayang"
Air yang membuka dus kue ulang tahun anaknya langsung terlonjak kaget dengan mata membulat besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pah.. kok kuenya GAJAH sih!!!
Gue mau Minggir ah..
Itu kue gajah sama boneka beruang takut berantem π€£π€£π€£
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.