Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 43


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Air yang baru pulang setelah jam makan malam nampak bingung saat memasuki apartemen, suasananya begitu sepi tanpa siapapun padahal belum sehari Samudera pergi kerumah bunda.


"Mah.. mama kakak" panggilnya di depan pintu kamar orang tuanya yang tertutup rapat.


Tak ada sahutan sama sekali membuat ia memutuskan membukanya karna sudah berkali-kali mengetuk dengan cukup kencang.


" Mah..." Air melongokkan kepalanya. Namun, hasilnya tetap sama tak ada siapapun didalam.


"Pada kemana sih?" dengusnya kesal.


Air kembali menutup pintu dan beralih ke kamarnya sendiri, hawa lain begitu lain ia rasakan karna tak adanya Samudera yang menyambutnya dengan cara merangkak atau bertepuk tangan senang.


"Kangen Dede" lirihnya sedih sambil merogoh saku jasnya untuk mengambil ponsel.


Air menekan nomer kontak mamanya untuk menanyakan keberadaan orang tuanya itu.


"Hallo, Mah" sapa Air saat teleponnya tersambung.


"Iya, kak, ada apa sayang?"


"Mama dimana? kok kakak pulang gak ada orang sih" keluhnya sembari merebahkan tubuhnya di sofa depan Tv.


"Loh, kamu gak kerumah bunda Hujan?" wanita cantik di sebrang sana itu pun malah balik bertanya.


"Enggak, mama dimana?"


"Mama sama papa nginep di apartemen Adek, kakak kesini aja" titahnya pada si sulung yang milai merasa tak tega meninggalkannya di apartemen sendiri.


"Gak, aku capek" tolaknya sambil merengut kesal.

__ADS_1


"Ya, sudah jangan begadang ya gantengnya mama" pesan Melisa sebelum menutup teleponnya.


Air melempar ponselnya begitu saja, ia bngun dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Didalam sana ia membuang nafas mana kala miliknya yang tiba tiba menegang.


"Kalau tau mau di tinggal begini, gue bakal minta basah bashan lima kali" cetusnya kesal.


Air dengan sabarnya berusaha melakukan pelepasan sendiri karna memang beberapa malam ini ia tak melakukanya lagi dengan Hujan setelah ulang tahun Samudera.


Ia yang memang merasa sangat lelah, mengantuk dan kesal akhirnya memilih untuk tidur mengistirahatkan hati dan otaknya.


PapAy bobo ya, dede juga pasti udah bobo, 'kan? kita ketemu besok pagi ya anak pinter.


*******


Hujan yang baru bisa tidur menjelang subuh hanya bisa memandangi Samudera yang masih rewel meski sudah menghabiskan beberapa botol susu. Seperti yang sudah sudah anaknya itu memang tak pernah mau berlama-lama jika berada dirumah bunda meski pun Air ikut menginap, ia akan sulit tidur dengan tenang hingga menjelang pagi yang membuat semua orang akhirnya ikut terjaga bersamanya.


"Dede mau pulang? gak betah ya disini" tanya Hujan sambil. menahan kantuk.


"Dede mau ke Appa?"


Iyyaah.


"Ya udah nanti sore kita pulang ya, tapi dede bobo dulu, Ok"


Nda, PapAy, na?


"PapAy bobo, sayang. Nanti papAy kesini ya"


Iyyaah.


Hujan yang tak kuasa merasakan pusing di kepalanya terlelap lebih dulu, ia masih mendengar sayup-sayup suara Sam yang masih berceloteh dan memjerit tapi kali ini ia sedang benar-benar tak sanggup membuka matanya lagi sampai akhirnya ia pasrah terbuai mimpi.

__ADS_1


Huleeeeeeeeee....


Ingin rasanya Hujan mencium pipi bulat Samudera saat ia mendengar anak itu bersorak sambil bertepuk tangan kecil. Namun, tubuhnya seakan sulit di gerakkan terlebih kedua matanya pun bagai terkena lem.


"Dede udah mandi belum?"


Dah...


"Idih, bohong!"


"Dede mau ke Appa sama Amma gak?"


Iyyaah.


.


.


.


.


.


.


Ya, udah. MiMoy nya kita tinggal pulang yuk?


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ngamuknya double bisa 7 turunan nanti 🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2