Air Hujan

Air Hujan
Bab 190


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


"Kita mau kemana?" tanya Hujan setelah Air melepas ciumannya di dalam mobil.


"Kemana aja yang penting sama kamu" jawabnya sambil mengusap bibir basah istrinya.


"Hem, salah deh, Sama kalian maksudnya" sambungnya lagi sambil terkekeh. ( sweet jasa lah cebong)


Hujan tersenyum sembari berhambur memeluk suaminya yang kini semakin manis saat berbicara, kata Kalian yang di ucapkan Air seakan menambah kebahagiaannya.


Air melajukan mobilnya menuju salah satu restauran, ia ingin makan apapun yang ia suka tanpa perduli jika sang istri harus protes lagi padanya


"Nanti kita ke rumah sakit ya buat periksa secara pasti" ucap Air.


"Iya, aku juga penasaran banget kaya yang masih gak percaya" balas Hujan sambil senyum senyum.


"Iya, tapi abis kita liburan ya sayang"


Hujan mengernyitkan dahinya bingung, ia tatap sang suami dengan sangat lekat kedua matanya.


"Liburan?"


Air menangguk sekali lalu mencium bibir ranum istrinya sebelum ia mengajak Hujan turun dari mobil saat sampai di parkiran restauran.


.


.


.



Segala macam makanan sudah tersedia diatas meja siap di nikmati oleh calon ayah yang mendadak menjadi rakus dan pemakan segalanya itu mirip papanya saat ia di dalam perut puluhan tahun silam.


"Yakin cuma pesen segini?" ledek Hujan pada suaminya.


"Enggak, masih banyak"

__ADS_1


Air terkekeh saat melihat Hujan memberikan ekspresi terkejutnya.


"Biar kuat pas nengok bayi" bisik Air sebelum ia menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Hujan yang melihat Air begitu lahap menyantap makannya hanya bisa mengusap perutnya sendiri yang terasa kencang padahal ia hanya makan satu mangkuk sop daging bening seperti biasanya.


Perubahan sikapnya saat melihat cabai kini tak se histeris dulu, cukup menghindar dan pura-pura tak melihat.


Maka itu sudah lebih baik di banding ia membuat Air kewalahan dengan mengikuti selera makannya yang serba dingin tanpa rasa pedas sama sekali.


"Mau nambah gak?" tawar Air saat melihat isi mangkuk istrinya telah Habis.


"Enggak, ini udah cukup"


Air melanjutkan lagi makannya yang tersisa sedikit, pemuda tampan itu bagai tak punya rem saat melahap semua yang ada di depannya kini.


"Udah, kak nanti gak bisa bangun"


"Bisa dong, apalagi kalo kamu yang bangunin" godanya sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Mulai deh, otaknya mesum" oceh Hujan yang langsung merah merona kedua pipinya.


"Mikirnya jorok terus!"


"Enggak, aku mah mikirnya cuma berkebun, hahaha" Air tergelak saat melihat Sang istri menahan kesal.


Puas makan, bercanda dan berdebat kini keduanya memilih kembali ke mobil, Hujan hanya menurut tanpa banyak bertanya kemana ia akan dibawa sang suami.


.


"Aku tidur ya kak" ucap Hujan saat mendapatkan posisi nyamannya, Ia kini merasa mudah lelah setiap habis melakukan apapun meski itu hanya menghabiskan makanan.


"Hem, Iya kamu tidur ya, sini cium dulu"


Hujan langsung mendekatkan wajahnya, ia cium kedua pipi Air secara bergantian membuat pemuda itu melayang bahagia.


Aku mencintaimu...

__ADS_1


Air menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang lumayan jauh dari ibu kota, ia yang sudah meminta izin pada sekertaris nya untuk tak Ke kantor dalam waktu tiga hari ini tentu akan merasa senang tanpa beban saat berlibur nanti.


Mobil berhenti tepat di depan gerbang kayu tinggi yang di dalamnya terdapat villa mewah milik keluarganya yang jarang di datangi namun masih di urus dengan sangat baik.


Tiiiiiin....


Ia menekan klakson mobilnya pelan karna tak ingin Hujan ter lonjak karna kaget.


"Selamat sore Tuan muda" sapa satpam penjaga Villa.


"Sore juga, Pak. Tolong buka pintu saya mau masuk" titah Air dengan sopan dan ramah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf, Tuan muda tidak di izinkan masuk oleh Tuan besar!


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Sukuriiiiiiiiiin 🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣


Papa gajahnya bales dendam 🀭🀭🀭

__ADS_1


Yuk pulang aja kak, kita dengerin acara siraman rohani 7 hari 7 malem live tapi beli kuaci dulu ya sekarung πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Like komennya yuk ramaikan, 😍😍


__ADS_2