Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 27


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Jadwal chek up kandungan pun tiba. Namun, berbeda dengan bulan bulan sebelumnya kali ini Air tak ikut menemani Hujan ke rumah sakit.


Adanya masalah pekerjaan membuat Air dan Bumi pergi keluar kota pagi pagi sekali sampai harus melewatkan sarapan pagi mereka.


Dua pewaris seluruh harta Rahardian itu lebih senang turun tangan langsung untuk melihat dan mendengar apa yang terjadi dengan perusahaan, kekuasaan tak menjadi alasan untuk Air, Bumi maupun Langit melempar tanggung jawab kepada para asisten mereka.


"Mama mau ikut ke atas atau nunggu di kantin?" tanya Hujan.


"Mama ikut aja, Samudera gak akan rewel kok" jawab Melisa, ia yang sedari tadi menggendong cucunya memang sedikit dibuat kualahan saat bayi berusia tujuh bulan itu tak mau diam ingin turun dari gendongannya.


"Harusnya tadi bawa stroller ya, Mah"


"Gak apa-apa, kalo cuma satu sih mama sanggup karna dulu aja tiga anak mama kuat, 'kan?!" kekehnya menyahut ucapan sang menantu.


"Pulang dari sini kita ke toko kue tante Megan ya" ajaknya kemudian yang di balas anggukan kepala oleh Hujan tanda setuju dengan keinginan sang mama mertua.


"Iya, Mah. Aku juga pengen puding buah yang minggu lalu mama beli enak banget gak terlalu manis"


.


.


.


Sampai di ruangan dokter Hujan langsung di periksa, tak ada yang di khawatirkan karna hasilnya masih sama seperti yang sudah-sudah, baik dan sehat.


"Hanya perlu banyak istirahat dan jangan mengangkat yang sekiranya membuat Nona Muda cepat lelah dan sakit di bagian perut" pesan dokter.

__ADS_1


Hujan yang sudah mengerti hanya bisa mengangguk, matanya tak lepas dari Samudera yang sedang di susui oleh Melisa. Hatinya begitu terenyuh saat ingat rasa sakit yang ia rasakan jika sedang menggendong anaknya yang semakin hari semakin bulat dan montok karna satu bulan terakhir ini ia dan Melisa begitu rajin membuatkan MPASI untuk samudera karna susu saja rasanya tak cukup baginya yang sangat aktif bergerak dan menjerit.


"Baiklah, terimakasih banyak, Dok" timpal Melisa seraya berpamitan.


Keluar dari ruangan dokter, langkah keduanya pun langsung menuju lobby parkiran rumah sakit, karna tujuan selanjutnya adalah toko kue salah satu teman Melisa, mereka akan mampir sebentar sebelum akhirnya kembali ke apartemen.


Hanya sekitar dua puluh menit akhirnya kereta besi yang di tumpangi para menantu Rahardian itupun menepi di depan sebuah Ruko.


"Yuk, turun" ajak Melisa pada Hujan yang duduk bersandar.


"Sini, Sam aku yang gendong" Pinta Hujan.


Melisa menatap menantunya dengan intens, ada gurat lelah dan rasa tak nyaman dari wajah wanita yang kini sedang mengandung cucunya itu.


"Gak usah, biar sama mama aja. Nanti kamu langsung pesen kuenya aja ya"


"Iya, Mah, kok aku mendadak laper begini" jawab Hujan, ibu dari suaminya itu selalu saja bisa menebak apa yang ia rasakan.


"Mah, aku mau yang ini, boleh?" pinta Hujan.


"Boleh, sayang"


Seorang pelayan wanita langsung menyiapkan apa yang di pesan Hujan, kemudian membawanya ke meja yang kini Hujan dan Melisa tempati.


"Terimakasih" ucap keduanya saat kue yang di inginin Hujan di letakkan di atas meja.


"Mama mau ketemu sama tante Megan, kamu tunggu disini sebentar ya"


"Oh, iya, Mah. Sam biar sama aku"

__ADS_1


"Gak usah, kamu habiskan saja kue mu, mama cuma sebentar kok" tolak Melisa, ia tak bisa membayangkan apa yang akan di perbuat cucunya itu pada kue yang di makan MiMoynya nanti.


Hujan mengganguk pasrah, ia cium lebih dulu pipi bulat anaknya sebelum di bawa pergi oleh mama mertuanya.


"Jangan nakal ya pinter"


Sepeninggal Melisa kini hanya ada Hujan sendiri, toko yang lumayan nampak sepi itu membuat ia hanya bisa fokus pada kue yang sedang menggoyang lidahnya, rasa manis yang ia rasakan membawa sensasi ketenangan dalam dirinya sendiri sebelum akhirnya ada yang datang dan langsung duduk di depannya tanpa meminta izin terlebih dulu padanya.


.


.


.


.


.


.


.


Apa kabar?



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ada Jailangkung dateng 🀣🀣

__ADS_1


Kabooooooooor πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ


Like komennta yuk ramaikan.


__ADS_2