
πππππππ
"Horeeeeee" Samudera bertepuk tangan senang saat Reza menjanjikan hadiah jika si tutut mau bersiap untuk sekolah hari ini.
"Hadiah na apa?"
"Rahasia dong, mandi sana" titahnya lagi dan Sam langsung turun dari atas pangkuan Appa nya setelah mencium kedua pipi Reza.
"Dadah, Appa. Tayang Appa banak banak oey" Sam mengucapkannya sambil berjalan mundur seraya melambaikan tangan.
Reza yang masih di ruang tengah di hampiri Melisa, wanita berpostur tubuh langsing itu mendekat lalu duduk di sisi suaminya yang sudah melempar senyum.
"Kata Sam juga tanen banak banak" kekeh pria yang baru memiiki satu cucu dari si sulung itu.
"Dasar Gajah!" timpal Melisa dengan kedua pipi yang sudah merah merona.
.
.
.
Samudera yang mandi bersama Air terus saja ribut, ada saja yang mereka perdebatkan hingga akhirnya Hujan masuk kedalam, dengan berdecak pinggang wanita cantik menantu pertama Rahardian itu mulai memberondong anak dan suaminya banyak pertanyaan.
"Cepetan! atau Moy kunciin kalian di sini" ancam Hujan yang mulai bosan kara kedunya tak kunjung keluar padahal sudah lebih dari tiga puluh menit.
"Nda, tar dede mahu hadiah dari Appa oey" protesnya yang langsung keluar dari bathup kemudian berjalan dengan tubuh polos ke shower.
Hujan yang sudah keluar lagi kembali menyiapkan baju seragam putranya, ini hari terakhir Sam sekolah di minggu kedua maka itu ia dan Air menyempatkan diri untuk sama-sama mengantar dan juga menjemput si putra mahkota Rahardian.
"Dede mahu tepet tepat tekoyahnya, ntal biyang Miss dede puwang duluan ya" ucapnya saat di pakai kan baju.
"Berangkat aja belum udah ribut pulang" ledek Air, ia yang hobby sekali menjahili anaknya sering kali membuat Sam marah dan mengamuk.
__ADS_1
"Udah ganteng, yuk sarapan." ajak Hujan, bocah bawel itu pun langsung di tuntun di kiri dan kanannya keluar kamar menuju ruang makan yang sudah ada Reza dan Melisa sedangkan Oppa serta Omma sedang menginap di tempat si bungsu Ameera.
"Appa anan yupa ya hadiah dede"
"Iya, Tuuuuuuuuut!" jawab Reza sambil mencubit pipi gemoy cucunya.
Semua sarapan dengan lahap dan tandas sambil di selingi dengan obrolan ringan antara Reza dan Air hingga sampai tiba waktunya Samudera berangkat karna waktu tersisa hanya tiga puluh menit lagi.
Selesai berpamitan, bocah tiga tahun itu langsung naik ke mobil mewah berwarna merah milik Air, Sam yang duduk di belakang terus saja berceloteh tentang hadiah apa yang akan ia terima usai pulang sekolah nanti.
.
.
"Jangan nakal ya, gak boleh kejar kejar temen perempuan terus, Fokus sama yang di ajarin Miss, Ok" pesan Hujan sebelum putranya masuk kelas
"Keh, Moy" Jawabnya sambil terkekeh lalu mencium papAy dan miMoy nya secara bergantian.
"Dede mau dapet apa sih dari papah?" tanya Hujan saat keduanya sudah duduk berhadapan.
"Entah, kita cuma disuruh nyusul papa sama mama nanti pulang sekolah dede" jawab Air.
"Kemana?"
"Ke hotel yang dulu kita kesana, hotel barunya papa yang buat anak anaknya Bumi" sahut Air lagi. Ketiganya memang tak pernah mempermasalahkan kepada siapa harta Reza akan di turunkan karna mereka yakin jika papanya akan membagi secara adil pada si kembar.
.
.
Beberapa jam menunggu akhirnya Sam keluar, ia disambut oleh kedua orang tuanya di depan kelas seperti biasa.
Hujan akan banyak bertanya tentang kegiatan putranya selama berlajar dan di dalam kelas, hal rutin itu tak pernah sehari pun di lewati Hujan sebagai seorang ibu.
__ADS_1
Perjalanan yang menempuh hampir satu jam pun akhirnya sampai, Reza dan Melisa yang sudah menunggu tentu langsung menggendong Samudera.
"Mahu mana?" tanya Sam.
"Mahu liat hadiah dede, kan dede tadiu udah mau sekolah" kata Reza yang berjalan lebih dulu sedangkan istri anak dan menantunya hanya mengekor dari belakang.
"Mana hadiahnya?"
.
.
.
.
.
.
Kapal buat Tutut Jajah..
Gak kebayang gedenya kaya apa!
cayang Gajah banak banak oey ππ
Mau idup ampe liat Tutut gede gak?
Cium dulu ya π€£π€£
__ADS_1