Air Hujan

Air Hujan
bab 78


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻



Air yang masih terisak terus saja diciumi oleh Hujan, ia tak menyangka kepergian yang hanya sesaat menolong seekor kucing yang hampir tertabrak ternyata membuat suaminya begitu sedih sampai menangis pilu.


"Udah dong, kan gue udah ada" bisik Hujan Sambil mengusap kepala Air.


"Jangan pergi lagi" pintanya lirih di sela Isak tangisnya


"Iya, kan cuma nolongin kucing, bukan nolongin cowok Laen!" jawabnya santai.


"Huuuaaaaaaaaaaa, Jan Hujan dereeeeeees nakal"


"Eh.. enggak! gue bercanda!" ucap Hujan panik.


"Ya ampun! bercanda, Ay sayang" rayu gadis itu lagi, ia takut jeritan tangis suaminya terdengar oleh kedua mertuanya sampai ke kamar mereka.


"Gak boleh! Lo punya gue, Jan" Rengeknya semakin menenggelamkan kepalanya di dada sang istri.


#Modus πŸ€­πŸ™„


"Iya, nanti kalo gue pergi lagi gue pasti bilang, gak akan ngilang kaya tadi lagi, Ok"


"Gue sedih, Jan. Gue takut, gue marah, gue kesel liat Lo sama kucing"


"Mau gue ajak berantem tuh kucing kecil banget, tapi gue diemin lah dia enak banget nemplok disini" unjuk Air lalu me re mas lembut dua bukit istrinya.


"Maaf, Ay" ujar Hujan menghapus air mata di wajah tampan suaminya.


"Sesek banget, tadi gue pengen nangis disana, kalo tadi sepi mungkin gue udah guling-guling tuh saking sedihnya lo ilang" ucap Air dengan sangat jujur mengungkapkan isi hatinya betapa ia sebegitu resah nya tanpa Hujan.


"Kenapa gak nangis aja disana, kenapa harus nunggu pulang baru mau nangis?" kata Hujan yang semakin gemas di tengah rasa bersalahnya.


"Gak! enakan nangis dirumah di peluknya di atas kasur" jawab Air.


.

__ADS_1


.


Gimana mau punya anak?


Bisa balapan nangis terus nantinya, bisa roboh nih apartemen.


Gue bukan ngalamin baby blues tapi Hubby blues!


Hujan terkekeh membayangkan jika nanti ia hamil dan mempunyai anak, akan seperti apa hidupnya nanti karna ia tak yakin jika Air akan berubah.


Sifat manjanya sangat di nikmati oleh Hujan, Jika wanita lain senang di manja tapi entah kenapa ia justru senang memanjakan.


Hujan yang dulu galak dan keras kepala seakan tertantang untuk lebih sabar dan lembut.


Apa ini yang di namakan saling melengkapi?


******


"Kalian pulang jam berapa semalem kok mama gak denger?" tanya Melisa saat Hujan baru saja turun dari kamarnya.


"Hampir jam sebelas kayanya" jawab Hujan, hatinya berdebar, takut jika Melisa mendengar jeritan Air yang semalam.


"Oh," jawab Melisa, ia langsung ingat jika Jam segitu suaminya sedang meminta jatah piknik darinya.


"Aku gak sama kakak gak beliin apa-apa, soalnya kakak ngambek" bisik Hujan.


"Ngambek kenapa?, berantem sama abang-abang?" kekeh Melisa.


"Enggak, Mah. Kakak cemburu sama kucing" jelas Hujan sambil menutup mulutnya.


"Masa?, hem... Papanya banget sih" senyum tersungging di ujung bibir Melisa saat ia mengingat kejadian dua puluh tahun silam saat si kembar berada di perutnya.


"Papa juga pernah cemburu sama kucing?" tanya Hujan semakin penasaran.


"Enggak. Papa cuma pernah nangis gara-gara kucing, mama dulu pulang bawa kucing eh papa inget Sama kucingnya yang udah meninggal" jelas Melisa menceritakan hal yang hampir serupa dengan yang di alami menantunya kini.


"Oh, papa dulu pernah punya kucing juga?"

__ADS_1


"Iya, karna dulu meninggalnya depan mata papa jadi sekarang papa gak mau liat kucing lagi, mungkin trauma" kata Melisa yang sampai detik ini tak pernah membahas hewan berbulu hitam dan putih itu lagi bersama sang suami.


"Oh, siapa namanya?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Si CEMONG....



🌻🌻🌻🌻🌻


Nih bang.. cemong lagi Ama gua,🀭🀭🀭


Nyolongin ayam Sama ikan gue Mulu 😭😭


Gue balikin ya kedunia halu si cemongnya, πŸ˜‚πŸ˜‚


Like komen nya yuk ramai kan


abaikan Mak othornya ya πŸ™πŸ™πŸ˜›πŸ˜›πŸ™„

__ADS_1


__ADS_2