Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 18


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Hujan hami lagi"


Reza dan Melisa saling pandang selama beberapa detik dan setelahnya..


Hahahahahahahahahahahaaahahahaha ....


Suara gelak tawa Reza sampai menggema ke se isi ruang tengah, Ia sampai turun ke karpet menciumi pipi khumairahnya yang masih melongo. Wanita cantik itu kaget akan dua hal, yang pertama dengan kabar hamilnya sang menantu dan kedua tentang suaminya yang justru tertawa terpingkal pingkal bagai menang undian triliunan rupiah.


"Fix, Ini BUNTUT GAJAH, NO DEBAT!!" ujar Reza dengan sangat senangnya.


"Kamu hamil lagi, Jan?" tanya Melisa dengan wajah masih terkejut.


"Iya, Mah. Maaf" jawab Hujan masih menunduk.


"Berapa bulan?" tanyanya lagi. Namun, kedua matanya beralih pada samudera yang berada diatas pangkuan suaminya.


"Aku gak tahu, tadi cuma tespek aja. Dokter belum periksa"


Melisa mengernyit kan dahinya bingung, mana mungkin team dokter akan memperlakukan menantunya begitu saja, terlebih rumah sakit itu adalah milik Hujan pribadi.


"Hujan kabur, Mah" selak Air yang mengerti dengan kebingungan yang di rasakan mamanya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku panik, aku kaget dan gak tau harus gimana lagi" ucap Hujan dengan menggigit bibir bawahnya.


"Bukannya dokter Milla cuma bilang kalau maagh mu kambuh ya? kenapa sekarang jadi hamil." kata Melisa yang masih ingat betul apa yang dikatakan gadis cantik berhijab kemarin.


"Itu kan baru perkiraan, Mah. Buktinya pas di tespek taunya DUA GARIS MERAH" ucapnya bangga namun siapa sangka itu langsung membuat kepala mamanya berdenyut.


"Kalian periksa lagi agar lebih jelas. Pastikan juga berapa usia kandungannya, jangan sampai keliru" tegas Melisa, disini hanya dia yang banyak bicara karna Reza sibuk dengan Baby Bear diatas pangkuannya


Bayi montok itu sesekali tertawa saat Reza menggelitiki perut dan Lehernya yang putih dan harum, Samudera jarang sekali meronta ingin di gendong oleh Mimoy juga Papay nya, Bayi montok yang sering sekali di pakai kan baju beruang oleh Air itu justru pantang mendengar suara Appanya meski hanya sekedar berdehem.


"Mama gak marah, 'kan?" tanya Hujan masih belum berani mendongakkan wajahnya.


"Samudera bisa kasih susu formula, karna ASI kamu pasti udah gak enak, Jan" tambahnya lagi menjelaskan.


Hujan langsung menoleh ke arah sang suami yang memasang wajah datar, Ia baru paham kenapa Samudera tak ingin menyusu padanya lagi, bahkan bayi montok itu selalu mengamuk saat Hujan mencoba sedikit memaksa.


"Besok kita balik ke rumah sakit lagi ya, buat USG biar pasti kamu hamil berapa bulan" ajak Air lagi sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Tebakan mama masih hitungan minggu, Kak" selak Melisa yang seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Makanya besok di pastiin lagi ya, biar gak penasaran. Untung kamu langsung cepet periksa karna biasanya kalo hamil anak kedua itu suka gak ketahuan karna fokus pada anak pertama" ujarnya lagi membanggakan sikap tanggap anak menantunya.

__ADS_1


"Ada juga Gajah noh yang fokus sama Baby Bear" sindir Air pada papanya yang sibuk berdua saja, seakan tak ada siapapun di sekitarnya.


Reza hanya menoleh lalu ia bangun dari duduknya masih dengan samudera dalam gendongannya.


"Papa mau kemana?" tanya Air.


"Mau tidur, buntut Gajah udah minta di kelonin" jawabnya santai lalu melengos pergi begitu saja.


.


.


.


.


.


Wah... Beruangnya Buaya di culik Gajah lagi aja!!


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Ikhlasin ya kak.. kan ada cebong baru dalem perut Jan Hujan Deres🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2