
πππππππ
Atu.. uwa...jujuh.. jajah.. enem... puyuh.. ima..
Baaaaaaa.
Waaaah...Jajah dede, na?
Appaaaaa
Teriakan Sam yang mencari Reza membuat semuanya tak bisa menahan tawa, bahkan Air memukuli bahu Bumi sambil terbahak-bahak saat melihat tingkah lucu anaknya yang bingung saat papanya tak ada.
Appaaaaaa...
Huaaaaa..... Appaaaaa
Appaaaa dede ih
Si montok bermata bulat itu terus mencari ke semua ruang tengah mulai dari berjalan sampai merangkak.
Appa Dede, na?
"Cari dong, kan dede ajak upet upet tadi" jawab Melissa saat Sam bertanya padanya.
"Hayo looooh, Appanya hilang" ledek Kahyangan.
Sam langsung menoleh, ia edarkan lagi pandangannya mencari sosok yang selalu memberinya rasa aman itu.
"Appanya gak ada, emang enak" sambung Air, jika sudah begini ia tak akan menjadi papa yang baik justru akan semakin laknat menggoda anaknya sampai menangis.
Appaaa.
Appa dede na yaaaaaah
Reza yang tak kuasa menahan tawa di balik persembunyiannya, hanya bisa berjongkok sambil memegang perut dan mulutnya sendiri.
Onty akal, na?
Sam langsung panik saat ia melihat salah satu ontynya pun tak ada.
__ADS_1
"Onty jalan jalan sama Appa" goda Langit yang langsung mendapat pukulan dari Melisa.
"Abang!"
Huaaaaaa....
Jajah dede.
Onty Akal.
Appaaaaaaaaaa
Kali ini Samudera bukan lagi merengek mencari tapi sudah menangis dan mengamuk sambil terus memanggil Appanya yang hilang bersama Aunty Chaca.
Ia yang guling-guling sambil menangis diatas karpet tak bisa di tenangkan meski Hujan dan Melisa akhirnya turun tangan mencoba merayu dan menggendong.
"Ih, mainnya curang. Malah nangis bukannya cari" kata Air di sela gela tawanya.
"Si kakak bukannya diemin tuh anaknya" protes Bumi yang ikut merayu keponakannya yang masih mengamuk.
"Mas, keluar ah" teriak Melisa.
Appa dede na???
DOOOOOOOOOOOORRRRR...
Eh... Dadet dede.
Tangisnya langsung berhenti mendadak saat Appanya muncul dengan cara memeluk Sam dari belakang, ia langsung tersenyum sambik memperlihatkan empat gigi atasnya dan dua gigi bawahnya.
"Kaget ya?" kekeh Reza yang kini sudah memang ku Samudera di atas pahanya.
Appa na?
"Kan upet upet, dede bukannya cari kenapa nangis, Hayooooo?" tanya Reza sambil meledek.
Onty akal.
Cahaya yang baru datang langsung menjadi pusat perhatian, ia yang lagi lagi di sebut nakal oleh keponakannya pun langsung protes duduk samping papanya.
__ADS_1
"Siapa yang nakal?" tanya Cahaya.
Onty akal
"Emang Onty ngapain?" Cahaya yang baru masuk lagi ke apartemen orang-tuanya memang tak tahu drama menangis Samudera sampai berguling-guling karna Langit membohonginya tadi.
Upet Appa dede
"HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA"
Semuanya kembali tertawa, karna benar saja dugaan mereka jika Samudera menangis karna menganggap Cahaya bersembunyi dengan Reza meski kenyataannya anak bungsu Rahardian itu pulang sebentar ke apartemennya.
"Onty gak upet sama Appa, woooooooooooy" kata Cahaya yang merasa sebal karna di salahkan belum lagi semuanya ikut tertawa saat melihatnya tadi datang.
Nda?
"Iya, enggak. Onty tadi pulang, dede carinya gak bener nih." tambahnya lagi sambil mencubit kedua pipi bulat Samudera, bocah itu menatap langsung kearah Reza yang tepat di depannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Upet agih yuk
Yuk.......
__ADS_1
π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
like komennya juga yuk yuk yuk yuk.. π€ͺπ€ͺπ€ͺ