Air Hujan

Air Hujan
Bab 205


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Cakra yang sudah menghentikan mobilnya di sebuah rumah langsung mengajak Air untuk turun karna Ia menang akan lebih dulu membawa Air singgah di kediamannya.


"Rame ya" ujar Air saat turun dari mobil.


"Iya, acara keluarga dulu nanti baru kita seneng seneng" jawab Cakra sambil menarik tangan Air untuk segera masuk.


Keluarga Cakra yang memang dari kalangan pengusaha tentu tak Asing dengan Rahardian grup yang memiliki kantor dan cabang dimana mana meski tak pernah sekalipun mereka terlibat kerja sama.


Air yang di ajak ke ruang tamu justru belok ke ruang tengah saat ia melihat begitu banyaknya makanan yang tersaji di beberapa meja, matanya langsung berbinar ketika ada kue warna warni menggugah seleranya.



" Ampun ya, Jan. Dietnya di double nanti dua hari kedepan, kakak gak kuat, laper banget" gumamnya sebelum memasukkan satu cupcake ke dalam mulut.


"Manis banget, berasa lagi ciuman sama si Jan Hujan deres"


Tak hanya satu, entah berapa kue yang ia makan untuk masuk kedalam perutnya yang tiba-tiba lapar padahal ia sudah makan banyak di hotel sebelum pergi bersama Cakra.


Ia bagai tak ingat lagi dimana kini ia berpijak, tak perduli dengan temannya yang mencari kesana kemari.


"Woy, gue muter nyari ternyata disini"


Air hanya tersenyum lebar sampai terlihat semua deretan gigi putihnya.


"Sorry, gue abis nyicipin kue" ucap Air yang malu sendiri karna Cakra memang belum mempersilahkan ia untuk menikmati jamuan dirumahnya.


"Santai ajalah, lo makan sepuas lo ya. Gue panggil adek gue dulu buat di kenalin ke lo" ujar Cakra yang akhirnya meninggalkan Air lagi di hadapan tumpukan kue kue.


Ia yang begitu bahagia karna lidahnya tak henti bergoyang dengan perut yang siap menampung semuanya tak menghiraukan gadis gadis yang berbisik pelan seakan membicarakan ketampanannya.


Ia hanya melempar senyum pada siapapun yang juga tersenyum padanya. Air bagai sedang ada di dunianya sendiri.


"Ay...." panggil Cakra yang langsung membuat Air menoleh.


"Hem. Iya"


"Kenalin nih, ade gue yang ulang tahun"


Air hanya tersenyum sambil menerima uluran tangan seorang gadis cantik di hadapannya.

__ADS_1


"Air"


"Stella, panggil Lala aja" pinta adik Cakra.


"Oh, kalo gitu panggil gue Pooh deh" timpalnya sambil tertawa dan malah berhambur ke arah Cakra.


Berpelukaaaaaaaan..


"Astaga, lo kira kita teletubies?" decak Cakra yang tak habis pikir dengan sifat temannya yang masih amit amit.


"Kan lucu ada Lala" kekeh Air lagi.


"Kalo lucu lo peluknya kesono, ngapain peluknya ke gue" sungut Cakra lagi mencoba melepas pelukan Air.


"Wiiiiiih... dosa Bro peluk anak perawan orang!" sahut Air yang langsung mendapat cibiran dari Cakra namun tidak dengan Stella yang malah tertawa.


"Kak Cakra nemu temen begini dimana?" tanya Stella di sela gelak tawanya.


"Kenapa?" tanya Air dan Cakra berbarengan.


"Udah ganteng, lucu, tinggi, putih ya ampun ngerepotin hati aku kan jadinya" kekeh Stella.


"Anjiiiiiiiir, gue di gombalin sama anak itik"


Puas bercanda dengan Stella yang ternyata begitu ramah mereka pun di minta untuk ke ruang makan.


Air kembali tersenyum penuh arti saat kakak baradik itu membawanya ke pusat makanan yang sesungguhnya.


Air di kenalkan kembali pada orang tua Cakra dan Stella meski sebenarnya mereka sudah saling mengenal meski hanya sebatas tahu.


Papa Cakra yang begitu senang dengan Kehadiran Air sangat antusias malah ia meminta pelayanan untuk mengeluarkan semua makanan yang tersedia, tentu Air hanya malu malu tapi mau menerima semua itu.


"Ayo cicipi, jangan sungkan" kata mama Cakra.


"Iya, Tante"


.


.


.

__ADS_1


Kenyang menikmati makan malam yang luar biasa nikmatnya, Air dan Cakra akhirnya keluar dari ruang makan menuju halaman samping yang terdapat kolam renang, kedua pria itu duduk di gazebo dengan asap rokok yang mengepul.


"Mau nyoba gak?" Tawar Air.


"Enggak, baunya aja gue gak suka" tolak Air yang memang tak terbiasa karna di keluarganya tak ada yang menyentuh benda tersebut.


"Ok. Lo emang gak berubah, Ay" salut Cakra dengan menunjukkan jempolnya.


"Udah waktunya nih, sekarang kita tinggal ke diskotik" ajak Cakra sambil bangun dari duduknya.


"Gue gak ikut deh" tolak Air.


"Kok.. kenapa?" tanya Cakra bingung.


.


.


.


.


.


.


.


.


Kenyang... gue ngantuk!!!



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Jangan lupa sikat gigi sama cuci kaki ya kak.. 🀣🀣


Gerakan SMP ( sudah makan pulang) πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Cium jauh sini dari mak othor buat bayi buaya cengeng.

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan..


__ADS_2