Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 04


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Rutinitas pagi Hujan kini tentu jauh lebih sibuk dari biasanya, karna Baby bear selalu bangun sebelum adzan subuh dan itu pastinya membuat Air dan Hujan ikut bangun juga untuk menjaganya secara bergantian sampai bayi tampan itu kembali terlelap.


"Kamu udah pompa Asi belum?" tanya Air saat hendak masuk kedalam kamar mandi karna waktu susah lebih dari jam tujuh pagi.


"Masih ada stok, kak" jawab Hujan yang kini sudah kembali ramping dan cantik karna banyaknya yang ikut menjaga sang anak jadi ia pun mempunyai waktu lebih banyak juga untuk merawat dirinya sendiri.


"Nanti tumpah tumpah lagi" ledek Air yang tahu jika ASI sang istri sangat melimpah.


Hujan hanya memicingkan matanya saat suaminya itu berjalan masuk kamar mandi sambil tertawa.


Usai membersihkan diri, kini saatnya Hujan mengurus Air menyiapkan semua keperluan pria itu sebelum berangkat ke kantor dan setelahnya mereka akan sarapan bersama di lantai bawah bersama dengan yang lainnya.


*****


Dua wanita beda usia itu kini sedang berada diruang tengah usai makan malam, Air yang ternyata pulang terlambat karna ada rapat dadakan membuat Hujan dan Melisa memilih menunggu sambil menonton TV, berbeda dengan Reza yang sudah lebih dulu naik ke lantai atas menuju kamarnya.


"Coba tanya kakak, apa dia mau makan dirumah biar mama siapkan" titah Melisa pada Hujan untuk. menghubungi Air lewat sambungan telepon.


"Iya, Mah" jawab sang menantu Rahardian itu sambil menyerahkan Baby Bear pada mama mertuanya.


Hujan langsung meraih ponselnya di atas meja lalu mencari kontak ***Craying Baby

__ADS_1


Tuuuut... tuuuut... tuuuut***...


Suara nada dering masih terdengar di telinganya.


"Iya, Jan" jawab Air.


"Kakak masih dimana?" tanya Hujan saat sang suami menyapa.


"Nih di belakang kamu" sahutnya sambil terkekeh lalu mencium pipi Hujan dari belakang.


"Ih, nyebelin"


Air tertawa, ia lalu memutari sofa dan duduk di sisi Hujan dan mamanya yang memangku Baby bear.


"Gak usah, Mah. Biar aku aja, tolong jagain Dede aja" pinta Hujan yang menolak saat Mertuanya itu hendak ke dapur.


"Ya sudah, mama Bawa dede Ke atas ya" pamit Melisa yang akan membiarkan pasangan suami istri itu memiliki waktu berdua meski hanya makan malam.


"Iya, Mah. Terimakasih banyak" kini Air yang menjawab.


Melisa yang kini tengah mendekap sang cucu dengan erat tersenyum senang sembari melangkah menuju tangga.


__ADS_1


Sudah lebih dari satu bulan kehadiran Baby Bear mewarnai keluarga besar Rahardian, Apalagi saat bayi montok itu kini sudah bisa sedikit merespon jika ada yang berbicara padanya.


"Nih si ganteng sebenarnya anak siapa sih?!" rutuk Reza saat Melisa datang ke kamar mereka dengan menggendong Baby Bear.


"Kakak baru pulang kerja, Mas. Biar Hujan layanin suaminya dulu" bela Sang istri sambil berjalan mendekat.


"Tapi ujung-ujungnya pasti kebablasan tidur sampe pagi disini, Ra" oceh Reza lagi.


"Gak apa-apa, kasihan Hujan kalo harus bergadang terus, Mas"


Apapun itu, Melisa akan selalu membela Hujan karna ia pernah ada di posisi seperti sang menantu meski alasan sebenarnya yang lebih masuk akal adalah ia sangat menyanyangi Samudera.


Bayi itu bagai jawaban atas keinginnya yang sempat ingin memiliki anak lagi saat si kembar masuk usia remaja, rasa sepinya di apartemen ketika anak-anak sering pulang terlambat di tengah sibuknya eskul sekolah membuat ia berniat hamil lagi tapi Reza menentangnya dengan sangat keras dengan alasan hypertensinya.


"Dede bobo sama Amma lagi ya" ucapnya sambil menidurkan Baby bear ketengah kasur tepat di sisi suaminya merengut.


"De' berantem yuk!"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tuhkan...


Mancing gajah yang lagi mode ON kayanya 🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2