Air Hujan

Air Hujan
bab 50.


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Selama di hotel tak ada yang mereka lakukan selain mengobrol di selingi candaan, jangan tanyakan bentuk kamar tersebut karna semuanya sudah berantakan bagai tersapu tsunami, bantal kasur dan sofa yang dipakai keduanya untuk saling memukul sudah berserakan di lantai, begitupun dengan Selimut yang di pakai Air untuk menakuti nakuti istrinya.


Gelak tawa begitu menggema ke seisi kamar begitu pun umpatan dan ocehan yang saling bersahutan antara Air dan Hujan.


Lima menit bertengkar namun dua menit kemudian kembali berpelukan, bahkan sambil mengomel Air terus mencium pipi Hujan, gadis itu semakin di buat pusing oleh tingkah suaminya.


Mau marah tapi lucu..


mau gak marah tapi ngeselin..


*****


Pasangan itu kini bersiap kembali ke kampus, Hujan dengan jam kuliah keduanya sedangkan Air ini adalah pertama kalinya ia masuk kembali setelah cuti kuliahnya.


Selama perjalanan menuju universitas tempat mereka menimba ilmu Hujan memilih untuk tidur dan Air membiarkannya terlelap.


Sampai saat mobil berhenti Hujan pun ikut terbangun


"Udah sampe ya?" tanyanya sambil bergumam.


"Udah, yuk turun"


Air keluar lebih dulu dari mobil setelah mengambil tas, ia membuka pintu untuk istrinya agar segera turun.


Setelah merapihkan lagi pakaiannya, Hujan Langsung keluar dan kini keduanya berjalan memasuki gedung mewah tuh beriringan dengan Air merangkul bahu sang istri.


"Gue mau ke perpus dulu" ucap Hujan.


"Gue anter"


"Gak usah, tar Lo telat" tolak Hujan halus.


"Mending telat dari pada gak sama sekali" kekehnya sambil menirukan ucapan istrinya tadi.


Hujan mencebikkan bibirnya lalu tersenyum sembari membuang muka.


Begitu banyak pasang mata yang melihat pasangan suami istri baru itu.

__ADS_1


.


.


"Ay..." sapa seorang gadis dengan kemeja navy yang ia kenakan.


"Wow, kemana aja Lo?" tanya Air pada gadis itu.


"Baru balik kemarin" jawabnya sambil tersenyum.


"Lo gue chat gak dibalas, kenapa?"


"Haha, gue belom liat ponsel" sahut Air sambil tergelak.


"Ay, gue duluan" ucap Hujan memotong obrolan mereka.


Air menggeleng kecil, pertanda pemuda itu tak mengizinkan, sorot matanya seakan meminta Hujan untuk sedikit bersabar.


"Istri Lo ya?" Ia bertanya dengan tatapan sinis.


"Iya, istri gue" jawab Air semakin mengeratkan rangkulannya.


Hujan yang tak terima mendengar ucapan wanita di hadapannya itu langsung bersiap melayangkan tangannya untuk menyentuh pipi mulus orang yang sudah berkata tak baik tentangnya.


Namun dengan cepat Air mencekalnya membuat Hujan menatap nyalang ke arah sang suami.


"Mau apa Lo?" tanya Air dengan begitu tenang.


"Mau gue tabok mulutnya!" jawab Hujan dengan amarah sudah meluap-luap.


"Cih, kurang kerjaan amat! tangan Lo terlalu bersih, buat nampar dia" ucap Air.


"Cantiknya Ay gak boleh marah-marah ya" rayu Air lagi yang kemudian mencium bibir Hujan didepan para mahasiswa lainnya, sontak perlakuannya itu membuat riuh semua orang yang melihat mereka.


Hujan yang kaget namun perlahan menikmati sentuhan suaminya, ia ingin semua tahu jika pemuda itu miliknya seorang, sikap egois dan tak ingin berbagi mengalah kan rasa malunya.


"Enak banget" Air mengusap bibir ranum istrinya yang baru saja ia nikmati, tanpa sadar wanita tadi sudah pergi dari hadapan mereka.


"Gue gak suka keributan, apalagi buat hal kaya gini, paham!" bisik Air

__ADS_1


Hujan mengangguk kecil dengan pipi merah merona ia tundukkan wajahnya yang tersenyum


"Lo tau kenapa menara Pisa di Roma miring?" goda Air


"Gak tau, kenapa?"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Karna ketarik senyum Lo....


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚



Di sogok seblak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Ok tar malem ya kak ,🀭🀭🀭


Like komen nya yuk ramai kan ❀️

__ADS_1


__ADS_2