Air Hujan

Air Hujan
bab 25


__ADS_3

πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Pisang malam ini bobo di bawah dulu ya, jangan ngintip kakak, Ok


Hujan yang mendengar pesan untuk si pisang pun akhirnya tertawa, kini demi dirinya ternyata Air mengesampingkan bantal Kesayangannya itu.


"Yakin tuh pisang di taro dibawah?" goda Hujan.


"Eh, enggak deh! taro di sofa aja, kasihan" Air langsung turun dari tempat tidur, kemudian meletakan si pisang di sofa depan TV.


"Nanti kalo udah selesai, kakak ambil kamu lagi nanti kita tidur peluk peluk lagi kaya biasa, Ok" pesannya untuk si kuning.


Hujan tercengang mendengarnya, Ia menelan Salivanya saat Air sudah semakin dekat.


"Jadi masih mau peluk pisang abis ini?" tanya Hujan dengan tangan ia silangkan di dadanya untuk menutupi area sensitif miliknya, yang di jawab anggukan kepala oleh Air.


"Hem, peluk Lo juga deh, kita tidur bertiga" tawarnya sambil tersenyum.


Hujan hanya bisa menghela nafasnya pelan, Kehadirannya tak akan pernah bisa mengganti posisi si pisang.


"Yuk lanjut" ajak Air yang menarik tangan Sang istri dari depan dada polos yang baru ia lihat tadi.


Hujan yang berusaha mempertahankan akhirnya pasrah saat Air menciumnya lagi, tangan lembut sang suami yang berada di tengkuknya kini sudah meraba leher jenjangnya


Debaran jantung keduanya semakin berdegup dengan kencang saat Air dengan begitu lembut mengusap punggung Hujan yang polos tanpa apapun, ia mengeratkan pelukannya hingga tubuh mereka menempel sempurna.


"Geli ya" kekehnya setelah melepas pagutannnya.


Air mencium seluruh wajah sang istri, dari mulai kening hingga berlanjut ke kedua pipi Hujan yang kenyal bagai bakpao.


Ntah siapa yang memulai kini Pasangan itu sudah kembali berbaring, dengan hanya bertumpu dengan siku, pemuda itu menikmati setiap inci tubuh polos bagian atas istrinya.

__ADS_1


Lagi-lagi ia diam sejenak saat matanya melihat keindahan bukit milik Hujan, ia yang bingung harus apa akhirnya hanya mencoba coba.


"Pegang lagi ya" izinnya, karna ia tahu itu adalah area paling sensitif bagi kaum wanita.


"Iya, Ay. suka suka Lo deh" jawab Hujan pasrah.


Rasa ragu akhirnya kalah dengan rasa penasaran, ia yang memang tak pernah tau hanya bisa menyerahnya semuanya pada Insting kelelakiannya.


"Sakit gak?" tanya Air saat salah satu bukit sudah ada dalam genggamannya.


Hujan menggeleng tapi sambil menggigit bibir bawahnya, tubuh nya terasa aneh saat ini, perasaan yang baru ia rasakan seumur hidupnya.


"Kalo sakit bilang ya, tar gue pelan pelan tapi jangan harap udahan" ucapnya.


"Kenapa?"


"Ini udah tegang banget, Jan Hujan dereeeeeees!"


"Mau liat?" tantang Air, ia langsung tertawa saat sang istri yang berada di bawahnya menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Yakin?, gue buka nih ya!" godanya pada gadis halalnya itu


"Ay... " Hujan yang panik memegang tangan Air yang sudah bersiap melepas celananya.


"Apa?,mau Lo duluan yang gue bukain? atau mau buka bareng bareng?" kekehnya sambil mencubit pipi istrinya yang merah merona


"Gak, gak apa-apa" ucapnya lalu menutup mata.


Waktu yang sudah lewat tengah malam sudah pasti semakin terasa dingin tapi tidak dengan pasangan ini, hawa panas karna rasa penasaran semakin menjalar di kedua tubuh mereka.


POLOS..

__ADS_1


Di atas tempat tidur berukuran king size tanpa bantal dan selimut, Sepasang suami istri muda itu kini tak memakai apapun, tanpa ada sehelai benang menutupi tubuh mereka.


Air memposisikan dirinya senyaman mungkin.


Tanem.. tanem..tanem...tanem...


Kalimat itu yang terus berputar di otaknya, ucapan papanya yang membuat ia harus berpikir keras.


"Satu jalur kan?" tanya Air lagi memastikan.


"Iyalah, emang mau kemana lagi" jawab Hujan, ia sudah meremat kain seprei dengan kuat.


Keduanya menarik nafas dalam-dalam, ini adalah pengalaman pertama bagi mereka yang sama-sama belum pernah mencoba dan hanya tau dari teori yang di dengar dan dibaca saat sekolah dulu.


"Gue masuk ya"


Hujan mengangguk dengan mata masih terpejam, ia benar benar sedang menyiapkan dirinya di sentuh lebih dalam dan intens oleh sang suami.


.


.


.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Alhamdulillah masuk juga...


Like komen nya yuk ramai kan


masih ada satu part lagi 🀭🀭🀭

__ADS_1


__ADS_2