Air Hujan

Air Hujan
bab 115


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


Hujan duduk di tepi ranjang setelah memakaikan baju di tubuh tinggi suaminya, Empat hari ini ia benar-benar mengurus bayi buaya cengengnya itu dengan sangat baik.


"Udah ganteng belum?" goda Air.


"Kakak tuh kapan sih gak gantengnya?" Hujan balik menggoda membuat suaminya tersipu malu.


"Peluk.... "


Hujan targelak melihat tingkah manja Air yang tak ada habisnya, semakin lama pemuda itu semakin bergantung padanya.


Cek lek..


"Udah Siap?" tanya Langit saat masuk kedalam kamar rawat inap si sulung, Ia sempat merasa tak enak saat melihat pasangan suami istri itu sedang berpelukan.


"Udah, yuk pulang" ajaknya dengan wajah masih menempel di dada sang istri dengan begitu nyamananya.


Langit membuang nafas kasar saat melirik Hujan tersenyum lebar sampau terlihat deretan gigi Putih nya.


.


.


Sampai di apartemen, pemuda tampan itu kembali beristirahat usai makan siang dan meminum obatnya.


Suasana yang mendadak sepi membuat Hujan akhirnya memutuskan untuk ke lantai bawah menemui ibu mertuanya.


"Sayang, Kakak tidur? " tanya Melisa pada Hujan yang baru sampai di ujung tangga.


"Iya, Mah. Aku bingung kalo dia tidur" ucaonya sambil mengusap kepalanya yang tak gatal.


"Tapi kalo bangun capek ya, rewel banget" kekeh Melisa yang membuat Hujan malu.


Keduanya berbincang di dapur sambil membereskan bahan menu masakan untuk makan malam nanti. Hujan hanya bisa membantu tanpa bisa ikut memasaknya, Ia cukup lemah dengan hal itu meski berulang kali mencoba.


"Bundamu mau kesini? "


Hujan menoleh lalu menggelengkan kepalanya.


"Bunda mau ke luar kota, Mah"

__ADS_1


Melisa menganggauk paham, selama Air dan Hujan menikah ia hanya beberapa kali bertemu dengan Anna, dan itu membuat Melisa sangat bersyukur karna sampai detik ini ia masih tak nyaman saat Anna menatap suaminya terlalu intens.


Berkali-kali menepis rasa curiga itu tapi entah kenapa rasanya tetap berbeda.


"Oh, mungkin dengan kesibukannya dia jadi tidak merasa kesepian setelah kamu menikah dan tinggal disini ya" tutur Melisa.


"Bunda memang sibuk sedari dulu, kami jarang bertemu selain pagi hari. Jadi tak ada yang berubah" jelas Hujah dengan tangan masih sibuk mengupas beberapa bumbu dapur.


"Kenapa gak menikah dan berumah tangga?" pertanyaan sensitif namun sangat mrmbuat Melisa penasaran.


"Rasa trauma karna pemerkosaan nya membuat bunda menutup diri dan hati, bunda selalu mikir kalo dirinya kotor dan tak layak untuk siapapun dan terlebih... "


Hujan menarik nafasnya dalam dalam sebelum meneruskan omongannya, selama ini keluarga suaminya sudah tahu tentang latar belakang hidupnya jadi tak ada yang perlu gadis itu tutupi saat ini.


"Terlebih apa? " tanya Melisa.


"Terlebih bunda masih mencintai sosok pria cinta pertamanya dulu, Mah" jelas Hujan yang membuat hati Melisa mencelos.


"Siapa? "


Hujan mengernyit kan dahinya lalu kembali menggelengkan kepalanya.


"Aku gak tahu, bunda gak pernah cerita" jawabnya yang memandang aneh perubahan sikap mertuanya itu.


Craying Baby.


"Mah, aku balik kamar ya, kakak udah bangun" pamit Hujan sambil bangun dari duduknya.


"Ya, Tawari kakak cemilan ya"


"Iya, Mah" Jawabnya yang langsung meninggalkan Melisa yang duduk lemas di kursi meja makan.


Cek lek..


Hujan langsung tersenyum saat melihat suaminya sedang merengut kesal di tengah kasur.


"Kenapa?"


"Gak suka di tinggal" jawabnya ketus.


"Lagi bantuin mama di bawah, cuma sebentar kok" Rayu Hujan sambil mengusap usap pipi Air.

__ADS_1


"Gak mau jauh pokoknya" keluhnya lagi tak ingin di bantah.


"Kenapa?, masih dalam rumah kok"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cukup Antartika aja yang jauh..


ANTARA kita, Jangan!!!


πŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈπŸ§šβ€β™‚οΈ


Cukup dunia halu dan nyata aja y kak 🀣🀣


ampe sekarang belom bisa cium bapak lo 😭😭😭

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2