Air Hujan

Air Hujan
Baby bEar 64


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Ayo pulang, Moy udah telepon nih" ajak Reza saat dirasa sudah cukup waktunya untuk bermain.


Nda.


"Udah sore, dede nanti kecapean, yuk"


Nda ih..


Samudera terus menepis tangan Reza yang ingin menggendongnya, ia terus menolak dan tampak masih ingin bermain karna banyak juga anak seusianya disana.


"Nanti kesini lagi sama PapAy ya, sama MiMoy juga"


Samudera menggeleng kan kepalanya dan malah merangkak lebih jauh, Reza kembali melirik jam di pergelangan tangannya sudah hampir menujukan pukul lima sore dan itu tandanya si sulung akan segera pulang.


"De' PapAy bentar lagi pulang loh, yuk pulang dulu" rayunya lagi namun masih di abaikan seakan ia tak mendengar ajakan kakeknya.


"Gajah dede nanti di ambil pisang, loh"


Jajah.


"Iya, yuk pulang"


Yuk


Samudera langsung merentangkan kedua tangannya, kini keduanya keluar dari area playground menuju parkiran mobil.


.


.


.


Cek lek


Reza membuka pintu, ia masuk bersama samudera yang juga berjalan dengannya saat sampai di apartemen.


Amma...


"Di dapur sayang" sahut Melisa saat mendengar Samudera memanggilnya.


"Duh, sayangnya Amma inget pulang juga ternyata" sindir Nyonya besar Rahardian itu pada suaminya yang sudah duduk di meja makan sedang menegak air putih.

__ADS_1


Moy, na?


"Ada di kamar, PapAy baru pulang dari kantor. Dede mandi dulu ya"


Iyyaah.


Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Melisa saat wanita cantik itu lewat di depan suaminya, ia yang masih tak habis pikir tentu sangat jengkel saat Reza sama sekali benar-benar tak mengajaknya untuk pergi.


"Ambekan, gak inget umur" kekeh Reza yang masih di dapur saat dirasa istrinya sudah naik ke lantai dua apartemen mereka.


Tok.. tok.. tok..


Melisa mengetuk pintu kamar anaknya cukup keras berdua dengan cucunya


Mooooooyyyyy....


Hujan langsung membuka pintu saat ia mendengar suara Samudera yang memanggilnya.


"Udah pulang?" tanya Hujan tersenyum sambil meraih putranya dari gendongan Melisa.


Iyyaaah


"Dari tadi, Mah?"


"Iya, Mah"


Hujan kembali masuk kedalam kamarnya berbarengan dengan Air yang baru keluar juga dari dalam kamar mandi.


"Waduh, baby bear papAy baru pulang, abis dari mana sih?" tanya Ay yang memang penasaran.


Yayan


Bendeum


Auh


Air dan Hujan saling pandang karna tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh anak mereka itu.


"Mulai dah bahasa planetnya muncul" kekeh Air yang mengambil alih Samudera.


Ketiganya bermain sejenak di karpet depan tv sebelum jam makan malam, gelak tawa Samudera dan jeritan nya sangat menggema ke seisi kamar.


"Turun yuk, kakak laper"

__ADS_1


Tata apel


"Heh!"


Hujan pun tertawa mendengar Putranya itu menirukan kata-kata suaminya yang menyebut dirinya sebagai kakak.


Air dan Hujan turun ke lantai bawah menuju ruang makan. Namun, bocah lucu itu malah meronta saat melihat Reza di ruang tengah.


Appaaa...


Samudera merangakak agar lebih cepat sampai di pangkuan kakeknya.


"Nempel lagi aja" kekeh Reza saat Cucunya itu sudah duduk di atas pahanya dengan nyaman.


Nih apa?


"Makan nih cobain, enak loh"


Samudera mengambilnya dari tangan Reza lalu merangakak menjauh mendekati semua mainannya yang terdapat dipojok ruangan.


"Hey, mau kemana? sini de' cepetan!" panggil Reza pada Samudera.


"Dede, ngapain sih"


.


.


.


.


Uap cuit culus.


Aaammmmm



Ngomong apa sih Sam, baby bear buntut gajah.


Like komennya yuk ramaikan.


Makin kesini makin receh banget ya.. hampura ya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2