Air Hujan

Air Hujan
bab 113


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jam lima sore semuanya memilih pulang lebih dulu untuk membersihan diri dan beristirahat sebentar setelah drama rengekan Ricko yang akan ditinggal gadis pirangnya shoping ke luar negeri atas perintah kakaknya yang baik hati dan tidak sombonhg, semuanya tertawa saat melihat pria dewasa berlesung pipi itu berlari mengejar istrinya yang membawa card unlimited.


"Mama pulang dulu ya, nanti kesini lagi bawa salin untuk Hujan dan makanan juga" Pamit Melisa pada si sulung.


"Suruh Bumi aja yang bawa salin sama makan buat Hujan terus jangan lupa pisang kakak juga bawa ya" titahnya pada sang mama namun matanya melirik ke arah kembarannya.


"Ogah!!" sahut si tengah sambil melengos keluar dari kamar.


Melisa hanya bisa tersenyum Kecil melihat tingkah kedua putranya yang seperti masih balita.


"Gak apa apa, nanti gantian sama Hujan jagain kakaknya"


"Nanti mama capek, mama istirahat aja di apartemen" tolak Air yang merasa sedih melihat mata Melisa masih sembab.


"Kalo gak mau mama capek jangan cium cium aspal lagi ya anak papa yang ganteng" timpal Reza mencuil hidung mancung si sulung.


"Gak cium, Pah" balas Air.


" Terus apa? " tanya Melisa dan Reza berbarengan, Bumi yang tadi keluar lebih dulu tentu kini mungkink sudah berada di mobilnya.


"Cuma guling-guling doang" kekeh pemuda itu dengan rona merah di wajahnya sampai ketiga orang yang masih di sana akhirnya tertawa.


"Iya aja deh, kamu mah emang anak ajaib. Gak salah papa sampe di teriakin maling tomat pas kamu masih dalam perut mama" ucap Reza sambil mengusap perut rata KHUMAIRAHnya.


.


.


.

__ADS_1


Sepeninggal Reza dan melisa, kini tinggal Hujan dan Air yang berada di dalam kamar rawat inap.


Wajah berantakan sang istri di usapnya dengan begitu lembut.


"Maaf ya, udah bikin kamu kaya gini , sedih banget deh pasti" ucap Air penuh rasa sesal.


"Aku takut, gak suka kaya gini" jawab si cantik sambil menunduk.


"Maaf.. gak lagi algi deh, kakak janji"


Hujan mengangguk, ja cium bolak balik punggung dan telapak tangan suaminya itu dengan begitu mesra.


"Kaku demam aja aku panik, apalagi gak sadar kaya tadi. Aku gak bisa bayangin kalo sampe hal buruk terjadi sama kamu, Kak"


"Mikirnya dong jangan yang buruk, udah lama gak begini rasanya lebih sakit berkali-kali lipat, tapi yakin sih bakal cepet sembuh karna kali ini di urusin sama istri sendiri" goda Air yang semakin gemas melihat Hujan tak jadi memukulnya.


"Jangan mencing ya, nanti tangabn aku kelepasan" ujar Hujan yang langsung menurun kan tangannya kembali.


Hujan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sendiri, ia masih saja malu jika Air terlalu lembut berbicara dengannya.


Air yang merengek ingin di elus akhirnya hampir terlelap karna sentuhan tangan sang istri, ia hanya diam mendengarkan semua keluh kesah dan rasa takut Hujan hari ini sampai dimana nama Diandra di sebut.


"Mau apa dia? " tanya Air bingung.


"Entah, aku dateng dia udah ada nemenin kakak di rumah sakit sebelum yang ini" jelas Hujan yang nampak sangat kesal.


"Kamu gak tanya? " goda Air


"Enggak, cuma aku tampar doang pipinya" cetus Hujan tak ingin menutupi kejadian apapun selama suaminya tak sadar.


"Udah kakak bilang, gak usah berantemin hal kaya gitu, cuma bikin tangan kamu kotor, Jan"

__ADS_1


Hujan diam, ia langsung menundukkan kepalanya.


Sudah berkali-kali Air selalu mengatakan agar sang istri mampu menahan emosi pada para wanita yang mencoba merayunya tapi rasa takut dan jengah membuat Hujan tak ingat lagi dengan pesan sang suami.


"Aku gak suka dia bilang abis nolong kamu, aku gak. percaya" seru Hujan yang merasa semua bagai drama murahan.


"Ya udah biarin aja, Kakak juga gak mikirin itu"


"Maaf kalau aku terlalu marah" ujar Hujan dengan menahan tangisnya.


"Aku cuma terlalu takut karna hadirnya dia bikin aku gak nyaman" tambahnya lagi.


Air tersenyum kecil, ia usap buliran cairan bening di wajah isterinya sambil berbisik.


.


.


.


.


.


.


Udah biasa dikasih badai, masa cuma gerimis gitu aja langsung neduh?


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


Sedia anduk sebelum mandi woy πŸ˜›πŸ˜›

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan


__ADS_2