
ππππππ
Hujan yang masuk kedalam kamar tersenyum kecil saat melihat Suaminya ternyata belum tidur, pria tinggi putih itu masih berkutat dengan ponselnya dengan posisi tengkurap menghadap sandaran ranjang.
"Airnya Hujan" bisik Gadis itu yang perlahan merangkak naik keatas punggung suaminya.
"Hem" sahut Air yang ternyata sibuk bermain game.
"Kok gitu doang jawabnya?" keluh Hujan saat sang suami tak meliriknya sama sekali.
"Apa?, Lo emang udahan ngerumpinya?" tanya Air dengan sedikit menoleh.
"Rumpi apa sih!, orang cuma ngobrol" protes Hujan.
Ia yang masih berada di atas tubuh suaminya malah memainkan rambut Air.
Sebulan menikah, tentu membuat gadis cantik itu tak lagi canggung saat berdua apalagi jika berada di dalam kamar.
"Ay.. besok pulang kuliah, main yuk" ajak Hujan. Hal yang jarang sekali ia lakukan.
"Kemana?" tanya Air.
"Cari makan, ada resto baru loh"
Air membalik tubuhnya dengan cepat, otomatis kini keduanya jadi saling berhadapan, dengan tangan yang ia letakkan di pinggang ramping Hujan tentu membuat gadis itu sulit bergerak.
"Ih, apa sih!" Hujan meronta ingin di lepaskan.
"Diem!" Sentak Air.
"Lo rasain nih, tuh pelan-pelan On kan!" kekeh Air yang langsung membuat pipi Hujan merah Karna malu.
"Sensitif banget ya, ya ampun!" Hujan yang benar benar malu menenggelamkan wajahnya di dada sang suami, ia memang merasakan ada sesuatu yang mengganjal.
"Yuk, tinggal tanem nih" bisik Air.
"Gak, ah! ngantuk" tolak Hujan, ia yang ingin turun tetap di tahan dan justru pelukan Air semakin erat.
"Tanggung, barang yang sudah bangun tidak bisa di tinggal" ucap Air tegas.
"Awas! kita berangkat pagi besok, tidur aja ya ganteng"
Air yang pasrah akhirnya menjatuhkan tubuh istrinya ke samping, kini posisi mereka saling memeluk, rasa nyaman langsung Hujan rasakan saat tangan lembut Air mengusap punggungnya dengan pelan.
__ADS_1
"Ay, pisang Lo kan ga ada" seru Hujan pelan.
"Ya ampun! Jan Hujan dereeeeeees!!!!!!!!!!"
"Kenapa?" ia sedikit terkejut saat Air tiba-tiba bangun dari tidurnya dan melepas pelukannya.
"Gue lagi mati-matian buat lupa sama si pisang, kenapa Lo ingetin sih!" sentaknya kesal sambil mengusap wajahnya kasar.
Hujan hanya bisa tecengang, ia sedang melakukan kesalahan besar, yaitu mengusik ketenangan bayi buaya cengengnya.
Ia tak sadar jika sedari tadi suaminya sedang menolak ingin mencari si bantal Kuningnya itu.
"Maaf, Ay..." ucap Hujan yang benar benar merasa bersalah.
"Kita pulang kalo gitu, gak apa-apa gak jadi nginep" tawar Hujan dengan pelan, ia tak berani menatap suaminya yanh frustasi karna kesal.
"Gak usah, tidur aja!" jawabnya sambil merebahkan diri dengan posisi terlentang.
Ada rasa menggelitik dalam hatinya antara ia merasa lucu, gemas dan kasihan saat melihat pemuda tampan itu merengut jengkel karna ingat lagi dengan si pisang yang memang ada di apartemen, tak ada niatan untuk menginap di rumah bunda tentu ia pun tak menyiapkan si pisang untuk ikut bersama.
"Yakin mau tidur?, nanti malem nangis gak?" tanya Hujan memastikan
"Gak!" jawabnya ketus.
"Ya udah, kalo gitu. Tapi kalo malem mau pulang gak apa-apa, bangunin aja ya" ucap Hujan sambil menarik selimut dan bantal untuk ikut merebahkan diri disisi Suaminya.
"Mau tidur lah, mau ngapain atuh!" jawab Hujan yang sudah meringkuk.
Air langsung menarik selimut yang sudah menutupi tubuh langsing istrinya.
"Apa sih, Ay!"
"Enak banget mau tidur, terus gue gimana ini?, pisang gue gak ada!" dengusnya kesal.
"Ya terus gimana?" Hujan yang ikut kesal menjadi serba salah.
"Naek!" titah Air
"Kemana?" tanya gadis itu bingung.
"Ke Atas gue kaya tadi! gue gak mau tau pokoknya bikin gue langsung bisa tidur sekarang juga" titahnya dengan sorot mata tajam.
"Caranya?"
"Lo main-main di atas gue, SEKARANG!!" pinta Air.
__ADS_1
"Hah?, gak ah.." Hujan yang tau maksud yang di inginkan suaminya itu kembali menolak.
"Cepet, atau gue gak bisa tidur sampe pagi!"
"Ya udah ayo kita pulang aja" ajak Hujan lagi.
" Gak mau! sekarang juga pokoknya Lo naik kesini, lo garap gue, terus Lo tanem sendiri, Lo lakuin sesuka hati Lo sampe gue bisa siram kebon kecil Lo itu.!" ucap Air masih tanpa senyum di wajahnya.
"Kok gitu?"
"Ya dong" sahut Air.
"Lo lagi gak modus kan, Ay" Hujan benar-benar panik kali ini.
"Enggak!"
"Terus ini apa?, gue gak bisa main-main begitu, Lo aja" tolak Hujan yang memang belum pernah mencobanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pokonya gue mau tinggal beres!!!!
ππππππππππππ
Si kakak mulai males ya π€π€π€
__ADS_1
Cara modusin istri biar tinggal enak, itu si pisang berubah jadi kambing item πππ
Like komen nya yuk ramai kan β€οΈ