
πππππππ
Air yang tahu mamanya di rawat dirumah sakit pun akhirnya kesana saat jam pulang kantor bersama anak dan istrinya.
Ketiganya datang saat yang lain justru sudah berkumpul didalam ruang rawat inap yang bak hotel bintang lima.
"Statusnya doang sulung tapi kenyataan sering jadi bontot" ledek Reza yang kini sedang memangku cucu kesayangannya.
Wit wit
Samudera mengulang kata yang tadi ia sebutkan di kantor papAynya. Semua orang yang berada disana langsung menoleh ke arah Gajah beserta buntutnya yang sedari tadi asik berdua seakan didunia hanya ada mereka yang saling berpelukan.
"Wit wit, apa wit wit?" tanya Reza yang nyatanya ia pun tak paham.
Samudera malah tersenyum lebar, matanya yang sedikit tertutup hanya memperlihatkan enam giginya saja.
"Ini gigi kapan nambah?"
Cok..
"Besok besok mulu, tapi gak muncul muncul" goda Langit yang ikut duduk di samping papa mertuanya.
Acel akal
Aduan Samudera membuat yang lain tertawa, apapun yang lolos dari mulutnya pasti membuat perut terasa di ko cok.
"Uncle nakal, Aunty nakal, dede nakal gak?"
Nda.
Lagi lagi ia memperlihatkan enam giginya yang kecil dan putih bersih.
"Sayangnya Appa anak baik ya, gak boleh nakal juga nangis, Ok" sahut Reza sambil mengacungkan jempolnya.
keh.
"Bolehnya apa?" timpal Bumi.
Beyi cim belli
Hulleeeeeeeeeeee
"Huuuuuuuuuu"
Kali ini justru keluarga Rahardian lah yang bersorak padanya, awalnya ia kaget namun dua detik kemudian tangisnya pun pecah juga.
Huuaaaaaaaaaaaa
__ADS_1
Akal muaaaaaaaaaaaaa..
Reza Langsung mendekap tubuh montok cucunya, karna jika tidak begitu tentu Samudera akan mengamuk sambil menjerit karna semakin besar tubuhnya semakin kuat juga tenaganya bahkan Hujan memilih untuk menghindar jika putra semata wayangnya itu sudah guling-guling karna akan semakin meronta jika di paksa di gendong.
"Eh, beli es krim nya berapa?" rayu Reza untuk mengalihkan amukan Cucu kesayangannya itu.
Atu
" Dikit banget, hahahaha" Reza malah ikut menertawakannya.
Huuuaaaaaaaaa...
"Kalo satu, Jajahnya dikasih gak?" tanya Reza lagi, dengan mengajak ngobrol tentu itu akan lebih mudah membuat Sam berhenti menangis.
Nda
"Ih, dede pelit ya. kita beli banyak banyak, Ok biar semua dapet dari dede ya" kata Reza masih merayu. Samudera yang memang menurut sekali padanya kini hanya menyisakan isakan isakan kecil.
"Minum susu ya" tawar Hujan.
Nda..Nda ih..
Samudera yang menolak malah memeluk tubuh Appanya dengan erat.
"Maunya apa?"
Cim belli
yuk.. yuk
Iyaah...
yuk.. yuk..
"Yuk, kita ke minimarket ya, beli ice cream banyak tapi harus janji dede jalan gak boleh di gendong, Ok"
Keh Appa
Senyum enam giginya pun terlihat lagi di wajah tampannya.
"Dadah dulu, bilang dede mau beli icecream" titah Reza yang sudah berdiri dengan Samudera yang kini ia tuntun.
Dadadadadadadaaaaaaaa
"Dadah bocah"
"Dadah ganteng"
__ADS_1
"Dadah baby bear"
Semuanya melambaikan tangan pada sang Putra Mahkota Rahardian.
Reza menuntut Sam sampai ke lift, anak itu merengut ingin di gendong karna sudah mengeluh
Apek
Tapi Reza tetap menuntunnya sesuai perjanjian Awal jika Samudera harus berjalan jika ingin mendapatkan ice cream.
Kini si gemoy kesayangan keluarga itu sudah memasukkan beberapa ice cream berbagai rasa dan bentuk kedalam keranjang belanjaan, Reza hanya membiarkan ia memiliu sesuka hatinya.
Dah.
"Segitu aja?" tanya Reza memastikan.
Iyyaaah.
"Ya udah, yuk bayar" ajaknya yang kembali menuntun Sam ke meja kasir
"Terimakasih" ucap Reza saat transaksi selesai.
Dua bungkus plastik kini ada di tangan kiri dan kanan Sam, ia terlihat begitu senang sampai berjalan lebih dulu meninggalkan Appanya di belakang.
"Awas hati-hati"
Iyyaaah
"Emang dede abis dari mana?"
.
.
.
.
.
.
.
Ba'anja
__ADS_1
Bagi satu ya tutut jajah.. kalo gak dibagi Appanya nanti di culik pas nengok ilang π€£π€£π€£π€£π€£
like komennya yuk ramaikan.