
ππππππππ
Setelah pertengkaran beberapa hari lalu, kini hubungan Hujan dan Air pun semakin membaik.
Tak ada lagi aksi protes saling diam mengacuhkan, Samudera yang sepertinya sudah lupa pun tak takut saat melihat kedua orangtuanya, itu karna Reza dan Melisa langsung mengalihkan perhatian cucunya.
"Aku pulang telat nanti" ucap Air saat Hujan memakaikan dasi di lehernya.
"Ngapain?" tanya Hujan biasa.
"Mau bajak sawah!"
Hujan mengernyitkan dahinya lalu mendorong dada Air sampai pria itu mundur satu langkah.
"Bohong!" cetus wanita yang masih memakai piyama itu.
"Ya kamu, pake nanya ngapain. Aku kerja lah" jawab Air sambil tertawa.
Keduanya langsung turun ke lantai bawah dengan membawa Samudera yang jalan di tuntun di kiri dan kanannya.
"Hati hati turunnya" ucap Hujan saat di tangga.
Iyyaah.
"Berhitung yuk" kata Air yang senang sekali jika mendengar anaknya berceloteh.
Iyyaah.
"Satu"
Jujuh.
"Satu dulu, dek" kekeh Hujan.
Uwa
"Satu dulu dek. Satu woy!" Air yang mendengar hitungan salah anaknya itu sudah sangat gemas.
__ADS_1
Atu.
"Nah, pinter. Dua" sambung Air.
Ima.
"Dua dulu sayang, habis satu itu dua ya" balas Hujan yang memang sabar tak seperti suaminya.
Uwa Atu Jujuh Puyuh.
Huleeeeeeee..
Samudera yang berhitung secara asal malah bertepuk tangan senang, Hujan dan Air pun hanya bisa tersenyum simpul mendengarnya.
Sampai di dapur ia Langsung di sambut oleh Reza di ruang makan, bocah menggemaskan itu kini sudah berada di atas pangkuan Appanya.
"Abis sarapan nanti mandi ya, kita jalan-jalan, Ok" ucap Reza pada cucu kesayangannya itu.
Keh.
"Mau kemana, Pah?" tanya Air. Namun, setelah itu ia melirik kearah istrinya yang menggeleng kepalanya tanda ia pun sepertinya tak tahu.
Iyyaah.
"Mau kemana kita?" tanya Reza pada Samudera yang sedang lahap memakan sosis.
Acul, bobo
Mendengar jawaban Samudera tentu membuat semua orang tertawa tapi tidak dengan Reza yang merengut kesal karna bukan KASUR dan BOBO yang ingin ia dengar sebagai jawaban.
"Mau kemana sih, Pah?" Air mengulang pertanyaan.
"Mau kerumah temen Papa" jawab Reza.
Melisa yang sedari tadi tak bersuara membuat si sulung merasa aneh.
"Mama juga kenapa? dari tadi diem aja"'
__ADS_1
Melisa hanya menggelengkan Kepalanya, hanya senyum kecil yang ia berikan pada putranya itu.
Usai sarapan pagi, Air langsung berpamitan pergi kekantor sedang Hujan kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya juga Samudera yang akan dibawa Reza keluar.
"Mas Reza beneran yakin gak mau ajak aku?" tanya Melisa dengan nada jengkel.
"Beneran, Ra"
"Kenapa sih? Mas Reza mau berduaan aja sama Sam."
Reza hanya menganggukan Kepalanya, sedari semalam ia memang sudah meminta izin untuk pergi berdua dengan buntut gajahnya tanpa membawa sertakan Khumairahnya.
"Aku mau Quality time sama Sam" jawab pria setengah abad itu sambil terkekeh, ia begitu senang dengan raut wajah kesal istrinya.
"Jahat! aku gak di ajak" protes Melisa.
"Kamu temenin Hujan aja, aku juga cuma sebentar. Nanti akhir pekan kita baru jalan-jalan bareng" rayunya sambil menangkup wajah sang istri yang selama lebih dari dua puluh lima tahun menjadi yang paling cantik baginya.
"Akhir pekan masih lama, ini baru hari apa?" cetus nya masih kesal.
.
.
.
.
.
.
.
Ini hari selasa, selain cinta aku juga sayang.
πππππππππππ
__ADS_1
Besan lagi adu gombalπ€£π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.