
ππππππππ
Reza yang jalan hanya berdua dengan Samudera benar-benar menghabiskan waktunya, mulai dari ke rumah Ardi lebih dulu sampai membawa buntut gajahnya itu bermain di berbagai tempat sesuka hatinya.
Bocah menggemaskan itu sungguh menikmati kebersamaan mereka bahkan tak sekalipun ia mencari MiMoy atau PapAynya.
"Mau pulang gak?" tanya Reza saat waktu sudah lebih dari jam makan siang.
Nda
"Dede ngantuk, bobo dulu yuk di mobil. Nanti kita jalan-jalan lagi, Ok"
Keh.
Reza membawa Samudera ke dalam kereta besinya, ia duduk di bagian kursi belakang agar lebih nyaman dan leluasa dalam dekapan sang Gajah, sepuluh menit kemudian Samudera sudah terlelap begitu nyenyaknya.
Reza memeluk Sam dengan begitu lembut sambil ia usap juga punggung cucu kesayangannya itu, Reza sudah banyak menyiapkan banyak fasilitas mewah untuk bekal masa depannya nanti meski ia pun akan memiliki cucu lain dari Bumi dan Cahaya tapi Samudera tetap yang paling utama seperti Air.
"Appa akan berikan yang terbaik untukmu, apapun itu" lirih Reza sembari menciumi pucuk kepala Samudera.
Anak dari si sulung yang menempel padanya itu memang menjadi kesayangan, bahkan Oppa susah mewariskan beberapa aset berharganya untuk sang cicit sejak tahu Hujan sedang hamil dua bulan.
.
.
.
.
.
Hampir jam empat sore, Samudera menggeliat dalam pelukan Reza, ia mendongakkan wajahnya lalu tersenyum
Appaaa
__ADS_1
"Iya, ini appa, Sayang" jawab Reza yang ikut merenggang kan sedikit ototnya. Bermain ponsel selama Samudera tertidur memeluknya ternyata membuat pinggangnya sedikit pegal.
"Mau jalan jalan lagi atau pulang?" tanyanya saat dirasa Sam sudah sudah tak lagi lemas.
Yayan, yuk.
"Ok, tapi Appa bikin susu dulu ya"
Iyyaah.
Reza yang sudah biasa mengurusnya tentu tak akan canggung atau bingung, apalagi hanya sekedar membuat susu tentu itu sudah keahliannya dari semenjak si kembar balita.
Satu botol susu berukuran besar kini telah habis tak bersisa, kini saatnya ia dan Samudera menuju salah satu playground ternama di salah satu pusat ibu kota.
Reza melajukan mesin mobilnya dengan kecepatan sedang dengan Sam duduk manis di sebelahnya. Selama perjalanan Ia terus mengajak Samudera mengobrol dan bernyanyi agar bocah satu tahun itu lebih mengusai banyak kata dalam berbicara.
"Sampe deh" seru Reza saat sampai di parkiran.
Hulleeeeeeee
Samudera langsung bertepuk tangan sambil menunjukan dua gigi bawahnya yang membuat ia menjadi semakin menggemaskan.
Reza menuntun Samudera berjalan menuju tempat playground yang amat luas, begitu banyak pilihan untuk bermain membuat Samudera bingung sendiri.
"Dede mau main apa?" tanya Reza saat sampai.
Samudera mengedarkan pandangannya, ia amati satu persatu semua permainan yang beraneka ragam dan warna.
Tuh apa?
Ia menunjuk satu persatu apa yang ia lihat dan Reza harus extra sabar untuk memberitahunya.
Keduanya menjadi pusat perhatian karna tak adanya wanita di dekat mereka.
"Mau naik ayunan?"
__ADS_1
Nda.
"Mau mewarnai?"
Nda.
"Mau apa dong?" tanya Reza yang mulai bingung.
Tuh Appaaa..
Samudera menunjuk ke area mandi bola dengan limpahan bola warna-warni di dalamnya.
"Mau itu?" tanya nya memastikan.
Iyyaah, yuk.
"Yuk, mau ngapain?" kekeh Reza pada Sam yang terlihat antusias.
.
.
.
.
.
.
Bendeum..
__ADS_1
Cucian kali ah di rendem π€£π€£π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.