
ππππππππππ
Sepasang pengantin baru itu saling diam di dalam helikopter, ucapan asal sang istri membuat Air benar-benar malas berbicara saat ini, ia malah memilih tidur dengan memakai headset di telinganya, sedangkan Hujan yang serba salah ikut diam tak bersuara sama sekali.
Perjalan udara yang memakan waktu hampir empat jam akhirnya bisa sampai di bandara kota.
keduanya bergegas turun dan melanjutkan perjalanan darat dengan mobil yang sudah menunggu mereka.
"Ay..." panggil Hujan, gadis itu merasa sangat kehilangan.
"Hem" sahutnya tanpa menoleh.
"Kerumah bunda yuk" ajaknya pelan.
"Gak" sahutnya lagi-lagi singkat padat dan jelas.
Hujan mendengus kesal, rasa rindu pada bundanya sudah sangat bergejolak dalam hati.
"Pulang dulu kerumah, nanti malam baru kesana" ucap Air yang langsung membuat Hujan menoleh kearah sang suami.
"Iya, gak apa-apa" balasannya dengan senyum tebaik.
"Sini"
Air meminta istrinya untuk masuk kedalam pelukannya, Hujan langsung berhambur dalam dekapan pemuda yang sudah dengan sangat lembut merenggut mahkotanya secara halal.
"Maaf" lirih Air sambil menciumi pucuk kepala gadisnya.
"Gue yang harusnya minta maaf karena asal bicara" timpal Hujan penuh sesal.
" Gue gak suka, Jan" ucap Air, jangankan mendengar. membayangkan saja ia tak sanggup.
"Lagian mana mungkin lah gue lakuin itu, Lo nya aja yang mikirnya kejauhan" ketus Hujan, gadis itu kembali pada sifatnya yang tak mau kalah dan mengalah.
"Ya kali aja, gue kan cuma jaga jaga jangan sampe hal itu beneran terjadi" balas Air mulai emosi.
" Gak akan, Ay. ada juga Lo tuh!" tuduhnya pada sang suami Playboynya.
__ADS_1
"Gue ngapain?" tanya Air.
"Ya kan pacar Lo masih segunung, jadi siapa yang punya kesempatan berbuat yang aneh-aneh?" tanya Hujan kesal.
"Ya ampun, Jan Hujan dereeeeeees!!! setelah Lo ambil perjaka gue sekarang Lo tuduh gue!" sentak Pemuda itu.
"Kenyataan!" timpal Hujan,
Keduanya betengkar masih dalam posisi saling memeluk, bahkan Air mengoceh sambil menciumi pipi sang istri. sungguh prilaku yang tak konsisten antara mulut dan bahasa tubuh.
Mobil mewah keluarga RAHARDIAN sudah sampai di lobby apartemen, keduanya turun tanpa melepaskan genggaman tangan mereka.
Air langsung membawa sang istri masuk kedalam lift khusus keluarganya.
BUGH
Air menekan tubuh sang istri di dinding kotak besi yang akan membawa mereka ke lantai apartemen mereka tinggal.
"Nih mulut kalo ngomong kaya tadi lagi siap-siap aja gue Minumin jus cabe, mau" ancam Air sambil menyentuh bibir merah ranum istrinya.
Hujan memalingkan wajahnya saat Air semakin mendekatkan tubuh dan wajahnya.
"Ay.."
"Ntar terusin di kamar" ucapnya jahil yang langsung membuat Hujan memukulinya sampai pintu kotak besi itu terbuka.
Mereka berjalan beriringan dengan saling merangkul, Air merangkul bahu istrinya dan Hujan memeluk pinggang Suaminya.
Siapapun yang melihat pasti akan iri dengan pasangan pengantin baru ini. Tanpa ada yang tahu justru di balik sikap mesra mereka selalu ada keributan tak penting yang membuat keduanya tak henti berdebat.
Si anak sulung manja dan posesif yang menikah dengan anak tunggal keras kepala dan mandiri.
.
.
.
__ADS_1
"Maaaaaah, mama kakak" panggilnya saat masuk kedalam apartemen.
Hujan tersenyum kecil, ia selalu merasa gemas jika mendengar suaminya memanggil mama mertuanya itu
"Sepi, Ay" kata Hujan.
"Bagus, kamar yuk" ajaknya yang langsung menarik tangan sang istri menuju tangga.
Dengan langkah tergesa, keduanya menaiki satu demi satu anak tangga sampai ke ujung, tapi......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dooooooooooooorr!!!!
ππππππππππ
Nah loh ππ
__ADS_1
Di tembak siapa kak π₯±π₯±π₯±π₯±
Like komen nya yuk ramai kan β₯οΈ