Air Hujan

Air Hujan
Bab 177


__ADS_3

✨✨✨✨✨✨✨✨✨.


Karna aku takkan membuatmu iri pada wanita lain, justru aku akan membuat wanita lain iri padamu saat kamu mendapatkan Perlakuan spesial dariku..


"Gombal aja terus" cibir Hujan sambil memukul lengan sang suami yang masih tersenyum kearahnya.


"Buat apa gombalin kamu, gada efeknya" selak Air membela dirinya sendiri.


"iya deh iya, kamu memang terbaik selalu bikin aku klepek-klepek" kekeh Hujan yang terkadang bingung harus bagaiamana menutupi debaran jantungnya saat Air terus saja menggodanya.


"Sayang Hujan banyak banyak"


"Sayang Air tumpah tumpah"


Keduanya tertawa bersama tak perduli saat banyak pasang mata melihat kearah mereka yang nampak sangat bahagia saling memeluk erat.


"Kalo sayang banyak-banyak berarti nanti malem nambahnya juga banyak banyak ya" bisik Air yang langsung membuat Hujan menjauhkan tubuhnya.


"Emang mau lagi?" tanya Hujan.


"Iyalah, kan kamu mau bayi"


Hujan memegangi perutnya yang rata lalu mentap suaminya dengan intens.


"Kamu mau?" tanyanya lagi memastikan.


"Tugasku cuma bikin, Sayang"


.


.


.


Puas berbincang menikmati jajanan malam seperti dua tahun silam akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karna waktu hampir jam sebelas malam.


Hujan yang duduk bersandar di jok mobil sudah menutup kedua matanya untuk tidur sejenak melepas kantuk.

__ADS_1


Perjalan pulang pun di tempuh Air dan Hujan tak sampai tiga puluh menit.


Si cantik yang sudah terlelap membuat Air tak tega untuk membangunkannya dan ia memilih untuk menggendong sang istri masuk ke kamarnya di lantai dua.


"Kenapa gue jadi tukang buka pake baju bini begini sih" kekeh Air saat ia sudah membaringkan tubuh sang istri ke tengah kasur lalu mencoba melepas pakaian Hujan untuk di ganti piyama tidur.


Hujan yang sudah terbuai mimpi nampak pasrah saat tangan suaminya sibuk membuka baju, namun ia bergeliat kecil saat dengan jahilnya Air memainkan kerikil kecil di ujung salah satu bukit kembar sang istri


"De sah annya itu loh yang bikin gue gak kuat" Air tergelak sendiri ketika Hujan mengeluarkan suara serak yang langsung memancing naluri kelelakian nya.


Pemuda yang baru saja lepas dari masa tahanan birahi nya itu dengan cepat singgah di dua bukit favoritnya secara bergantian.


Ia yang tadinya hanya duduk disisi ranjang mulai merangkak naik keatas tubuh Hujan yang pasrah seperti menikmati.


Air semakin bersemangat saat tangan Hujan menyentuh terasa menyentuh punggungnya.


"Main ya, boleh kan?" pinta Air sambil berbisik yang hanya di jawab anggukan dengan mata setengah terbuat


Air segera membuka kemeja dan seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya begitu dengan Hujan yang sudah ia lucuti sisa pakaiannya.


Kini keduanya pun sudah dengan keadaan polos diatas ranjang.


"Jorok sesekali gak apa-apa kalo lagi darurat" sambungnya lagi sambil terkekeh geli


Dengan ritme sedang Ia mengawali permainannya, tangannya mulai menjelajahi apapun yang ia suka. belum lagi bibirnya yang ikut menikmati setiap inci kemolekan sang istri.


"Tunggu sayang" bisik Air saat Hujan mencengkram bahunya dangan kuat.


"Sama sama ya sayang"


Air mempercepat ritme permainannya sampai ia merasa sudah saatnya menuju pelepasan.


.


.


"Aku mencintaimu"

__ADS_1


Dengan nafas tersengal dan buliran keringat yang membasahi Seluruh tubuh, keduanya saling berpelukan menikmati sisa sisa kenikmatan


"Terimakasih sudah mau bersabar untukku sampai hari ini, Entah apa jadinya hidupku tanpamu" ucap Hujan setelah ia mencium kening suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jadilah wanita yang cukup hanya melihatku saja.


Maka kupastikan kamu akan menjadi RATU kedua dalam di hidupku setelah Mama.


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Udah ya kak..


melenyot nih hatiku 🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Anak bager masih nya'ah ka indung.. mashaAllah kak!!


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2