
πππππππππ
Makan malam kali ini tentu berbeda karna ada si tengah yang ikut menikmatinya bersama sang istri di rumah utama meski tetap kurang karna tak adanya si bungsu yang masih memegang tahta tertinggi sebagai anak dan cucu perempuan satu satunya Rahardian Wijaya.
Samudera yang paling kecil sendiri tentu sangat di manjakan oleh semua yang berkumpul di ruang makan.
"Mau nambah?" tanya Hujan pada putranya yang makan begitu lahap sampai habis tak bersisa.
"Nda, tenyang banet" tolak Sam sambil meletakan sendok dan garpu secara menyilang di atas piring..
Usai makan malam semuanya pindah keruang tamu, kebiasaan yang tak pernah berubah dari masa Reza dan Ameera dahulu hingga ada cucu dan cicit di rumah utama.
Keluarga Rahardian memang keluarga yang hangat dan saling merangkul meski tak jarang juga drama perdebatan dan ejekan mewarnai ikatan hubungan darah mereka.
"Dede mau ikut Moy gak?" tanya Hujan, ia memang punya janji dengan salah satu teman, yaitu dokter yang bekerja di rumah sakit miliknya.
"Mahu mana?" Sam balik bertanya. Namun, mata bocah menggemaskan itu tetep fokus pada sang Gajah yang memangkunya.
"Kerumah temen miMoy sebentar"
"PaPay, ntut?" kini Sam mulai menoleh untuk kembali bertanya.
"Ikutlah, masa iya miMoy pergi sendirian!" Jawab Air yang melirik tajam kearah istrinya yang tersenyum simpul.
Tak pernah sekalipun para pria Rahardian mengizinkan para pasangannya keluar satu langkah pun tanpa pengawasan mereka dan itu sudah menjadi syarat mutlak turun menurun.
"Nda, dede mahu ama Appa aja, bobo ya" tolak nya sambil memeluk Reza dengan sangat manja. Satu hal yang kadang membuat si kembar iri dan ingin menjadi anak-anak lagi agar bisa melakukan hal yang sama seperti si Tutut.
__ADS_1
Kepergian Air dan Hujan meninggalkan Reza, Melisa, Bumi dan Kahyangan serta Samudera karna Omma juga Oppa sudah lebih dulu masuk kedalam kamar mereka.
Perbincangan hangat tentang perusaan Reza dan Bumi obrolkan sedang Melisa dan Yayang bermain di karpet bersama Sam yang dirayu agar mau turun dari atas paha Appanya.
"Bobo yuk, udah malem" ajak Melisa saat melirik jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.
"Main main, Amma" tolak nya masih memegang Dinosaurus.
"Tapi ini udah malem"
"Dede masih tidur sama mama?" tanya Yayang sambil mengusap kepala keponakannya itu.
"Iya, tapi lebih ke papa sih. Makin gede malah makin nempel katanya mau sekolah" ledek Melisa yang langsung membuat Sam menoleh.
"Ecok dede tekoyah ooey" sahutnya dengan memanyunkan bibir.
"Tuh, kalo Appanya yang ngajak cepet banget gak pake protes sama ental ental" ujar nyonya besar Rahardian sembari mencubit pipi cucunya yang sudah bergandengan tangan menuju kamar mereka.
"Kalian istirahatlah."
"Iya, Mah." sahut Bumi dan Kahyangan berbarengan lalu mencium dan memeluk Melisa secara bergantian.
Keduanya tersenyum simpul menatap sendu punggung wanita terbaik mereka hingga menghilang dari balik pintu.
"Yuk tidur, aku ngantuk banget" ajak Bumi sambil meraih tangan sang istri.
"Iya... iya" kekeh Kahyangan, pasangan suami istri yang masih betah berdua itupun bergegas masuk kedalam kamar yang Bumi tempati sejak kecil tepat di samping kamar sisulung.
__ADS_1
"Mici.. mici dede mahu ewat nih" Sam menerobos Bumi dan Kahyangan yang baru saja masuk kedalam kamar.
"Mau lewat kemana? dede mau apa?" tanya Bumi yang menatap bingung keponakannya yang malah naik keatas ranjang.
.
.
.
.
.
.
.
Dede mahu bobo sama Onty nyang nyang ih....
πππππππππ
Latihan dulu Bu, tar kalo punya anak gak kaget πππ
like komennya yuk. ramaikan.
__ADS_1