Air Hujan

Air Hujan
bab 47


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Cuma mau bilang makasih sama bunda..


Udah jagain jodoh gue yang cantik ini Meskipun GALAK banget..


"Gue galak aja Lo gak mau jauh! gimana kali gue kaya pacar pacar Lo yang lebay itu?" ejek Hujan sambil mencebikkan bibirnya.


"Haha, mereka kan cewe normal Jan Hujan dereeeeeees" kata Air sambil tertawa.


Hujan langsung terpancing emosinya, kini dengan cepat ia menjewer telinga kiri Air sampai pemuda tampan itu meringis kesakitan.


"Sakit, Jan! Ampun"


"Ngomong apa Lo tadi?" tanya Hujan dengan nada kesal.


"Lo jodoh gue!" jawabnya cepat.


"Setelah itu?"


"Lo cantik, Jan!" kata Air menambahkan.


"Abis itu apa?, Hah?"


"Lo imut kaya semut, eh salah kaya curut!"


"Ay!!!"


"Eh salah lagi kan! kaya marmut!" balasnya sambil terus meringis.


"Gak ada kata imut yang gue denger tadi, Air comberan!!" dengus Hujan semakin geram.


"Ada! Lo nya aja yang gak denger " elak Air tak mau kalah.


"Lo mau ngatain gue tuli?, iya!" Kini Hujan menambah hukumannya menjadi dua jeweran di telinga kiri dan kanan membuat Air semakin merengek.


"Ampun, Jan! tar kuping gue copot"


"Biarin! gak usah ada kupingnya sekalian!" ketus Hujan.


"Ya ampun, masa gue kalah sama ayam, ayam meskipun kecil ada kupingnya, Jan" kata Air.


Hujan berpikir sejenak membayangkan ayam dalam otaknya.


"Emang Ayam ada kupingnya ya?" tanya Hujan.


"Ada, kecil banget tapi. itu yang di kiri sama kanan kepalanya, Jan"


"Semua kuping ya pasti adanya di kiri sama kanan! mana ada di depan sama di belakang!" ketus Hujan yang merasa sedang di permainkan suaminya itu.


"Ada, Jan Hujan dereeeeeees!"


"Jangan ngaco Lo ya Aer kobokan!" sentak Hujan.

__ADS_1


"Duh Gusti Gue segini ganteng, pinter , kaya , baik hati dan tidak sombong Lo katain gue Aer kobokan? jangan bilang Aer kobokan bekas makan pecel lele ya!" Oceh Air yang tak terima.


"Iya! Aer kobokan yang dibuang ke comberan" balas Hujan semakin menimpali.


Keduanya bertengkar seakan tak ada yang mau mengalah bahkan terus saling menyalahkan satu sama lain. Hujan dengan sifat keras kepala dan galaknya terus di pancing emosinya oleh Air yang cenderung jahil namun manja, dan sialnya Air pun memiliki sifat yang sama yaitu tak mau mengalah meski itu untuk Istrinya sendiri.


Semakin Hujan marah ia malah justru semakin meninggikan nada bicaranya juga.


Gadis berusia delapan belas tahun itu besar dengan didikan keras dari Anna, dilarang menangis dan harus melawan jika ia di perlakukan tak adil, karna wanita berkacamata itu sadar diri jika ia tak bisa menjaga keponakannya selama seharian penuh.


Hujan yang sering di titipkan pada rekan kerja Anna yang jauh lebih dewasa membuat ia jarang memilliki teman se usianya, jadi sudah sepantasnya jika ia keras kepala sebab tak pernah berbagi dengan siapa pun.


Tugasnya hanya belajar dan belajar, besar di lingkungan yang kental dengan dunia kesehatan tentu membuat mentalnya kuat saat berurusan dengan darah ataupun organ tubuh lainnya.


Ia yang tak pernah takut dengan apapun kecuali suara petir yang tiba-tiba menggelegar apalagi jika itu terjadi pada siang hari, saat itulah ia baru bisa menangis menahan rasa takut.


.


.


.


.


"Ya ampun! jam berapa ini?" Gumam Hujan sambil melepas tangannya dari telinga Air.


"Tuh kan, gue telat, Ay"


Air tertawa melihat ekspresi wajah istrinya.yang semakin marah padanya.


"Nyebelin!" Ketusnya sambil membuka pintu mobil, perilaku Hujan langsung di cekal oleh Air.


"Apa lagi sih!"


"Lo mau kemana?" tanya Air.


"Masuklah, mendingan telat dari pada bolos" ucapnya dengan tegas.


"Percuma! Lo gak akan bisa masuk kelas karna Lo telat hampir satu jam"


"Yang penting dateng dulu, Ay" keukeh Hujan.


"Itu cuma buang waktu aja Jan Hujan dereeeeeees! mending Lo ikut gue sekarang" ajak Air dengan Alis mata yang ia naik turunkan.


"Kemana?"


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


KE HOTEL.....


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Nah kan dia malah ngikutin saran si Gajah laknat..


Dasar bayi buaya!


jangan coba coba sama ajaran sesat , kak πŸ™„πŸ™„


Tar Lo gak mau pulang betah di sono!


Gak mungkin kan gue bikin part Lo nambah lagi nambah lagi πŸ₯±πŸ₯±πŸ₯±


Dikira makan nasi padang, kaga ada kenyangnya kalo makan di tempat 🀭🀭

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan β™₯οΈπŸ€—


__ADS_2