Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 112


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pukul Dua siang Hujan yang nyatanya di jemput oleh sang suami langsung bergegas menuju parkiran kampusnya, semua yang tahu siapa Hujan yang sebenarnya tentu tak ada yang berani mengganggu, hanya sekedar sapaan yang berani semua orang lakukan jika berpapasan dengan menantu Rahardian itu.


Sama seperti kuliahnya yang dulu, Hujan tak pernah punya sahabat karib trauma yang ia rasakan bertahun tahun lalu bagai mendoktrin pikirannya jika ia tetap harus waspada pada siapa pun dan saat itulah ia tak pernah ingin memiliki teman akrab.


"Lama ya?" tanya wanita cantik dengan rambut kuncir kudanya.


Air tak menjawab, ia hanya memperhatikan wajah istrinya yang terlihat sedikit pucat.


"Kamu sakit? kok laen banget."


"Cuma agak pusing sedikit, udah minum obat kok tadi di kantin" jawabnya yang langsung menyandarkan tubuh lelahnya.


"Kerumah sakit ya"


"Enggak, aku mau pulang aja, tadi Dede telepon katanya abis jalan jalan sama mama juga papa tapi aku kurang fokus dengerin dia cerita" kata Hujan yang merasa bersalah karna sedikit mengabaikan putranya, rasa sakit di kepalanya tadi sedikit membuyarkan fokusnya.


"Abis beli motor katanya"


"Motor apa? minggu kemarin kan, baru abis beli mobil yang putih itupun cuma dua hari di mainin" sahut Hujan, sebagai orang yang lahir dari kalangan biasa kadang ia sangat sayang jika tahu suami atau mertuanya itu mengeluarkan uang dengan jumlah yang fantastis demi sebuah mainan.


"Punya mobil ya punya motor juga kali" ucap Air dengan sangat santai.


Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, banyak yang ia bicarakan tapi Hujan hanya menjawabnya singkat atau sekenanya saja dengan kedua mata yang terpejam.


.

__ADS_1


.


.


"Moy, apa?" tanya Sam, bocah itu langsung datang ke kamar saat tahu kedua orangtuanya sudah pulang.


"Gak apa-apa, dede beli apa tadi sama Appa?"


"Motol, ntal dede antel Moy jalan jalan ya" ucapnya antusias memamerkan motor putih yang baru di belikan oleh Reza.


"Udah bilang terima kasih belum?"


Sam nampak berfikir, ia mengingat ingat saat di Mall tadi.


"Nda tahu, dede yupa"


"Bilang makasih dulu sana, kalau abis di beliin apa pun atau di kasih apa pun biasakan bilang terima kasih"


"Makanya jangan bolak balik terus, udan kaya setrikaan aja" kata Hujan sambil terkekeh, ia yang memang sedang berbaring langsung di peluk oleh anak kesayangannya itu.


"Ih, Moy nanas ya" ucap Sam saat di rasa tubuh Hujan sedikit demam.


"Iya, dede jangan cium cium miMoy dulu ya, nanti dede ikutan panas. Dede sama Amma dulu, ok" titah Air pada Baby bearnya, meski anak itu keukuh ingin menjadi buntut Gajah tapi bagi Air Samudera dalah Bayi UANGnya.


"Amma sama Appa di kamal Oppung"


"Ya udah, dede disini dulu temenin miMoy ya, papAy mau balik ke kantor" pamitnya yang kemudian mencium kening dan pipi bulat putranya.

__ADS_1


"Ciap"


"Aku balik ya, kamu istirahat yang cukup"


"Iya, kak" perlakuan yang sama ia juga berikan pada sang istri tercinta, mencium kening dan pipi Hujan seperti biasa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


PapAy tium tium ntal nanas loh..

__ADS_1



🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2