Air Hujan

Air Hujan
bab 48


__ADS_3

πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


KE HOTEL....


Hujan membulatkan matanya, ia yang masih tersentak kaget hanya diam saja saat Air memakaikan setbelt.


"Let's goooooo! otewe main basah-basahan" Ia tertawa terbahak-bahak saking semangatnya saat menyalakan lagi mesin mobilnya.


"Gak , Ay! gue gak mau" ucap Hujan sambil mencubit lengan sang suami.


"Bodo, gue yang mau" balasnya sambil menjulurkan lidah.


Hujan terus mengoceh memarahi Air yang membuat ia akhirnya telat masuk kelas pertamanya, rasa kesal jelas terlihat di wajahnya yang masih menahan amarah.


"Lo harus tanggung jawab!" sentaknya lagi.


"Tenang, gue ada buat Lo dua puluh empat jam nonstop" godanya pada sang istri yang masih merengut.


Air terus memutar stir mobilnya menuju salah satu hotel milik keluarganya yang paling dekat, karna ada tujuh hotel milik Rahardian grup yang tersebar di ibu kota. semuanya memiliki keistimewaan yang berbeda sesuai kelasnya masing-masing.


Dan Air tentu memilih hotel yang paling mewah bertaraf internasional.


"Yuk turun, kita honeymoon dadakan" ajak pemuda itu yang otaknya kini semakin tak beres, seakan penuh dengan kasur yang melambai mengajaknya untuk bermain disana.


"Gak mau!" tukas Hujan dengan tangan melipat di dada.


"Lo mau gue lakuin disini, hah?" tanya Air dengan nada ancaman.


"Ih, dasar otak mesum! ngajaknya begitu mulu" oceh Hujan semakin kesal.


"Lah terus gue mau ngapain lagi?, kuliah kan nanti siang" jawabnya santai.


"Ya apa gitu, Lo kan bisa maen"


"Ini gue lagi ngajakin Lo maen, Jan Hujan dereeeeees"


Hujan mendengus kesal, ia mengusap wajahnya sendiri, tak perduli saat Air benar-benar sudah turun dari mobil dan bersiap membuka pintu untuknya.

__ADS_1


"Ayo turun" ajaknya lagi saat pintu terbuka.


" Gak mau!" keukeh Hujan.


Otak jahilnya mulia beraksi saat ia menarik tangan gadis itu agar cepat keluar.


"Loh.. Ay! turunin gak!"


"Enggak!


"Turunin cepetan!" sentak Hujan yang di gendong oleh Air secara tiba-tiba bagai memanggul karung beras di pundaknya.


"Iya, ini juga gue cepetan, Jan" jawab Air sambil tergelak.


Hujan menghentikan ocehannya saat dirasa ia dan sang suami menjadi pusat perhatian di lobby hotel, yang tau tentang mereka tentu akan tersenyum simpul tapi lain halnya yang tak tahu tentu akan memandang aneh drama pasangan muda itu.


Air memasuki Lift khusus yang tak sembarangan orang lain bisa masuk, hanya keluarga besarnya yang dapat menikmati Fasilitas itu karna lift tersebut langsung menuju satu lantai tempat dimana jejeran kamar mewah berada khusus mereka berada.


TRIIIIIIING..


Hujan tak lagi berteriak ia hanya mengumpat kesal sambil mencubit kecil kecil punggung suaminya.


"Sekali lagi Lo cubit sampe ada bekasnya, siap-siap gue bales bikin di dada Lo, paham!" ancam Air yang mulai kesakitan.


Hujan langsung berhenti, ia kini hanya menutup wajahnya dengan telapak tangan.


CEKLEK...


Pintu kamar hotel mewahnya terbuka lebar, ia tersenyum senang saat melihat balutan seprei putih membungkus kasur besar berukuran king size itu..


BUGH..


Air menjatuhkan tubuh sang istri di tengah tempat tidur, ia berdecak pinggang dengan nafas terengah-engah.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buset..


Tuh badan Lo kecil tapi berat banget.


kebanyakan dosa nolak suami Mulu sih!!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Si kakak..


mulutnya minta gue cium πŸ™„πŸ™„


Laknat banget kalo ngomong πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Like komen nya yuk ramai kan β™₯οΈπŸ€—

__ADS_1


__ADS_2