Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 53


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


PapAy gi ain?


Suara menggemaskan Baby Bear membuat Air langsung menoleh ke arah tempat tidur, bayi montok itu ternyata sudah bangun dari tidurnya, tapi kali ini Samudera tak memakai drama menangis terlebih dahulu, jadi tak salah jika Air dan Hujan terlonjak kaget saat ada yang bertanya mereka sedang apa di pojokan kamar.


"Lagi nangkep kecoa, dede mau kecoa gak?"


Nda.


"Bobo lagi sana, tutup mukanya pake kuping gajah ya takut kaki dede di gigit kecoa, Ok" titahnya pasa Sang Putra Mahkota Rahardian itu


Iyyaah.. upet.


"Pinter" kekeh Air.. Namun, ia menjerit kecil saat Hujan memencet hidung mancungnya.


Susu Moy.


"Ya, salam! bukanya ngumpet tuh anak kenapa tengkurep lagi sih" sungutnya kesal karna baru saja ingin kembali memulai aksinya.


"Sam, aus kali, Kak" ujar Hujan serba salah antara anak dan suami.


"Botol susunya di pipisin kecoa, cuci dulu ya. Dede ngumpet lagi sana, cepetan!" jawabnya pada Samudera, ia berharap anak tampannya itu tak bangun dari tidur kemudian duduk.


Upet na?


PERUT GAJAH SANA!!!!!


*****


Usain makan malam, Air langsung masuk kedalam kamar ia akan menjadi anak perawan jika berada di rumah mertuanya, Ia akan trus mengurung diri dalam ruangan untuk tidur itu dan keluar saat ingin ke kemar mandi saja, Bunda dan Hujan sangat memaklumi nya karna disana tak ada teman untuk Air sekedar mengobrol dengannya.

__ADS_1


"Berikan ini untuk suamimu" titah Bunda sambil memberikan Satu toples berukuran sedang pada Hujan.


"Apa ini?" tanya Hujan sambil membuka tutupnya.


"Kerupuk pedas, Ay bukannya suka sekali kerupuk?" Bunda balik bertanya untuk memastikan.


"Hem, iya, Bun. Aku ke kemar dulu titip Sam sebentar" pamit nya sambil bangun dari duduk.


Moy, na?


Suara Sam membuat Hujan kembali kembalikan tubuh langsingnya.


"Moy ke kamar dulu, kasih kerupuk buat papAy ngemil ya"


Puyuk.


" K E R U P U K" tegas Hujan, Sam yang sering mendengar kata kepuruk dari Air mulai resah jika putranya itu akan sama dengan sang suami.


Puyuk Moy.


"Ini baru puyuk" kekeh Bunda memeluk Samudera dari samping, hal itu langsung membuat Hujan tersenyum simpul.


.


.


.


Hujan membuka pintu dengan sedikit pelan takut Air tertidur usai makan malam tadi, tapi nyatanya sang suami sedang asik dengan gamenya lagi di ponsel.


"Nih, buat nemenin kamu main" sindir Hujan sambil menyodorkan satu toples berisi cemilan.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Air tanpa menoleh, mata dan kedua ibu jarinya begitu fokus pada layar ponsel yang ia genggam.


"Kerupuk pedes, bunda yang buat tadi" jawab Hujan, ia yang duduk di hadapan Air bagai tak terlihat oleh suaminya.


"Oh, bilangin ke bunda makasih banyak, toplesnya taro aja di meja nanti aku makan" ucapnya masih dengan sikap yang sama seperti tadi.


"Mau aku suapi?" tawar Hujan.


"Biar makin seru gitu mainnya" tambahnya lagi sambil menyindir.


"Enggak, ini udah selesai" jawab Air, ia melempar ponselnya lalu merentangkan kedua tangannya lebar lebar.


"Sini peluk"


Hujan tersenyum kecil, lalu meringsek masuk kedalam dekapan suaminya.


.


.


.


.


.


Aku tau, kamu sangat mencintaiku karna kamu selalu datang untuk mengganggu ku hanya karna urusan rindu, memarahiku untuk hal hal sepele yang menurutmu salah dan akan memaafkanku walau berulang kali aku kecewa kan. Terima kasih masih bertahan disisiku.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Insyaf kak 🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Tar juga begitu lagi lo mah 😝😝😝


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2