
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Air yang kebingungan lanjut menghubungi Bumi, ia meminta kembarannya itu untuk datang menemuinya ke parkiran motor.
"Ada apa?" tanya si tampan dengan tenang karna belum tahu apa-apa.
"Hujan ilang" jawabnya lirih dengan tangan memegang ponsel Hujan.
"Hilang gimana?" tanya Bumi bingung.
"Ya, ilang pokoknya. Gak tau kemana, ini barangnya ada sama kakak. Tapi orangnya gak tau dimana" jelas Air yang mencoba menahan tangisnya.
"Papa tau?" pertanyaan Bumi di jawab anggukan oleh Air.
"Kita ke ruang CCTV sekarang" ajak si tengah pada kakaknya yang langsung menarik tangan Air.
Dua pria tampan pewaris utama Rahardian itu pun segera bergegas ke tempat yang di tuju dan ternyata di sana sudah ada dua orang yang jelas mereka tak kenal sudah lebih dulu mengecek CCTV.
"Selamat siang, Tuan muda" sapa mereka yang langsung berdiri dari duduknya.
Air dan Bumi hanya mengangguk, keduanya paham siapa orang yang ada di hadapannya kini.
"Pantes aja gak pernah ketauan sama kita orang yang ngawasin. Taunya modelan nya begini ya, Dek" bisik Air menilai orang-orang suruhan papanya.
"Iyalah, Biar kita gak tau. Tapi besok biasanya pasti langsung ganti orang deh. Papa tuh gak pernah mau kita tau siapa aja yang ngawasin kita" balas Bumi yang juga ikut berbisik.
Dua orang suruhan Reza hanya menundukkan kepala karna mereka tahu jika kini sedang menjadi bahan ghibahan para tuan muda mereka.
Para penjaga keluarga Rahardian memang tak pernah terlalu di buat mencolok, pakaian dan sikap mereka seperti orang pada umumnya. Itu sengaja di lakukan agar anak-anaknya merasa nyaman malah tak merasa jika sedang di jaga ketat.
Tapi meski begitu jangan pernah meragukan keahliannya dalam hal bela diri atau kecepatan dalam berlari karna semua yang di rekrut adalah orang-orang terpilih.
__ADS_1
"Kakak padahal yang kaos biru itu udah liat, tapi dikirain itu tukang somay"
Bumi yang mendengar ucapan Air langsung membulatkan kedua matanya.
"Aku kira malah tukang gorengan, kak" balas Bumi.
Uhuk... uhuk!!!!
[ Lah, lo berdua kenapa malah ghibah sih, Tong 🤭]
*****
Dari hasil pemantauan CCTV yang ada di seluruh kampus, semua jelas terlihat dari awal Hujan masuk kedalam toilet sampai ia keluar dengan seseorang yang di pastikan itu adalah wanita.
Wanita yang kini masih menjadi misteri karna ia memakai Hoodie dan masker.
Hujan dan wanita itu berjalan sampai ke lantai bawah universitas dan hilang jejak di depan pertigaan lorong.
"Rusak?, kok bisa?" tanya Bumi mulai curiga.
"Iya, kemarin sore menjelang malam tiba-tiba CCTV dekat lorong sampai kebelakang juga samping kampus mendadak mati total, dan baru pukul sepuluh tadi petugasnya datang untuk mengganti semua kerusakan" jelas salah satu orang di ruangan.
"Hujan hilang sebelum jam sepuluh, ini tandanya semua udah di rencanain. Orang itu dari kemarin sengaja rusak CCTV" ucap Bumi dengan geram.
Air yang mendadak lemas langsung di tahan oleh Bumi, dengan sigap pengawalnya langsung menarik satu kursi untuk tuan mudanya.
"Tenang, Kak. Kita cari Hujan Sama-sama, Papa pasti udah bertindak sekarang.
Drrrttt....
Air segera meraih ponselnya, Ia langsung tak sadarkan diri saat mendapat pesan suara yang dikirim seseorang yang entah siapa.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kak... tolong!!!
⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡⚡
peluk anak nya dulu deh, selama bapaknya susah di gapai 🤪😂😂😂
Kakak Ay yang sabar ya ganteng.
Cubit dikit boleh ya, kan selama ini udah di sayang banget sama mak othor 😘😘😘
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1
next partnya nanti kita bakal tau si jan Hujan deres di apain aja....🥰