Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 90


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tak ada yang berubah dari keluarga Rahardian, semua tetap sama bahkan lebih hangat dan bahagia. Air dengan keluarga kecilnya tetap ikut Reza dan Melisa, bukan hanya karna Samudera begitu dekat dengan Appanya tapi juga Hujan yang tak ingin jauh dari kedua mertuanya itu. Dia yang merasa di cukupi dalam bentuk materi dan kasih sayang tentu akan berpikir ulang jika suaminya ingin mereka pindah dari sana, meski memiliki dua apartemen dan Rumah mewah yang masih satu komplek dengan Rumah utama Tuan besar Wisnu Rahardian Wijaya.


"Masih kecil, ngapain juga heboh mau sekolah" kata Air saat Hujan membahas tentang playgroup untuk Sam.


"Bukan sekolah, Kak." jelas Hujan lagi.


"Sayang, dede itu main dirumah aja udah anteng.. Gak perlu jauh jauh. Apa perlu di beliin Dinausarus lagi?"


"Ini nih, anak akun di kasihin Dino terus!" cetus Hujan, Entah sudah berapa banyak mainan hewan langka itu ada di dalam kamarnya untuk menjadi teman bermain anak semata wayang mereka.


"Yang penting gak rewel, lagian sering juga kan, di bawa keluar untuk jalan-jalan" sahut Air lagi sambil menyerahkan dasi pada Hujan, meminta sang istri untuk memakainya.


"Sam juga butuh teman seusianya, Kak" Hujan merendah kan lagi nada bicaranya, merayu sang suami tak bisa dengan cara marah atau merajuk, semakin ia lembut biasanya Air semakin mudah di luluhkan.


"Lebih ke bermain, 'kan?" tanya Air memastikan istrinya.


"Iya, Kak. Lagian seumur Sam mau belajar apa? ngitung aja suka suka dia, kalo di benerin marah apalagi kalo gajahnya di ilang ngamuk lah dia"


"Abis tujuh tetep gajah ya" kekeh Air, ia pun sangat gemas jika sedang mendengar anaknya itu berhitung.


******


Seperti biasa, Sam yang mulai semakin besar kadang bangun tidur saat semua orang selesai sarapan itu pun ia tak langsung turun dari box nya melainkan main sejenak dengan Boneka gajahnya yang sudah tak bisa bangun karna keseringan di peluk olehnya.


"Dede mau mandi gak?".


Nda


"Mau minum susu lagi?"

__ADS_1


Nda


"Mau sarapan?"


Nda..


Hujan mengernyitkan dahinya, ia bingung karna Sam menolak semua tawarannya padahal ini hampir jam sepuluh pagi.


"Terus dede mau apa?" tanya Hujan sekali lagi.


Yayan yuk


Hujan mendengus kesal, mana bisa ia mendadak keluar meski sekedar jalan-jalan jika bukan dengan suaminya karna akan banyak aturan dari dua pria Rahardian jika Hujan pergi hanya berdua dengan putranya.


"Jalan jalannya kalao papAy libur, kalo sekarang papAy nya kerja, sayang" jawab Hujan sambil memberi pengertian.


Appa


Samudera merengut, ia bahkan berguling kembali memeluk gajahnya di pojokan box, Hujan yang melihat putranya kecewa tentu tak sampai hati untuk tidak menurutinya.


"Ya udah, kita ke lobby aja ya jangan jauh jauh" ucapnya sambil mengusap punggung Baby bearnya


Iyyaahh.


Samudera bangun lalu merangkak mendekat kearah Mami gemoynya. Ia merentang kan tangan saat Hujan mau membawanya ke kamar mandi.


Usai membersihkan dan merapihkan diri kini Hujan dan Sam berpamitan kepada Melisa karna Reza memang pergi bersama Air pagi tadi.


"Hati-hati, jangan pulang sore ya" pesan Melisa.


"Iya, Mah"

__ADS_1


Hujan membawa putranya ke taman apartemen, hari yang beranjak siang tentu hanya ada beberapa orang saja disana untuk bermain atau sekrang bersantai.


"Hey, mau kemana?" tanya Hujan saat Sam terus saja berjalan seakan tanpa arah


Auh.


"Iya, jangan jauh jauh ya"


Sam hanya mengangguk tapi terus melangkahkah kakinya sampai ia akhirnya malah duduk di tepi jalan sambil memperlihatkan gigi kecilnya.


"Kenapa? capek ya." kekeh Hujan


.


.


.


.


.


.


.


.


Apeur...


__ADS_1


Makan aja tuh kembang🀣🀣🀣


__ADS_2